ORIENTASI, FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

ORIENTASI, FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah proses transformasi pengetahuan menuju kearah perbaikan, penguatan dan penyempurnaan semua potensi manusia. Oleh karena itu, pendidikan tidak mengenal ruang dan waktu,    ia tidak dibatasi oleh tebalnya tembok sekolah dan juga sempitnya waktu belajar dikelas. Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja manusia mau dan mampu melakukan proses kependidikan.
ORIENTASI, FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
ORIENTASI, FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Dalam islam, tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan adalah membentuk insan kamil, yakni manusia paripurna yang memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual sekaligus. Tujuan seperti ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa adanya sistem dan proses pendidikan yang baik. Oleh karena itu, para pakar pendidikan islam kemudian mencoba merumuskan dan merancang bangunan pemikiran kependidikan islam yang diharapkan mampu menciptakan manusia-manusia paripurna, yang akan mengemban tugas menyejahterakan dan memakmurkan kehidupan dimuka bumi ini.
Pendidikan merupakan topik pembicaraan yang tak pernah ada ujungnya. Selalu ada usaha untuk memperbaiki dalam setiap persoalannya. Ada yang berhasil, tetapi tidak sedikit yang gagal. Dalam upaya memecahkan persoalan (agenda) pendidikan, khususnya pendidikan Islami, maka diperlukan upaya yang dapat merancang dan memperbaiki pendidikan Islami, khususnya dari pemikiran atau persepsi awal tentang arti dan makna pendidikan itu sendiri.Komponen pendidikan yang menjadi tolak ukur dalam keberhasilan pendidikan adalah bagaimana memaknai hakikat pendidikan itu sendiri. Ahmad Tafsir (2006) menyatakan bahwa orang Yunani (600 SM) telah mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha membantu manusia menjadi manusia. Pengertian ini sesungguhnya masih sangat relevan hingga saat ini. Juga sangat relevan dengan konsep Alquran.
Berdasarkan pemaparan di atas maka, dapat diambil sebuah permasalahan yaitu mengenai orientasi, fungsi dan tujuan pendidikan islam yang akan di bahas dalam bab berikutnya. 
A. Orientasi Pendidikan Islam
Orientasi adalah Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) atau pandangan yang mendasari perhatian atau kecenderungan. Atau dengan istilah lain pemahaman kepada peserta, tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan latihan yang sedang  diadakan.
Orientasi pendidikan islam adalah Suatu cara penyebaran islam yang dilakukan secara intensif atau secara bersungguh-sungguh. Para pendahulu dalam rangka perpaduan antara konteks keIndonesiaan dengan keIslaman. Tak heran jika pada awalnya pendidikan islam tampak sangat tradisional. Namun, dijaman modernisasi, pendidikan islam mulai tampak dengan diambilnya bentuk madrasah sebagai salah satu pendidikan islam selain pesantren.
Orientasi pendidikan islam yang filosofis qurani adalah menggunakan prinsip dasar-dasar alquran sebagai bahan sandaran atau yang penulis maksud adalah kebenaran yang hakiki [absolut]. Adapun indikatornya dikembangkan ke dalam metode-metode yang diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini, dan tentunya tanpa mengurangi dari esensi alquran itu sendiri. Adapun metodenya adalah menggunakan pembelajaran berbasis fitrah dalam bukunya Achjar Chalil. Yang ditekankan adalah mengendalikan dorongan hati dengan cara berdzikir, karena dengan berdzkir akan memberikan kekuatan pada seseorang untuk berpikir positif, selalu optimis, dan mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan derajat kecemasan yang menggelayuti jiwanya.
B. Fungsi pendidikan islam
Fungsi pendidikan islam adalah menyediakan segala fasilitas yang dapat memungkinkan tugas-tugas pendidikan islam tersebut tecapai dan berjalan dengan lancar. Penyediaan fasilitas ini mengandung arti dan tujuan bersifat strutural dan intitusional.
Atau fungsi pendidikan islam yaitu memelihara dan mengembangkan fithrah dan SDM menuju terbentuknya manusia seutuhnya (Insan kamil) yakni manusia yang berkualitas sesuai dengan pandangan islam.
Faktor-faktor pendidikan bisa berfungsi secara interaksional (saling mempengaruhi) yang bermuara pada tujuan pendidikan yang diinginkan sebaliknya, arti tujuan institusional mengandung implikasi bahwa proses kependidikan yang terjadi didalam struktur organisasi itu dilembagakan untuk menjalin proses pendidikan yang bekerja secara konsisten dan berkesinambungan yang mengikuti kebutuhan dan perkembangan manusia dan cenderung kearah tingkat kemampuan yang optimal. 1
 Menurut Kurshid Ahmad, yang dikutim Ramayulis, fungsi pendidikan islam adalah sebagai berikut:
  1. Alat untuk memelihara, memperluas dan menghubungkan tingkat-tingkat kebudayaan, nilai-nilai tradisi dan sosial, serta ide-ide masyarakat dan bangsa. 
  2. Alat untuk mengadakan perubahan, inovasi dan perkembangan yang secara garis besarnya melalui pengetahuan dan skill yang baru ditentukan dan melatih tenaga-tenaga manusia yang produktif untuk menemukan perimbangan perubahan sosial dan ekonomi.  

Adapun kegunaan atau fungsi pendidikan islam yang lain yaitu:
  1. Untuk mengembangkan potensi yang ada untuk anak didik muslim sebagai makhluk yang dapat di didik.
  2. Untuk mewariskan nilai-nilai budaya orang islam kepada anak didik sebagai generasi penerus/calon pemimpin umat.
  3. Karena ilmu pendidikan islam berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist yang keduanya menggunakan bahasa Arab, dengan demikian dapat melatih dan mempraktikan bahasa tersebut kepada anak didik muslim.
  4. Untuk memberikan pengertian kepada anak didik bahwa dirinya bukan hanya sebagai orang muslim yang berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadist, tetapi iia juga seorang warga Indonesia yang memiliki falsafah hidup bangsa yaitu pancasila dan UUD 1945.  

Jadi fungsi pendidikan islam adalah menyediakan segala fasilitas yang dapat memungkinkan tugas-tugas pendidikan islam  tersebut tercapai dan berjalan dengan lancar.
C. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Maka pendidikan, karena merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berpproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, tujuannya bertahap dan bertingkat. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap  dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang, berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya.  
Tujuan pendidikan secara umum adalah mewujudkan perubahan positif yang diharapkan ada pada peserta didik setelah menjalani proses pendidikan, baik perubahan tingkah laku individu dan kehidupan pribadinya maupun pada kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya dimana subjek didik menjalani kehidupan. Tujuan pendidikan merupakan masalah inti dalam pendidikan dan saripati dari seluruh renungan pedagogik.  
Menurut Ibnu Khaldun menyatakan bahwa tujuan pendidikan islam mempunyai dua tujuan, yaitu:
  1. Tujuan keagamaan, maksudnya ialah beramal untuk akhirat, sehingga ia menemui Tuhannya dan telah menunuaikan hak-hak Allah yang diwajibkan keatasnya.
  2. Tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan, yaitu apa yang diungkapkan oleh pendidikan modern denga tujuan kemanfaatan atau persiapan untuk hidup.

Selanjutnya Al-Ghazali berpendapat bahwa tujuan pendidikan islam yang paling utama ialah beribadah dan taqarrub kepada Allah, dan kesempurnaan insani yang tujuannya kebahagiaan dunia akhirat.
Selain dari pandangan yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun tentang tujuan pendidikan islam terdapat para cendekiawan islam dan ahli-ahli pendidikan islam yang lain membuat rumusan mereka masing-masing tentang tujuan pendidikan islam. Di antara mereka ialah:
  1. Prof. Saleh Abdul Aziz dan dr, Abdul Aziz Abdul Najid mengatakan, bahwa tujuan pendidikan islam adalah: untuk mendapatkan keridhaan Allah dan mengusahakan penghidupan.
  2. Menurut Mustafa Amin bahwa tujuan pendidikan islam adalah: mempersiapkan seseorang bagi amalan dunia dan akhirat.

Loading...
Al-Abrasyi merumuskan tujuan umum pendidikan islam kedalam lima pokok yaitu:
  1. Pembentukan akhlak mulia (al-fadhilat),
  2. Persiapan untuk  kehidupan dunia dan akhirat,
  3. Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan dari segi-segi pemanfaatannya. Keterpaduan antara agama  dan ilmu akan dapat membawa manusia kepada kesempurnaan.
  4. Menumbuhkan roh ilmiah para pelajar dan memenuhi keinginan untuk mengetahui serta memiliki kesanggupan untuk mengkaji ilmu sekedar sebagai ilmu,
  5. Mempersiapkan para pelajar untuk suatu profesi tertentu sehingga iia mudah mencari rezeki.

3) Abdullah Fayad menyatakan bahwa pendidikan islam mengarah pada dua tujuan:
  1. Persiapan untuk hidup akhirat,
  2. Membentuk perorangan dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang kesuksesannya hidup didunia.

Semua rumusan tujuan yang dikemukakan di atas sesuai dengan ayat Al-Qur’an, dan Hadist Rasulullah SAW , yang tertera dalam Firman Allah SWT:
          Artinya: 
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.(Q.S. Ali ‘Imron:14)
Ayat ini menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi  manusia dimuka bumi ini seperti wanita, anak-anak, harta benda dan sebagainya, hanyalah merupakan perhiasan dunia yang sifatnya sementara saja. Sedangkan kenikmatan yang sesungguhnya ialah kenikmatan akhirat.
         Sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Bekerjalah untuk urusan dunia seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya, dan bekerjalah untuk urusan akhirat seolah-olah engkau akan mati esok hari”.(Al-Hadist)
Kalau kita perhatikan rumusan tujuan yang telah digariskan oleh para ahli didik islam tersebut maupun yang tertera pada Al-Qur’an dan Hadist nyatalah bahwa tujuan pendidikan islam tersebut bukanlah sekedar mencari kesenangan duniawi atau materi semata, akan tetapi menyangkut masalah keduniawian dan keukhrawian secara berimbang.  
Menurut Zakiyah Daradjat tujuan pendidikan islam ialah membimbing dan membentuk manusia menjadi hamba Allah yang saleh, teguh imannya, taat beribadah dan berakhlak terpuji. Bahkan keseluruhan gerak dalam kehidupan setiap muslim, mulai dari perbuatan, perkataan dan tindakan  apa pun yang dilakukan dengan nilai mencari ridha Allah, memenuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya adalah ibadah. Maka untuk melaksanakan semua tugas kehidupan itu, baik bersifat pribadi maupun sosial, perlu dipelajari dan dituntun dengan iman dan akhlak terpuji. Dengan demikian, identitas muslim akan tampak dalam semua aspek kehidupannya.  
Tujuan adalah batas akhir yang dicita-citakan seseorang dan dijadikan pusat perhatiannya untuk dicapai melalui usaha. Tujuan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dari dorongan ialah kondisi organis  atau psikis yang menggerakan atau memperkuat daya penggerak pada seseorang untuk bertingkah laku sehingga ia dapat mencapai sasaran, baik kondisi itu disadarinya maupun tidak. Dan yang selanjutnya yaitu dari akibat ialah hasil yang lahir dari tingkah laku, baik hasil itu dapat merealisasikan tujuan ataupun tidak. Dapat  dikatakan bahwa tujuan pendidikan ialah batas akhir yang dicita-citakan tercapai melalui suatu usaha pendidikan. 
Tujuan pendidikan mempunyai fungsi yang dipikulnya, antara lain: Pertama, tujuan pendidikan mengarahkan perbuatan mendidik, fungsi ini menunjukkan pentingnya perumusan dan pembatasan tujuan pendidikan secara jelas. Tanpa tujuan yang jelas proses pendidikan akan berjalan tidak efektif dan efisien. Kedua, tujuan pendidikan mengakhiri usaha pendidikan. Apabila tujuannya telah tercapai, maka berakhir pula usaha tersebut. Ketiga, tujuan pendidikan disatu sisi membatasi lingkungan suatu usaha pendidikan, tetapi disisi lain mempengaruhi dinamikanya. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan usaha proses yang didalamnya usaha-usaha pokok dan usaha-usaha parsial yang terkait. Keempat, tujuan pendidikan memberi semangat dan dorongan untuk melaksanakan pendidikan. 
Tujuan pendidikan adalah orientasi yang dipilih pendidik dalam membimbing peserta didiknya dan merupakan kristalisasi nilai-nilai. Yang dimaksudkan dengan nilai adalah daya dorong dalam hidup  yang memberi makna dan pengabsahan pada tindakan seseorang.  
D. Macam-macam Tujuan Pendidikan 
1. Tujuan Umum
Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan itu meliputi aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan dan pandangan. Tujuan umum ini berbeda pada setiap tingkat umur, tingkat kecerdasan, situasi, dan kondisi, dengan kerangka yang sama. Bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang yang sudah didik, walaupun dalam ukuran yang kecil dan mutu yang rendah, sesuai dengan tingkat-tingkat tersebut.   
Tujuan umum pendidikan islam harus dikaitkan pula dengan tujuan pendididkan nasional negara tempat pendidikan islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan pendidikan itu. Tujuan umum itu tidak dapat dicapai kecuali setelah melalui proses pengajaran, pengalaman, pembiasaan, penghayatan dan keyakinan akan kebenarannya. Tahap-tahapan dalam mencapai tujuan itu pada pendidikan formal(sekolah, madrasah) dirumuskan dalam bentuk tjuan kurikuler yang selanjutnya dikembangkan dalam tujuan instruksional.
2. Tujuan Akhir
Tujuan akhir ialah tujuan yang hendak dicapai oleh pendidik terhadap peserta didik melalui seluruh proses pendidikan. Tujuan akhir disebut juga dengan tujuan tertinggi, tujuan umum, tujuan total atau tujuan lengkap. Yang dimaksud dengan tujuan akhir adalah bahwa dengan tercapainya tujuan ini, maka berakhirlah seluruh proses pendidikan. Dinamakan dengan tujuan tetinggi karena ia berisi nilai tetinggi dalam gradasi nilai-nilai, disebut tujuan umum karena ia memberi gambaran tentang apa yang hendak dicapai dalam bentuk garis besar, tidak dalam bentuk rincian, dan disebut tujuan total atau tujuan lengkap kaena ia mencakup semua tujuan yang secara hirarkis berada dibawahnya. Tujuan akhir bersifat tetap dan umum karena sifatnya yang tetap itu, berfungsi memelihara seluruh usaha pendidikan islam, dan karena sifatnya yang umum, ia perlu dijabarkan dengan tujuan-tujuan yang khusus sampai tingkat yang operasional.
Tujuan akhir pendidikan islam itu dapat dipahami dalam firman allah :
Artinya :” Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam atau muslim.”(Q.S. 3 Ali Imran 102).
Mati dalam keadaan berserah diri kepada allah sebagai muslim yang merupakan ujung dari takwa sebagai akhir dari proses hidup jelas berisi kegiatan pendidikan. Inilah akhir dari proses pendidikan itu yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. Insan kamil yang mati dan akan menghadap Tuhannya merupakan tujuan akhir dari proses pendidikan islam.
3. Tujuan Sementara
Tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Tujuan operasional dalam bentuk tujuan instruksional yang dikembangkan menjadi  tujuan instruksional umum dan khusus (TIU dan TIK), dapat dianggap tujuan sementara dengan sifat yang agak berbeda.
4. Tujuan Operasional
Tujuan operasional ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Satu unit kegiatan pendidikan dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan dan diperkirakan akan mencapai tujuan tertentu disebut tujuan operasional. 
DAFTAR PUSTAKA
http://mathstress.blogspot.com/2012/03/pengertian-ruang-lingkup-serta-kegunaan.html
http://tutorq.blogspot.com/2011/07/tugas-dan-fungsi-pendidikan-islam.html
http://tutorq.blogspot.com/2011/07/tugas-dan-fungsi-pendidikan-islam.html
Aly, Hery Nur. 1999.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta:Logos Wacana Ilmu.
Drajat, Zakiah. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Ramayulis.1994. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia
Roqib, Mohammad. 2009. Ilmu Pendidikan Islam:Pengembangan pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat. Yogyakarta: PT LKIS Printing

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.