Artikel

LESTARIKAN OWA JAWA (Hylobates moloch) Lapotran Praktek kerja lapangan

PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI PUSAT PRIMATA SCHMUTZER TAMAN MARGASATWA RAGUNAN
I.      
PENDAHULUAN
            Pusat
Primata Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan 
memiliki 20 jenis primata yang berasal baik dari dalam maupun luar
negeri. Hampir semua primata yang terdapat di lokasi ini merupakan primata yang
dilindungi, dan hasil sitaan atau serahan dari masyarakat. Kawasan ini memiliki
luas 13 ha dan terdapat 84 jenis pohon sehingga dapat dikatakan area ini mirip
dengan alam, sehingga satwa dapat berprilaku seperti habitat alaminya.
            Owa jawa telah dilindungi sejak
tahun 1931 berdasarkan Ordonansi Perlindungan Binatang-binatang Liar nomor 134
tahun 1931, yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Dalam Peraturan
Pemerintah RI No. 7 tahun 1999, disebutkan bahwa semua jenis primata famili
Hylobatidae, termasuk Owa Jawa (Hylobates
moloch
) merupakan satwa yang dilindungi. Dalam daftar Red Data Book IUCN, Owa Jawa termasuk dalam kategori endangered species atau genting yaitu
jenis-jenis satwa yang terancam kepunahan dan tidak akan bertahan tanpa upaya
perlindungan yang ketat untuk menyelamatkan kelangsungan hidupnya. Selain itu
Owa jawa termasuk dalam Appendix I dalam the Convention on International Trade for
Endangered Species for Flora and Fauna
(CITES), yang berarti satwa ini
termasuk ke dalam kategori tidak boleh diperdagangkan secara komersil (Ario,
2007).
            Jam biologis merupakan mekanisme
pengaturan fisiologis tubuh oleh organisme sehingga dapat diketahui kapan tubuh
memerlukan makanan atau kegiatan lainnya yang dilakukan tubuh selama 24 jam. Jam
biologi pemberian pakan merupakan hal yang penting dalam pemilharaan Owa Jawa (Hylobates moloch) di karenakan mereka
tidak mempunyai kesempatan seperti di alam terbuka untuk mencari makanannya
secara mandiri, namun dengan adanya penyamaan waktu dalam pemberian pakan
kepada Owa Jawa seperti pola makan yang biasa dilakukan oleh Owa Jawa
diharapkan dapat menolong Owa Jawa agar tetap bertahan hidup dan tetap
lestari. 
            Owa Jawa sendiri memiliki aktivitas
harian meliputi pencarian makan, melakukan perjalanan dan perpindahan,
istirahat, bersuara, mencari kutu dan bermain. Aktivitas makan, yaitu waktu
yang dipakai Owa jawa untuk menggapai, memegang-megang, mengunyah, menelan dan
mengekstraksi makanan pada satu sumber makanan (Fithriyani, 2007). Bebera hasil peneletian menunjukan setelah
keluar dari pohon tidurnya Owa jawa bergerak mencari makan. Awalnya Owa jawa
keluar dari pohon tidur mencari pohon pakan yang berada disekitarnya. Umumnya
Owa jawa makan dalam posisi duduk, ada beberapa cara yang dilakukan Owa Jawa
saat makan:
1.      Duduk
di cabang pohon lalu tangannya mengambil makanannya satu persatu lalu
memakannya.
2.      Satu
tangan digunakan untuk menggantung dan tangan yang satu mengambil makanan.
3.      Kedua
tangannya digunakan untuk menarik pohon yang ada makanannya kemudian mulutnya
mengambil makanan.

4.      Satu
tangan dan satu kaki digunakan untuk berpegangan, kaki yang satu lagi digunakan
untuk menarik cabang yang ada makanan kemudian mulutnya mengambil makanan.
Cara
makan diatas merupakan strategi makan. Menurut Milton (1981) dalam Fitrihyani
(2007) menyatakan strategi makan pada bangsa primata berhubungan erat dengan
ukuran kepala dan tubuh, panjang rahang, proses fisiologi dan sistem pencernaan
maupun anatominya.
            Pola makan primata umumnya dibagi
menjadi tiga kategori berdasarkan
kuantitas
jenis pakan yang dikonsumsi yaitu frugivorus (banyak makan buah),
folivorus
(banyak makan daun) dan insectivorus (banyak makan serangga).
Pemilihan
jenis pakan berdasarkan karakteristik gigi dan sistem pencernaan yang
dimiliki
oleh masing-masing jenis primata (NRC, 2003). Owa jawa termasuk jenis primata
yang banyak memakan buah, terutama buah yang masak karena banyak mengandung
gula dan air. Dasarnya satwa akan memilih makanan yang banyak mengandung
nutrisi. Satwa biasanya tidak akan memilih makanan yang mengandung bahan
penyusun yang relatif sukar dicerna dan mengandung komponen sekunder seperti
tannin dan felonik yang bersifat mengikat nutrisi dan mengandung racun yang
berbahaya (Dunbar, 1988 dalam Nurcahyo, 1999).      Persentase
makan daun lebih kecil dibandingkan makan buah kemungkinan karena Owa jawa
mengalami kesulitan untuk mencerna kandungan serat daun, seperti yang
dinyatakan oleh (Gittin dan Raemackers, 1980) dalam (Nurcahyo, 1999) bahwa
untuk mengekstrasi daun tua dibutuhkan banyak energi yang diperlukan adanya
fermentase oleh organisme simbiosis di dalam usus untuk memecah serat menjadi
karbohidrat. Terkait dengan pola makan satwa frugivorous, Fleagle (1988)
menyatakan bahwa sebagai satwa frugivorous, kelompok Hylobates mempunyai sistem pencernaan monogastrik, sehingga tidak
mampu mencerna sumber pakan dengan kandungan serat yang tinggi
            Beberapa penelitian memperlihatka
aktivitas makan Owa Jawa terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.50 – 09.00
WIB, ketika hari menjelang siang aktivitas makan kedua kelompok tersebut
menurun dan diganti dengan aktivitas istirahat. aktivitas dimulai kembali pada
Owa Jawa antara pukul 13.00 – 14.00 WIB. 
Aktivitas makan akan berkurang pada saat hari menjelang siang dan
perlaku istirahat dengan grooming akan meningkat. Penurunan aktivitas Owa Jawa
menjelan siang disebabkan  untuk member
kesempatan lambung mencerna dalam system pencernaan. Aktivitas makan yang
tinggi dipagi hari kmungkinan besar untuk memenuhi kebutuhan energy untuk
aktivitas siang hari. Setelah istirahat disiang hari kemudian makan lagi saat
menjelang petang adalah guna mengumpulkan energi untuk malam sampai pagi
(Fitrihyani, 2007). 
            Owa
Jawa (Hylobates moloch) selain primata
endemik yang terdapat di Pulau Jawa. Penyebarannya sendiri terbatas pada daeran
hutan hujan tropis yang relatif tidak terganggu seperti hutan-hutan di daerah
Jawa Barat dan beberapa hutan di Jawa Tengah. Owa Jawa merupakan salah satu
dari sembilan jenis Hylobatidae yang
terdapat di Asia Tenggara Hylobatidae yang terdapat di Indonesia adalah: Bilou
(Hylobates klosii), Serudung (Hylobates lar), Siamang (Hylobates syndactylus), Ungko (Hylobates
agilis
), dan Kelawet (Hylobates
mulleri
) (Leighton, 1986).
            Owa jawa merupakan salah satu jenis Hylobatidae yang memiliki nama lain
Wau-Wau atau Owa Jawa kelabu. Menurut Jolly (1972) dan Haimoff (1983),
klasifikasinya adalah sebagai berikut : 
Kingdom
        : Animalia
Filum
              : Chordata
Sub
filum        : Vertebrata
Kelas               : Mamalia
Ordo
               : Primata
Famili
             : Hylobatidae
Genus
             : Hylobates
Spesies
           : Hylobates moloch (Audebert 1798).   
Secara
morfologi Owa Jawa memiliki tubuh yang ditutupi rambut berwarna kecokelatan
sampai keperakan atau kelabu. Bagian atas kepalanya berwarna hitam, muka
seluruhnya juga berwarna hitam dengan alis berwarna abu-abu yang menyerupai
warna keseluruhan tubuh. Beberapa individu memiliki dagu berwarna gelap. Warna
rambut jantan dan betina berbeda, terutama dalam tingkatan umur. Umumnya anak
yang baru lahir berwarna lebih cerah. Antara jantan dan betinanya memiliki
rambut yang sedikit berbeda. Panjang tubuh berkisar antara 750 – 800 mm. Berat
tubuh jantan antara 4-8 kg sedangkan betina antara 4-7 kg. (Supriatna dan
Wahyono, 2000).
            Tujuan
dari praktek kerja lapangan ini untuk mengetahui jam biologi dari pemeberian
pakan serta seberapa besar kebutuhan nutrisi yang diperlukan pada Owa Jawa (Hylobates moloch).            
II.   
MATERI
DAN EVALUASI KERJA
A.   
Materi
            Bahan
atau objek  yang digunakan dalam praktek
kerja lapangan kali ini yaitu keluarga Owa Jawa yang ada di Pusat Primata
Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan dan pakan yang di berikan untuk Owa Jawa.
B.    
EVUALUASI
KERJA
1.      Memperhatikan
kegiatan Owa Jawa dalam keseharian atau aktivitas harian, serta mencatat waktu
yang menunjukan waktu pemberian pakan dan dimulainya aktivitas makan serta
frekuensi pemberian pakan.
2.      Memperhatikan
jenis pakan apa yang diberikan pad Owa Jawa dan jenis pakan apa yang memenuhi
kebutuhan nutrisinya.
3.      Pendokumentasian
gambar pola makan Owa Jawa dan aktivitas makan Owa Jawa (Hylobates moloch).
                                                III.  RENCANA KERJA HARIAN
Judul                              :  Jam Biologi Pemberian Pakan Dan Kebutuhan
Nutrisi Pada Owa Jawa (Hylobates Moloch)
Di Pusat Primata Scmutzer – Taman Margasatwa Ragunan
Lokasi                            :  Pusat
Primata Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan.
Waktu                            :  23
Januari – 04 Februari 2012
Pembimbing PKL          : 
Pembimbing Lapangan : 
Tabel 1. Rencana Kegiatan Harian Praktek Kerja Lapangan
No
Hari
Tanggal
Kegiatan
1
Senin
23 Januari 2012
Orientasi Pusat Primata
Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan, pengenalan Owa Jawa (Hylobates moloch).
2
Selasa
24 Januari 2012
Cara
pemberian pakan pada Owa Jawa dan pemilihan pakan untuk diberikan pada Owa
Jawa.
3
Rabu
25 Januari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa.
4
Kamis
26 Januari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa, serta pembersihan kandang
5.
Jumat
27 Januari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa
6.
Senin
30 Januari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa serta pembersihan kandang
7.
Selasa
31 Januari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa
8.
Rabu
01 Februari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa
9
Kamis
02 Februari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa serta
10
Jumat
03 Februari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa serta.
11
Sabtu
04 Februari 2012
Pencatatan jam biologi
pemberian pakan dan kebutuhan nutrisi Owa Jawa serta pembersihan kandang.

                                                              DAFTAR
PUSTAKA

Ariom,
A. 2007. Konservasi Owa Jawa (Hylobates
moloch
Audebert 1798) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Conservation
International-Departemen Kehutanan, Jakarta.
Fithriyani,
U. 2007. Variasi Pola Pakan Antar Kelompok Owa Jawa (Hylobates moloch Audebert 1798) di Bodogol, Taman Nasional Gunung
Gede Pangrango, Jawa Barat. Dalam: Aryo, A. (Ed.). Konservasi Owa Jawa (Hylobates moloch Audebert 1798) di Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango. Conservation International-Departemen Kehutanan,
Jakarta.
Fleagle,
J.G., 1988. Primate Adaptation and Evolution. New York; Academic Press. Harcout
Brace and Company.
Leighton,
D.N. 1986. Gibbons: Territoriality and Monogamy. Dalam: Smuts, B.B., D.L.
Cheney, R.M. Seyfarth, R.W. Wrangham & T.T. Struhsaker (eds.). Primate
societies. The University of Chicago Press, Chicago.
National
Research Council. 2003. Nutrient Requirements of Nonhuman Primatess, 2nd
Revised Edition, The National Academies Press, Washington, D.C.
Nurcahyo,
A. 1999. Studi Prilaku Harian Siamang (Hylobates
syndactylus
) di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung Dalam Laporan
Hasil Penelitian Juli 1997- Juni 1999. Wildlife Conservation Society Indonesia
Programme.
Supriatna,
J. dan E. H. Wahyono. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor
Indonesia.                                                             
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !