Pahit Manisnya Melatih Hadroh Anak-anak Madrasah

Pahit Manisnya Melatih Hadroh Anak-anak Madrasah – Hadroh adalah salah satu seni yang menjadi identitas di sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI), khususnya MI yang berada dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Seni hadroh ini biasanya ditampilkan sebagai pra acara dalam acara-acara penting di MI, seperti rapat wali murid, silaturrahmi guru-guru, wisuda dan penglepasan kelas VI. Bahkan untuk berpartisipasi di masyarakat, seperti pentas seni dalam rangka HUT RI, pra acara pengajian muharoman dan lain-lain.

Pahit Manisnya Melatih Hadroh Anak-anak Madrasah
Penampilan hadroh anak – anak madrasah

Suatu tanggung jawab yang besar bagi guru/ pelatih yang melatih hadroh anak-anak madrasah. hal itu dikarenakan hasilnya akan dilihat dan dinilai oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak, guru-guru, wali murid, bahkan sampai masyarakat umum. Jika hasilnya kurang memuaskan, bukan anaknya yang diperbincangkan tetapi pelatihlah yang harus menerima banyak kritikan.

Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang yang sudah dewasa. Sebagai pelatih hadroh anak-anak madrasah harus siap merasakan pahitnya melatih, diantaranya yaitu :

  • Banyak anak yang suka main sendiri

Dalam berlatih hadroh memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi. Karena ada rumus yang harus dihafalkan, dan ketika beberapa rumus dimainkan bersama diusahakan agar menghasilkan bunyi yang bagus dan saling bersautan dan dapat mengiringi lagu yang dibawakan. Tetapi untuk prakteknya, anak-anak terkadang masih ada yang mainan sendiri (kurang bisa konsentrasi), bahkan ada yang sengaja mengganggu atau menggoda atau membuat temannya tidak konsentrasi. Akibatnya suara antara genjring A dan genjring B tidak selaras.

  • Harus dapat menyesuaikan suasana hati dan perasaan anak

Yang namanya suasana hati anak – anak itu tidak pasti. Terkadang ada anak yang lagi “ngambek” mungkin karena sedang berselisih dengan teman maupun dengan anggota keluarga dirumah. Jika suasana hati anak sedang tidak enak, pastilah akan lebih sulit untuk konsentrasi. Mereka lebih suka diam dan tidak mau berlatih menabuh hadroh. Untuk itu seorang guru / pelatih harus bisa mencairkan suasana hati anak agar bisa ceria kembali dan mau berlatih bersama lagi dengan semangat.

  • Pola pikir anak berbeda dengan guru/ pelatih

Ketika anak – anak diperintahkan untuk istirahat, mereka justru tidak mau berhenti memukul – mukul alat hadroh. Tetapi ketika latihan dimulai dan sudah mulai masuk ke lagu ke tiga atau empat ada beberapa anak yang protes “Capek bu, istirahat dulu lah.” Disini seorang guru / pelatih harus tegas kepada anak – anak, ketika waktu istirahat ya tidak boleh mainan alat hadroh, dan ketika latihan tidak boleh mengeluh dan berhenti sendiri.

  • Anak yang trampil menabuh hadroh malas berangkat latihan

Dari seluruh siswa – siswi di Madrasah tidak semuanya bisa dan trampil dalam “menabuh” hadroh. Hanya ada beberapa siswa yang mempunyai bakat seni yang bagus sehingga dapat menghasilkan bunyi hadroh yang selaras dan dapat mengikuti lagu yang dibawakan vocal. Selain itu ada kendala lagi yang muncul, anak yang trampil menabuh hadroh ada yang malas untuk berangkat latihan. Hal ini tentu sangat merugikan, karena bermain hadroh itu adalah beregu. Jadi, ketika ada satu anak yang tidak berangkat maka menjadi kurang lengkap, dapat menghambat kegiatan latihan, dan akibat terburuknya adalah ketidak kompakan saat tampil di depan umum. Ketegasan seorang guru / pelatih harus lebih ditonjolkan untuk dapat membuat anak – anak selalu berangkat ketika latihan. Mungkin diadakan hukuman bagi yang tidak berangkat atau yang lainnya.

  • Vokalis tidak pernah mendengar lagu-lagu sholawat

Tidak semua siswa juga mempunyai suara yang baik dan merdu. Bahkan sangat sulit mencari vocal yang mempunyai suara yang tinggi. Giliran ada yang bisa tetapi anak tersebut jarang atau bahkan tidak pernah mendengar lagu-lagu sholawat. Hal ini juga menjadi PR untuk guru / pelatih. Guru harus mau memberikan contoh untuk menyanyikan lagu sholawat yang akan dimainkan. Atau jika tidak bisa maka jalan termudah adalah memperlihatkan video atau rekaman contoh lagu yang akan dimainkan. Semakin sering hal tersebut dilakukan maka akan semakin baik.

Kunci sukses melatih hadroh kepada anak – anak adalah kesabaran dan istiqomah. Sabar menghadapi sikap dan tingkah laku anak – anak yang sangat beragam, serta tetap istiqomah untuk selalu latihan secara rutin. Semoga isi artikel ini dapat menjadikan pembelajaran dan motivasi bagi Anda. Aamiin…

Baca : Cara mengatasi anak susah makan dengan laperma platinum

Simpan

Tinggalkan komentar