Panduan Cara Budidaya Tanaman Kentang Lengkap

Tanaman kentang tumbuh optimum pada ketinggian sekitar 1000 meter sampai 2000 meter diatas permukaan laut. Daerah pegunungan yang dijadikan lahan untuk budidaya tanaman kentang harus lahan yang cukup baik dan mengandung bahan organik dari material vulkanis gunung yang dapat membuat tanah subur dan gembur.

Budidaya kentang juga harus memperhatikan derajat keasaman tanah atau pH tanah karena memiliki pengaruh bagi pertumbuhan tanaman kentang. Tanah harua memiliki tekstur tanah gembur agak berpasir dan memiliki pH tanah 6,5.

Tahapan budidaya kentang

#1. Pengolahan lahan

Tanaman kentang membutuhkan tanah yang gembur sehingga perlu dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu sebelum penanaman. Pengolahan tanah bertujuan agar diperoleh media tanam yang optimal untuk pertumbuhan kentang, memutuskan siklus hidup hama dan penyakit yang ada di dalam tanah serta membantu melancarkan sirkulasi udara dalam tanah dan menghilangkan gas-gas beracun yang kemungkinan ada di dalam tanah. Pengolahan tanah untuk tanaman kentang dilakukan dengan menggunakan cangkul. Cara pengolahannya yaitu dengan membalik dan menggemburkan tanah dengan cangkul kemudian didiamkan beberapa hari.

Pembuatan bedengan dimulai dengan membentuk setengan bedengan awal yang fungsinya untuk membenam pupuk kotoran ayam dan NPK sebagai pupuk dasar. Kemudian setelah disebar secara merata pembuatan bedengan dilanjutkan hingga mencapai tinggi bedengan 30 centimeter, lebar 50 centimeter dan panjangnya tujuh meter atau disesuaikan dengan luas lahan. Bedengan yang akan digunakan untuk menanam kentang diberi mulsa dan dibiarkan terlebih dahulu selama satu minggu sampai setengah bulan sebelum ditanami tanaman kentang.

#2. Penanaman

Benih yang digunakan untuk budidaya kentang yaitu benih kentang jenis Granola generasi kedua (G2) yang diperoleh dari Kebun Benih Holtikultura (KBH) Kledung. Selain itu, petani membuat benih sendiri yang dikenal dengan benih G3 dan G4 untuk musim tanam selanjutnya. Kentang yang digunakan sebagai benih merupakan kentang ukuran DN dan Rindil yang diperoleh dari hasil panen dan dibiarkan selama empat bulan sampai kentang tersebut bertunas.

Budidaya Tanaman Kentang proses penanaman

Penanaman kentang dilakukan dengan cara membuat lubang tanam menggunakan tugal kedalaman 15 sampai 20 centimeter dengan jarak tanam 20 centimeter, kemudian masukan satu benih kentang dengan posisi tunas menghadap ke atas dan ditutup dengan tanah.

#3. Pemeliharaan

Penyiangan dan pembumbunan

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman kentang. Alat yang digunakan dalam kegiatan penyiangan yaitu cangkul. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pembumbunan. Pembumbunan dilakukan apabila tanaman kentang telah berumur satu bulan. Caranya yaitu dengan menambahkan tanah pada daerah sekitar batang. Tanah yang digunakan untuk membumbun berasal dari tanah disekitar pertanaman yang telah  terkena air hujan.

Pengajiran

Tanaman kentang membutuhkan ajir agar tetap tumbuh tegak apabila terkena air hujan lebat dan angin. Ajir diberikan pada saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam dan tinggi tanaman kurang lebih satu meter. Pemberian ajir dilakukan dengan jarak empat tanaman perajir. Ajir yang digunakan berasal dari bambu dan diberi tali untuk menghubungkan tiap ajir.

Pengguguran bunga

Tanaman kentang yang telah berumur 60 hari setelah tanam harus digugurkan bunganya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi. Bunga kentang digugurkan dengan cara penyemprotan menggunakan obat Maximal Boster Umbi.

Pengendalian hama dan penyakit pada budidaya kentang

Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kentang yaitu:

1) Busuk daun

Busuk daun disebabkan oleh Phytophthora infestans. Busuk daun merupakan penyakit utama pada tanaman kentang. Gejala awal yaitu bercak pada bagian tepi dan ujung daun, bercak melebar dan terbentuk daerah nekrotik yang berwarna coklat. Bercak dikelilingi oleh massa sporangium yang berwarna putih dengan belakang hijau kelabu. Serangan dapat menyebar ke batang, tangkai dan umbi.

2) Layu bakteri

Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala diawali dengan adanya pucuk tanaman yang layu kemudian menyebar ke daun tua bagian bawah dan menguning.

3) Ulat grayak

Ulat menyerang daun tanaman kentang. Ulat ini meletakan telur pada daun tanaman, masa inkubasi 3 sampai 4 hari, kemudian menetas dan memakan bagian jaringan epidermis hingga daun habis.

4) Thrips

Gejala ditandai dengan daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda.

Pengendalian penyakit pada tanaman kentang bisa menggunakan Primafos, Velicia 20 wvp dan Readers. Sedangkan untuk pengendalian hama pada tanaman kentang bisa menggunakan Regent dan Prevaton. Bahan perekat dan perata yang digunakan agar pestisida tercampur maksimal yaitu menggunakan ADSA-800 TM WSC.

Cara pemberian pestisidanya yaitu campurkan masing-masing obat kedalam air bersih kemudian semprotkan ke tanaman kentang dengan bantuan sprayer sampai batang tanaman kentang hampir menunduk. Penyemprotan dilakukan pagi hari saat cuaca cerah. Penyemprotan hama dan penyakit dilakukan 18 kali dengan interval tiga hari sekali.

#4. Panen dan Pascapanen

Panen dilakukan pada saat tanaman berumur empat bulan. Hal ini dilakukan agar kulit kentang tidak mudah lecet dan sesuai dengan spesifikasi ekspor. Tanaman kentang yang sudah siap panen ciri-cirinya yaitu batang kering dan daun rontok. Cara pemanenan kentang menggunakan garu, garu berfungsi untuk memudahkan petani dalam menggali kentang. Setelah digali kemudian kentang dibiarkan terkena sinar matahari tujuannya agar tanah yang menempel pada kentang mengering.

Buah hasil budidaya kentang

Setelah dilakukan pemanenan dilanjutkan dengan kegiatan penyortiran kentang tahap kesatu oleh petani. Pada tahap ini kentang dipisahkan berdasarkan spesifikasinya.

  1. umbi cukup umur
  2. bentuk normal
  3. tidak bertunas
  4. tidak busuk
  5. tidak hijau
  6. tidak terkena benda tajam
  7. tidak terkena hama dan penyakit
  8. masih keras dan fresh
  9. sudah dicuci.

Kriteria tersebut merupakan kriteria yang telah ditetapkan oleh buyer Singapura. Setelah disortir kemudian dilakukan grading. Grading bertujuan untuk memisahkan kentang yang berukuran xl, medium, mini dan baby. Petani kentang di Desa Serang melakukkan grading kentang dengan nama yang berbeda yaitu :

1) kentang AB         = super atau XL

2) kentang C            = medium

3) kentang DN        = mini

4) kentang rindil    = baby

Selanjutnya adalah Kegiatan yang dilakukan setelah Pascapanen budidaya Kentang, karena artikel ini sudah sangat panjang, maka kami buatkan 2 artikel lanjutan dengan judu ;

Kegiatan Pascapanen Kentang

Analisis Finansial Budidaya Kentang

Simpan

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !