Artikel

Panduan Lengkap Budidaya Lele Sangkuriang

Panduan Lengkap Budidaya Lele Sangkuriang – Kini Ikan lele (Clarias Batrachus) sudah menjadi primadona bisnis perikanan yang paling diminati masyarakat Indonesia. Pemeliharaan yang mudah, hasil yang berlimpah serta pangsa pasar yang luas menjadikan lele sangat digemari petani sebagai ikan budidaya yang menguntungkan.

Secara Umum ada dua segmen dalam budidaya lele, yaitu segmen Budidaya Pembenihan dan Segmen Budidaya Pembesaran. Sebelum masuk dalam dua segmen budidaya lele di atas, ada persiapan-persiapan yang harus kita penuhi dalam memulai usaha budidaya lele sangkuriang ini. Berikut persiapan yang saya maksudkan.

Pertama (Modal )

Modal adalah aspek paling penting dan merupakan salah satu keharusan dalam memulai usaha. Jika Anda belum memiliki modal jangan khawatir, pemerintah melalui Bank Indonesia memberikan kemudahan dengan memberikan modal pembiayaan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya,  salah satunya adalah program pembiayaan usaha kecil , berikut salah satu POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL SYARIAH (PPUK) yang saya ambil dari BI.go.id melauli program UMKM khusus usaha perikanan.

Persiapan Awal lele biasa dapat di baca di : Cara Budidaya Ikan Lele

Yang kedua (Lokasi dan Jenis Kolam Budidaya)

Meskipun lele adalah ikan yang sangat toleran dengan lingkungan, pemilihan tempat yang sesuai memberikan peluang keberhasilan lebih besar. Utamanya, lokasi harus dekat dengan sumber air, lokasi mudah dijangkau minimal menggunakan akses motor roda dua, lokasi kondusif dan aman untuk tempat usaha serta potensi ketersediaan pakan alam kedepannya. Syarat tersebut memang tidak sepenuhnya harus ada, kami hanya ingin memberikan panduan budidaya ini sempurna demi keberhasilan usaha budidaya lele sangkuriang Anda. Persyaratan teknis lokasi budidaya lele, tentu akan menunjang keberhasilan budidaya lele Anda.

Persiapan Kolam Budidaya

Ada setidaknya 5 jenis kolam tempat budidaya yang umum, kita bisa menggunakan kolam terpal, kolam tanah, kolam tembok/cor, keramba, serta jaring apung. Baik lokasi dan kolam, hendaknya disesuikan dengan segmen budidaya yang akan Anda pilih, apakah budidaya pembenihan atau budidaya pembesaran. Jika fokus pada pembesaran, kelima jenis kolam terpal sama-sama cocok tinggal sedikit penyesuaian saja, jika untuk kolam pembenihan, akan lebih terkontrol menggunakan kolam terpal.

Kolam Terpal

Keunggulan: Praktis dan mudah, modal tidak terlalu besar,  kontrol yang mudah terhadap kualitas dan kuantitas air,  mudah dalam pengeringan dan pembersihan, lebih mudah dalam panen lele serta mudah dipindahkan

Panduan Lengkap Budidaya Lele Sangkuriang

Dalam pembuatan kolam terpal yang harus di perhatikan yaitu jumlah populasi dan luas kolam. Untuk 100 ekor lele luas kolam adalah (Panjang 2m x Lebar 1m x Tinggi/dalam 0,6m). Untuk perbandingan yang lebih luas tinggal gunakan kelipatannya, Contoh (P 4m x L 2m x T 0,6) bisa menampung 200 ekor lele dan seterusnya, kita hanya perlu memperhatikan panjang dan lebar kolam.

Kolam Tanah

Dalam mempersiapkan kolam tanah, ada beberapa tahapan untuk memaksimalkan fungsi kolam tanah secara maksimal.

Pengeringan Dan Pengolahan Tanah Dasar Kolam : 5-7 hari kolam di biarkan kering oleh sinar matahari sampai terlihat retak-retak di bagian permukaan, cangkul bagian dasar agar menggemburkan tanah.  Buang lumpur tanah yang berwarna hitam pada dasar kolam. Fungsi pengeringan untuk mensterilkan dari mikroorganisme patogen penyebab penyakit, sementara pencangkulan berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam dasar kolam agar lebih optimal.

Pemupukan Dan Pengapuran Kolam Tanah : Pemupukan dilakukan setelah proses pengolahan tanah, pemupukan biasanya di barengi dengan proses pengapuran. Pemupukan menggunakan pupuk kompos (kotoran sapi/kambing) 100-500 g/meter persegi. Dapat juga menggunakan pupuk TSP 10 g per meter persegi. Ukur ph tanah dasar kolam, kolam yang baik biasanya ber ph 6-8. Jika terlalu asam dapat ditebarkan kapur diatasnya, tebar 500 g /meter persegi. Ph asam di tandai dengan nilai ph di bawah 7.

Pengaturan Pengairan : Kolam biasanya di isi dengan air setinggi 50-60 cm. Untuk budidaya lele pembesaran, penggantian air kolam dapat dilakukan satu kali selama masa budidaya sampai ikan lele siap dipanen, untuk kolam pembibitan usahakan kolam di ganti 2 minggu sekali. Kolam yang berisi air biasanya di diamkan selama kurang lebih 1 minggu untuk menumbuhkan plankton dan fitoplakton. Plankton biasanya akan tumbuh setelah kurang lebih satu minggu.plankton sangat bermanfaat sebagai pakan alami benih ikan.  Pertumbuhan bisa dipercepat dengan Pembuatan Plankton Untuk pakan benih Ikan.

Panduan Lengkap Budidaya Lele Sangkuriang

Pemeliharaan Kolam/Tembok : Kolam diberi pengapuran dengan dosis 100 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit.  Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2 malam. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2  selama satu minggu.Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.

Ketiga (Pemilihan Bibit atau Benih Lele Sangkuriang)

Benih dan bibit, Benih adalah istilah yang diperuntukan untuk segmen budidaya pembesaran, sementara Bibit diperuntukan untuk segmen budidaya pembenihan.

Benih Untuk Pembesaran : Benih terbaik untuk pembesaran saat ini masih disandang oleh ikan lele jenis sangkuriang. Jika Anda memang tidak melakukan pembenihan sendiri, saya rekomendasikan untuk mencari benih di Balai Besar Pembenihan Ikan, biasanya masuk ke lingkup dinas pertanian dan perikanan setempat.

Syarat Benih Lele Sangkuriang Unggul

Benih unggul sangkuriang memiliki ciri pergerakan ikan lincah, berwarna hitam agak kemerah-merahan khas lele sangkuriang, proporsi kepala dan tubuh seimbang, ikan lele yang tidak sehat biasanya memiliki perbandingan kepala lebih besar dibanding tubuhnya.

Usahakan ukuran benih lele rata-rata memiliki ukuran yang sama, karena ini penting dalam kompetisi mendapatkan pakan. Jika ukuran benih lele tidak seimbang akan terjadi ketimpangan dalam kompetisi memperebutkan pakan, yang berukuran lebih besar akan selalu menang dan merugikan benih sangkuriang yang ukuranya lebih kecil.

Ukuran benih lele sanguriang biasanya antara 5-7 cm. Tapi ini relatif tergantung pilihan Anda, Anda bisa memilih benih yang lebih besar atau lebih kecil. Dari benih yang berukuran 5-7 cm setelah 2,5-3 bulan akan siap panen. Jika pertumbuhan normal akan mencapai 9-12 ekor dalam satu kilogram.

*Catatan Khusus untuk budidaya Pembenihan : Untuk pemilihan bibit atau Indukan lele sangkuriang alangkah lebih baik Anda mencari ke Balai Besar Perikanan, ini untuk mengurangi resiko benih lele yang sudah majir atau sudah tua dan tidak bisa memijah. Untuk lebih lanjut silahkan baca Cara Budidaya Pembenihan Ikan Lele.

Mekanisme Penebaran Benih Lele Sangkuriang

Benih lele di wada di masukan perlahan ke dalam kolam dengan cara memiringkan wadah dan biarkan air kolam masuk kewadah secara perlahan. Biarkan ikan lele keluar dari wadah dengan sendirinya. Proses ini berguna untuk aklimatisasi atau penyesuaian benih sangkuriang terhadap lingkungan air kolam. Proses ini akan sangat mempengaruhi kehidupan benih dalam 12 jam kedepan. Jika proses ini tidak dilakukan, akan banyak benih lele yang mati. Fungsi teknik penebaran ini adalah mengurangi benih lele yang stres karena di masukan kedalam lingkungan baru.

Rumus kepadatan benih per meter persegi dengan kedalaman kolam 80-1,5 cm adalah 300-.450 ekor. Artinya dalam setiap meter persegi kolam kita bisa menebar 300-450 benih lele sangkuriang. Jika kolam yang anda pakai berukuran 6 x 3 meter maka, jumlah benih yang ditebar adalah 450 x 18 = 8100 benih lele sangkuriang.

Pemberian Pakan Untuk Budidaya Lele Sangkuriang

Pemberian pakan akan menyesuaikan ukuran/bobot masa tubuh lele. Secara teori jumlah pakan adalah 10% dari bobot masa tubuh. Jadi jika Anda menebar benih lele 100 kg, maka pakan dalam satu hari sebesar 10 persen dari 100 kg. Yaitu 10 kg perhari di bagi menjadi 2 kali pemberian pakan yaitu pagi sebelum pukul 9 dan sore setelah pukul 15.00. hitung-hitungan ini jika pakan utama kita menggunakan pelet ikan.

Untuk mengurangi biaya produksi pakan, kita bisa mencari alternatif pakan lele. Seperti pakan lele dari kotoran sapi dan pakan lele dari fermentasi ampas tahu. Ini akan membantu mengurangi biaya pembelian pakan.

Panduan Pemberian pakan lele dibedakan menjadi 2 yaitu pemberian pakan utama dan pemberian pakan alternatif. Anda bisa mengkombinasikan dalam pemberian pakan. Misalnya pagi hari diberi pakan utama berupa pelet ikan, sementara sore harinya diberi pakan alternatif fermentasi ampas tahu.

Penanggulangan Hama Dan Penyakit Lele Sangkuriang

Hama dan penyakit, hama bisa kita artiken sebagai predator seperti burung pemangsa ikan, ular atau jenis binatang lain yang memangsa ikan lele. Sedangkan penyakit seperti jamur, protozoa, cacing lele atau bakteri.

Untuk penanggulanganya tentu memiliki perbedaan. Hama kita bisa tanggulangi dengan melindungi kolam dengan ditutup terpal, membatasi tegalan kolam dengan tembok. Sedangkan penyakit dapat kita tanggulangi dengan pemberian cairan anti jamur, anti bakteri.untuk lebih jelas, Berikut biasa di baca  Jenis Jenis Hama dan Penyakit Ikan.

Teknik Panen Lele Sangkuriang

Budidaya lele sangkuriang akan panen setelah 2,5-3 bulan dengan 9-12 ekor setiap 1 kg. Satu hari sebelum panen, usahakan lele tidak di beri makan. Ini bertujuan untuk memberikan kualitas lele yang baik dan disukai oleh para pembeli karena kebersihan dan konsistensi bobot lele. Untuk mendapatkan lele dengan ukuran sama, kita harus mensortir ukuran setiap individu lele. Ini akan memudahkan dalam pemasaran, karena pasar akan memberikan harga sesuai dengan ukuran.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !