Menulis Seperti Bermain Bola, Dan Ini Panggilan Jiwa

Menulis Seperti Bermain Bola, Dan Ini Panggilan Jiwa – Anda suka bermain bola, atau suka nonton bola?..

Anda rela meski hari hujan tetap ke lapangan ?, anda rela tengah malam bangun untuk nonton klub Anda bermain?

Pemain bola profesional setiap hari latihan setiap pekan bermain untuk teamnya. Itu adalah pilihan mereka, saya yakin mereka melakukan pekerjaan menjadi pemain bola pro karena hobi.

Siapa sih, yang mau lari-lari, jatuh ke kanan dan ke kiri, harus berdarah-darah cedera dari kaki sampai kepala kalau mereka tidak melakukanya atas keinginan dan kemauan mereka sendiri.

Yah kan mereka juga di bayar, eh sob….

Untuk menjadi pemain sekelas Messi dan Ronaldo tidak serta merta sesuai keinginan mereka. Kerja keras, passion pada bidang mereka dan yang terpenting adalah mereka melakukannya dengan perasaan senang dan bahagia, meskipun perjuangan harus berdarah-darah. Demi hobi mereka !

Tidak usah jauh-jauh dan tinggi-tinggi dulu deh, bicara sekelas Messi atau Ronaldo kita belum makomnya .  Begini !

Pemain bola tarkam, meskipun tak dibayar dan banyak kesibukan sana sini, mereka dengan senang bermain sebaik mungkin tanpa peduli bayaran. Mereka cukup memiliki sepatu, kaos dan celana kolor yang disediakan oleh panitia.

Likungan menyediakan fasilitas berupa lapangan. Dan dengan rutin setiap sore berangkat ke lapangan untuk sekedar menendang-nendang bola.

Yuk menulis

Yuk menulis

Ketika menang mereka sangat senang, mendapat makanan dan minuman serta amplopan uang yang tidak seberapa.

Mereka juga masih tertawa geli meskipun kalah, hari besoknya masih saja tetap datang disore hari selepas rutinitas dan kesibukan mereka untuk kembali menendang-nendang bola.

Jika kamu memutuskan untuk hobi bermain bola, apakah kamu akan banyak alasan dan bermalas-malasan untuk bermain bola?

Tidak,

Karena Kita bicara hobi dan passion !, kecuali kamu salah dalam mengartikan dan mendeskripsikan hobi itu sendiri. Kalau masih memiliki alasan untuk melakukan hobi, seharusnya kamu  bertanya kembali pada diri, apa kesukaan kamu sebenarnya.

Yah,,sudah agak melenceng dari judul kayaknya, tapi itu adalah analogi sederhana untuk menggambarkan dan menyindir jangan ngaku hobi Anda “menulis”.

Saya sempat menulis artikel berjudul Blogging adalah tentang passion anda dalam menulis, dalam artikel tersebut, sedikit kuceritakan tentang sebuah passion dalam menulis.

Belajarlah menulis dari bermain bola

Mau tulisanku seburuk apapun, menulis adalah panggilan jiwa. Tak dibayar saya tak masalah, sama seperti bermain bola, kadang menang kadang kalah, dan tidak ambil pusing berapa kali menang dan berapa kali kalah. Ini opini saya, monggo saja jika berbeda. hehe

Quote :

Setiap kemenangan tergantung seberapa keras dan serius kita dalam berlatih dan bermain / bekerja

Tapi,

Saya sudah terlalu tua untuk sekedar bermalas-malasan dan tidak serius dalam menulis, memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukan dan menyempatkan menulis adalah sebuah kebahagiaan luar biasa, terlebih tulisan-tulisan kita diapresiasi dan dapat dibaca dan diakses oleh banyak orang.

Jangan Paksa Aku Menulis”, hobi kok dipaksa begitu kira-kira pertanyaan saya sebagai seorang yang hobi menulis.

Kalau tidak bisa setiap hari, maka ku coba menulis seminggu sekali. Dengan rentang waktu tersebut, saya bisa menuliskan artikel panjang lebar dengan ulasan yang dalam dan lengkap, bahkan bisa mencapai 2000 kata pertulisan.

Saya pernah menulis dengan judul : Menjadi Blogger Produktif, sebuah tulisan yang dibuat dengan tujuan memberikan penyelesaian masalah, tentu jumlah kata panjang yang saya sebut sebagai artikel pilar dan di dukung artikel-artikel pendukung.

Jika sedang  tidak mood, karena naluri saya memang menulis, maka saya menulis hal ringan yang paling hanya 400 kata, seperti pada tulisan ini. Yang penting saya memenuhi panggilan jiwa sebagai seorang penulis, meskipun amatiran.

Jika tidak menulis barang satu hari saja, seolah kok hari ini ada yang kurang. Ketika sedih, saya coretkan kesedihan dalam alunan kata-kata dan kutumpahkan dalam artikel-artikel galau. Jika sedang bahagia, situs ini akan merasakan hal yang sama, karena ku tumpahkan setiap senyum dalam coretan – coretan canda dan tawa.

Terkadang ku kombinasikan alunan puisi dan bahasa formal agar menjadi kolaborasi maut yang mampu mewakili perasaanku untuk mengungkapkan dinamika hidup.

Ini adalah tentang menulis adalah panggilan jiwa dari saya, How About You ?

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !