Mengintip Pembuatan Kerajinan Gedek Desa Banjaran

Mengintip Pembuatan Kerajinan Bambu Gedek Desa Banjaran

Apa itu Gedek?

Gedeg adalah anyaman bambu yang banyak dijumpai pada bangunan pemukiman sebagai dinding, sekat, pintu, jendela, penutup lantai, dan langit-langit. Dinding gedek pada umumnya dijumpai pada rumah sederhana. Gedek dipakukan pada rangka kayu atau bambu, dengan sisi kulit yang keras dan tahan terhadap cuaca dihadapkan ke luar rumah, sedang bagian lunak menghadap ke dalam.Gedek dengan kualitas baik dapat dibuat dari kulit bambu. Gedek kulitan ini cukup keras dan tidak banyak mengandung pati sehingga kumbang bubuk tidak memakannya.

Nah, kalau bahasa banyumasnya gedek disebut juga dengan istilah Tabag.

Oke, mari kita ulas Gedek dari sumbernya…Desa Banjaran Purbalingga…

Desa Banjaran adalah sebuah desa tradisional yang sangat terkenal sebagai salah satu pusat kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Purbalingga. Sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai pengrajin anyaman bambu. Hasil kerajinan anyaman bambu yang terkenal dari desa ini adalah gedek. Masyarakat di Desa Banjaran memanfaatkan bambu sebagai bahan baku pembuatan gedek. Hampir di setiap rumah, masyarakat Desa Banjaran memproduksi gedek, biasanya pekerja merupakan satu keluarga, dan seluruh anggota keluarga memiliki tugas masing-masing, dimulai dari pengambilan bambu, pembilahan, penjemuran, sampai proses penganyaman. Semuanya sangat terampil dan memang kerajinan membuat gedeg dari bambu ini sudah dilakukan secara turun-temurun.

Pembuatan kerajinan gedek bambu

Di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, bambu dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan kerajinan gedeg.

Bambu sebagi bahan baku Gedek..

Tumbuhan di alam sangat melimpah dan beraneka ragam. Pemanfaatan dari tumbuhan sudah mulai dikenal oleh masyarakat sejak dulu. Salah satu manfaat tumbuhan yaitu tumbuhan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri kerajinan, antara lain anyaman bambu. Untuk menghasilkan produk anyaman dari bahan tumbuhan, diperlukan pengetahuan dan pengalaman dalam mengenal tumbuhan tersebut.

Tumbuhan yang akan digunakan untuk membuat anyaman bambu harus memiliki serat yang panjang dan kuat. Salah satu ragam tumbuhan yang memenuhi kedua persyaratan tersebut adalah bambu. Indonesia sebagai salah satu negara tropis di dunia memiliki sumber daya bambu yang cukup potensial. Sumber daya bambu yang cukup melimpah tersebut perlu ditingkatkan pemanfaatannya agar dapat memberi sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional.

Bambu merupakan bahan lokal yang sudah sangat dikenal di Indonesia, khususnya bagi penduduk yang tinggal di pedesaan, tanaman bambu menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat dan  memegang peranan sangat penting dalam kehidupan masyarakat.Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan bambu pada berbagai keperluan masyarakat sejak zaman nenek moyang kita.Bambu banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pembuatan perkakas dapur, bahan pembuatan aneka keperluan pertanian, bahan bangunan, bahan kerajinan dan lain-lain.

Gedek yang khas dan kaya variasi dibuat dari berbagai jenis bambu. Sekalipun pada umumnya, hampir semua bambu dapat digunakan untuk anyaman, tetapi di Desa Banjaran pada umumnya menggunakan bambu tali (Gigantochloa apus) dan bambu wulung atau bambu hitam (Gigantochloa atroviolaceae) untuk membuat gedek.

Setiap bambu mempunyai peran utama masing-masing pada jenis produk anyaman tertentu.Untuk memperoleh gedek dengan motif yang menarik, maka perlu dikombinasi dua jenis bambu, bambu wulung dan bambu tali. Gedek semacam ini cukup mahal, namun cukup artistik sehingga banyak dipakai pada bangunan-bangunan wisata.Sesuai dengan kemajuan teknologi dan tuntutan zaman, produk anyaman bambu semakin beraneka ragam. Muncul motif-motif baru dan pemakaian warna sebagai penghias produk. Demikian juga, selain mempergunakan pewarna alami, beraneka warna cat meramaikan produk yang dihasilkan.

Mari intip Cara dan Proses Pembuatan Gedek / Tabag Bambu di Desa Banjaran Purbalingga

  1. Bambu ditebang dari pohonnya, dicari yang batangnya kira-kira sudah tua dan tebal.Masing-masing dipotong pangkalnya sepanjang ±50 cm untuk menghilangkan bagian batang bambu dengan ruas yang tidak beraturan.
  2. Batang bambu tersebut dipotong-potong dengan panjang yang sama, misalnya untuk membuat gedek ukuran 3×3 meter, bambu dipotong dengan ukuran 3 meter.
  3. Batang bambu yang akan dibelah diukur diameternya dan tebal dindingnya.
  4. Batang bambu dibelah menjadi empat bagian, kemudian dilakukan peliningan, yaitu bambu dibelah-belah lagi menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama menggunakan alat belah bambu.
  5. Setelah itu, dilakukan pengiratan, yaitu belahan bambu tadi dibelah atau dikirat setipis mungkin agar mudah untuk dianyam. (Banyaknya bilah bambu yang dihasilkan tergantung dari besarnya diameter bambu yang dibelah).
  6. Bilah bambu dibuat setipis mungkin, Bilah bambu dijemur dibawah sinar matahari sampai kering agar tidak lembab dan berjamur.
  7. Bilah bambu dijejerkan dan disusun terlebih dahulu sebelum dianyam, kemudian dianyam secara manual sesuai motif yang diinginkan.
  8. Untuk motif anyaman, digunakan bilah bagian luar bambu tali dengan warna hijau alami, atau digunakan bambu wulung untuk warna hitam alami.

Berikut Tahap Pembuatan Gedek / Tabag Bambu (Gambar)

Pembuatan kerajinan gedek bambu

Pemotongan – Pembelahan Bambu

Pembuatan kerajinan gedek bambu

Penghalusan

Pembuatan kerajinan gedek bambu

Penganyaman Gedek

Untuk membuat gedek ini, mula-mula bambu dipecah memanjang menjadi empat. Selanjutnya pecahan itu dibagi lagi dengan lebar yang sama. Kulit sisi dalam yang lunak dibuang, sedang sisanya dibagi lagi secara tangensial, dengan tebal yang sama 1 – 2 mm. Bahan ini biasanya dianyam secara manual.

Untuk mempercepat penganyaman ini sekarang sudah ada mesin penganyam bambu. Bambu bahan gedek ini pada umumnya diawetkan secara tradisional dengan perendaman didalam air. Pengawetan ini sangat diperlukan, khususnya untuk bambu bagian dalam yang lunak, sedang untuk kulit perendaman ini tidak terlalu perlu.

Penganyaman dapat dilakukan secara seragam, semua kulit yang keras, atau semua dari bagian dalam yang lunak tergantung keperluannya. Penganyaman secara kombinasi antara bagian kulit dan bagian dalam juga sering dijumpai. Kombinasi ini juga dapat dilakukan dari dua jenis bambu, misalnya bambu tali yang berwarna hijau sampai kekuningan dengan bambu wulung yang berwarna hitam.

Kombinasi ini dapat menghasilkan motif-motif yang menarik dengan diberi sentuhan seni. Motif gedek dibuat sesuai permintaan pasar. Pengrajin harus pandai dalam memodifikasi model anyaman bambu dan harus kreatif untuk menciptakan anyaman yang unik agar mempunyai daya jual tinggi. Selain dibuat dengan warna bambu alami, gedek pada umumnya dimodifikasi dengan memberi warna tambahan dengan pewarna buatan agar tampilannya lebih menarik.Beberapa contoh motif gedek dapat dilihat pada gambar berikut:

Pembuatan kerajinan gedek bambu

Motif anyaman getek

Bambu yang telah ditebang adakalanya tidak langsung digunakan, untuk itu bambu perlu disimpan terlebih dahulu agar bambu tidak cepat rusak karena hama atau jamur, maka cara penyimpanannya perlu diperhatikan. Cara penyimpanan bambu yang baik adalah dalam gudang yang sirkulasi udaranya baik, kering dan tidak terpengaruh oleh angin atau hujan. Bambu tidak ditumpuk tetapi disandarkan pada dinding. Produksi kerajinan gedek di Desa Banjaran menggunakan bahan baku bambu tali dan bambu wulung.

Baca juga ;

Semoga artikel berjudul Mengintip Pembuatan Kerajinan Gedek Desa Banjaran Purbalingga, dapat bermanfaat, salam.

3 thoughts on “Mengintip Pembuatan Kerajinan Gedek Desa Banjaran

  1. Novita Rahma

    Wahh artikelnya bagus dan bermanfaat banget nih
    Kunjungi juga www,smartkiosku,com atau www,serbamultimedia,com

    Reply
  2. Trah Sengkuni

    Membilah bambu ini perlu ketelitian. Tidak sembarang orang bisa. Apalagi mbalahnya tipis. Rumahku masih pakai gedek untuk plafon.

    Reply
    1. Tohir Post author

      Adem jadinya mas..sirkulasi udara masuk dan keluar dapat dengan leluasa…kalau rata-rata di tempatku juga masih menggunakan Gedek / Tabag sebagai dinding rumah..

      Reply

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !