Pembuatan Larutan, Titrasi Asam Basa dan Analisa Kualitatif

Pembuatan Larutan, Titrasi Asam Basa dan Analisa Kualitatif – Dalam artikel ini akan di bagi menjadi 3 percobaan, yaitu percobaan 1 (analisa kualitatif), Percobaan 2 (Pembuatan larutan baku), percobaan 3 titrasi asam basa.

Alat pada Percobaan 1

Alat-alat yang dibutuhkan dalam praktikum analisa kualitatif anion adalah tabung reaksi, rak tabung reaksi, kertas pH, pipet seukuran, pipet tetes, dan filler. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 1 mL  larutan  10% baking soda, larutan kapur tulis, larutan Ba(OH)2, 1 mL larutan 10% HCl, larutan 1 mL AgNO3, larutan HNO3, 1 mL larutan 0,1 M KI, 1 mL larutan pemutih, dan  larutan  kanji.

Alat Percobaan  2

Alat-alat yang dibutuhkan dalam praktikum pembuatan larutan baku asam oksalat adalah  timbangan, batang pengaduk, labu  takar, corong, kertas saring, gelas ukur, gelas beker, dan pipet tetes. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kristal asam oksalat dan akuades.

Alat pada Percobaan 3

Alat-alat yang dibutuhkan dalam praktikum titrasi asam-basa  adalah buret, statif, labu erlenmeyer, corong, pipet seukuran, pipet tetes dan filler. Bahan-bahan yang dibutuhkan  larutan NaOH, larutan indikator fenolftalein, 10 mL larutan  0,1 M asam oksalat, dan 10 mL larutan HCl

Prosedur Kerja

Percobaan 1 ( Analisa Kualitatif Ion)

#1. Test gas CO2

  • 1 mL larutan 10% baking soda dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  • Tabung reaksi ditutup lalu dikocok, lalu kertas pH dimasukkan
  • Beberapa tetes Ba(OH)2 diteteskan ke dalam tabung reaksi tersebut
  • Lalu diamati
  • Prosedur tadi dilakukan  kembali untuk larutan kapur tulis

#2. Test ion Cl

  • 1 mL larutan 10% garam dapur dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  • Tabung reaksi ditutup lalu dikocok, lalu kertas pH dimasukkan dekat permukaan cairan dalam tabung
  • 1 mL AgNO3 dan beberapa tetes HNO3ditambahkan ke dalam tabung reaksi tersebut lalu diamati apa yang terjadi

#3. Test untuk sulfat (SO42-)

  • 1 mL larutan 0,1 M MgSO4 dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  • Tabung reaksi ditutup lalu dikocok, lalu kertas pH dimasukkan
  • 1 mL BaCl2 dan beberapa tetes HNO3 ditambahkan ke dalam tabung reaksi tersebut
  • Lalu diamati

#4. Test untuk Iodida (I-)

  • 1 mL larutan 0,1 M KI dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  • Kertas pH dimasukkan
  • 1 mL larutan pemutih diteteskan ke dalam tabung reaksi tersebut lalu diamati
  • Beberapa larutan kanji diteteskan kedalam tabung reaksi lalu diamati

Percobaan 2 (Pembuatan Larutan Baku Asam Oksalat)

  • Kristal asam oksalat yang harus ditimbang untuk membuat larutan 0,1 M asam oksalat sebanyak 50 mL dihitung.
  • Sejumlah asam oksalat ditimbang dengan gelas piala 100 mL, lalu diencerkan dengan akuades secukupnya, lalu diaduk sampai homogen
  • Labu takar 50 mL disediakan, corong dipasang pada mulut labu takar dan diganjal dengan gulungan kertas saring
  • Larutan asam oksalat dipindahkan ke dalam labu takar 50 mL dengan bantuan batang pengaduk secara hati-hati
  • Gelas piala dan batang pengaduk dibilas menggunakan akuades
  • Akuades ditambahkan ke dalam labu takar dengan gelas ukur sampai volume mendekati 50 mL
  • Gulungan kertas saring diambil, corong diangkat, lalu dibilas menggunakan akuades
  • Dinding leher labu takar dikeringkan menggunakan kertas saring
  • Tetes demi tetes akuades ditambahkan ke dalam labu takar dengan bantuan pipet tetes sampai permukaan air tepat pada miniskus
  • Labu takar ditutup, mulut labu takar dipegang dengan tangan kanan dan labu diletakkan di atas lengan sambil dibolak-balikkan 25 kali supaya diperoleh larutan yang homogen

Percobaan 3 (Titrasi Asam-Basa)

  • Buret dibilas menggunakan larutan  NaOH yang akan dipakai sebanyak dua kali, setiap pembilasan dengan 5 mL
  • Larutan NaOH yang akan dicari konsentrasinya dimasukkan ke dalam buret dengan hati-hati
  • Labu erlenmeyer 250 mL diisi dengan 10 mL larutan standar asam oksalat 0,1 M dengan menggunakan pipet seukuran.
  • 2 tetes larutan indikator fenoftalein diteteskan ke dalam labu erlenmeyer.
  • Keran buret dibuka dan titrasi dimulai sambil mengocok labu erlenmeyer secara perlahan
  • Jika larutan sudah menjadi merah muda, titrasi dihentikan karena sudah mencapai titik ekuivalen
  • Volume NaOH yang dibutuhkan untuk menetralkan 10 mL 0,1 M asam oksalat dicatat. Titrasi dilakukan dua kali, hasilnya dirata-rata
  • Ulangi prosedur diatas, larutan asam oksalat diganti menggunakan 10 mL larutan HCl.

Dari berbagai sumber ;

Johari, J.M.C, Rachmawati, M. 2010.  Chemistry 1A for Senior High School Grade X Semester 1. Esis, Jakarta

Laboratorium Kimia Dasar. 2008. Pengenalan Alat dan Bahan Kimia. FMIPA UGM, Yogyakarta

Laboratorium Kimia SMA YPPI. 2011. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Kimia. SMA YPPI, Surabaya

Tim Pengampu. 2015. Penuntun Praktikum Kimia Pertanian. Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto

Rheza, M, Tutik, R, Kristianingrum, S. 2012. Profil Laboratorium Kimia SMA/MA di Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2011/2012. eprints.uny.ac.id. 20 November 2015

Demikian tentang Pembuatan Larutan, Titrasi Asam Basa dan Analisa Kualitatif, semoga bermanfaat

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !