Pembuatan Media Pertumbuhan Mikrobiologi

Pembuatan Media Pertumbuhan Mikrobiologi – Secara umum, Media yang banyak dan sering di pake dalam laboratorium Mikrobiologi adalah NA, NB dan PDA. Berikut Cara Membuat Media Nutrient Agar (NA), Nutrien Broth (NB) dan Potato Dextrose Agar (PDA).

Media pertumbuhan mikroba sangat beragam. Secara umum dikenal adanya media pertumbuhan alami dan sintetik. Media alami yaitu bahan dasar media berasal dari bahan-bahan alami sehingga komposisi nutrien yang dikandungan tidak diketahui pasti kecuali melalui suatu analisa media AgarTomato. Adapun media sintetik yaitu media yang komposisi bahannya diketahui pasti sebagai contoh yaitu Nutrient Agar. Diantara keduanya adapula yang dikenal sebagai media semi sintetik karena sebagian bahannya berupa bahan alami dan lainnya bahan yang jelas komposisinya sebagai contoh yaitu Potato Dextrose Agar.

Pembuatan Media Pertumbuhan Mikrobiologi

Selain didasarkan komposisi, media pertumbuhan mikroba juga dapat digolongkan berdasarkan kegunaannya, contoh media kultivasi, media selektif, media diferensial. Media kultivasi adalah media umum yang digunakan untuk memelihara kultur mikroba murni, contoh Potato Dextrose Agar untuk fungus dan Nutrient Agar untuk bakteri,. Media selektif adalah media yang digunakan untuk menseleksi mikroba tertentu yang diinginkan, bisa menggunakan media khusus atau media kultivasi yang ditambah dengan senyawa tertentu, contoh yaitu penggunaan media deMann Rugose Agar untuk media selektif bagi Bakteri Asam Laktat, Nutrient Agar dengan penambahan Nalidixic Acid, ditujukan agar bakteri Gram positif saja yang tumbuh.

Adapun yang dimaksud media diferensial yaitu media yang dapat digunakan untuk membedakan jenis mikroba satu dari yang lainnya dari kelompok-kelompok mikroba yang memiliki kekerabatan dekat dan ciri-ciri dengan kemiripan tinggi. Sebagai contoh adalah media Endo Agar, pada media ini maka Enterobacteriaceae yang memfermentasi laktosa akan memiliki koloni berwarna merah, sedangkan yang tidak memfermentasi laktosa akan menunjukkan koloni yang tidak berwarna.

Baca Juga : Pengenalan Alat Dan Teknik Laboratorium Mikrobiologi

Bahan dan Alat

Bahan dan alat yang digunakan antara lain:

  • Beef ekstrak
  • Pepton
  • Dextrosa
  • Kentang
  • Agar
  • Akuades
  • Alat-alat gelas: beaker glass, erlenmeyer, tabung reaksi, cawan petri
  • Mikropipet
  • Inkubator
  • Otoklaf
  • pH meter atau pH indikator

 

1. Pembuatan Nutrient Agar

Timbang bahan dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai dengan komposisi berikut:

Beef  extract 3 g

Peptone 5 g

Agar 20 g

Akuades s.d 1000 ml

  • Larutkan agar pada sebagian air tersebut dan dipanaskan sambil diaduk (menggunakan kompor gas atau hot plate stirrer).
  • Sementara itu sebagian akuades digunakan untuk melarutkan peptone dan beef extract, cukup dengan pengadukan.
  • Setelah keduanya larut, larutan dituangkan ke larutan agar dan diaduk sampai homogen. Kemudian pH media diukur dengan mencelupkan kertas pH indikator. Nilai pH diatur sekitar 6,8-7,2 jika diperlukan dapat ditambahkan HCl jika basa atau NaOH jika media terlalu asam.
  • Setelah itu media dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer dan disterilisasi dengan autoklaf.
  • Jika diinginkan media tegak atau miring, media diisikan ke tabung reaksi kemudian disterilisasi.
  • Saat diperlukan untuk pengisian petridish, media yang sudah disteril dituang ke cawan petri steril secara aseptis dalam keadaan masih cair dan suhu sekitar 45°C.

 

2. Pembuatan Nutrient Broth

Untuk Pembuatan NB, Komposisi untuk media NB sama dengan NA tetapi tidak memakai agar.

3. Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)

Timbang komponen media dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai dengan komposisi berikut:

Potato / kentang 200 g

Dextrosa 20 g

Agar  20 g

Akuades s.d 1000 ml

  • Sebelum ditimbang, kentang dikupas dan diiris kecil-kecil. Rebus kentang dengan akuades sampai mendidih, selanjutnya disaring. Cairan ditampung di beaker glass.
  • Ekstrak kentang kembali direbus, masukkan agar dan direbus sampai semua agar larut. Selanjutnya dekstrosa dimasukkan sambil terus diaduk. Penyusutan volume cairan diganti dengan akuades sampai kembali ke 1000ml.
  • Biarkan media sampai agak dingin (± 55C°), diatur media agar memenuhi pH 5-6 menggunakan HCl jika basa atau NaOH jika media terlalu asam.
  • Media dituang ke dalam Erlenmeyer atau ke tabung reaksi, siap disterilisasi.

Baca Juga : Alat Dan Prinsip Sterilisasi

Category: Ilmiah Tag:

About tohir

Ingin Belajar Sampai Dunia Alien, Bahwa berhenti belajar adalah kemunduran pemikiran. Tertarik pada hal baru yang mengundang penasaran.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !