Ini Nih Yoghurt Dari Jagung dan Kacang Hijau Serta Pengemasanya

Ini nih Yoghurt Dari Jagung-Kacang Hijau – Yoghurt merupakan produk yang diperoleh dari fermentasi susu dan atau susu rekonstruksi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan atau bakteri asam laktat lain yang sesuai, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan (BSN, 2009). Umumnya susu yang digunakan untuk membuat yoghurt adalah susu sapi. Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, yoghurt tidak hanya mengandalkan bahan baku dari susu sapi atau susu hewani, tetapi susu dari bahan nabati. Salah satu bahan nabati yang berpotensi sebagai bahan baku yoghurt adalah jagung manis.

Jagung manis memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 22,8 gram/100 gram jagung manis. Karbohidrat dalam biji jagung manis terdiri dari gula pereduksi (glukosa dan fruktosa), sukrosa, polisakarida, dan pati. Menurut Supriyanto (2006), gula dalam biji sweet corn adalah sukrosa yang dapat mencapai jumlah 11% yang cukup untuk digunakan sebagai bahan pembuatan yoghurt.

Yoghurt

Yoghurt

Yoghurt jagung manis masih belum bisa memenuhi zat gizi seperti yoghurt pada umumnya terutama kandungan proteinnya. Kacang hijau dapat ditambahkan pada pembuatan yoghurt jagung untuk menambah kecukupan gizinya. Hal tersebut karena kacang hijau memiliki kandungan gizi protein 22 gram/100 gram.

Formulasi

Formulasi yoghurt jagung-kacang hijau telah diteliti sebelumnya oleh Arimah (2015) menghasilkan formulasi terbaik yaitu yoghurt dengan penambahan kacang hijau 10% dan konsentrasi starter 4%. Akan tetapi penelitian tentang umur simpan dari yoghurt jagung-kacang hijau belum pernah ada.

Umur Simpan Dan Pengemasan Yang Baik

Umur simpan merupakan selang waktu antara bahan pangan mulai diproduksi hingga tidak dapat diterima lagi oleh konsumen akibat adanya penyimpangan mutu. Kendala yang sering dihadapi dalam penentuan umur simpan suatu produk adalah masalah waktu, oleh karena itu diperlukan metode pendugaan umur simpan yang cepat, mudah, murah dan mendekati umur simpan yang sebenarnya.  Salah satu caranya yaitu menggunakan Metode Acceletrated Shelf Life Testing (ASLT) dengan model Arrhenius. Metode tersebut pada prinsipnya adalah menyimpan produk pangan pada suhu ekstrim, dimana kerusakan produk pangan terjadi lebih cepat kemudian umur simpan ditentukan berdasarkan ekstrapolasi ke suhu penyimpanan.

Ini nih Yoghurt Dari Jagung-Kacang Hijau

Ini nih Yoghurt Dari Jagung-Kacang Hijau

Kualitas dan kemasan produk juga memberikan pertimbangan kepada konsumen dalam memilih produk. Salah satu kemasan yang biasanya digunakan untuk mengemas yoghurt adalah cup plastik. Terdapat beberapa jenis kemasan plastik akan tetapi yang digunakan adalah polypropylene (PP). Luas permukaan yang kecil sehingga dapat mengurangi kontak bahan dengan oksigen menjadi pertimbangan pemilihan PP. Kelebihan lain kemasan ini adalah mudah diberi warna.

Warna adalah salah satu aspek yang paling berpengaruh dari desain kemasan. Sebagian besar konsumen lebih dahulu mengidentifikasi warna kemasan sebelum fitur visual lainnya. Sebagian besar produsen yoghurt yang telah ada menggunakan cup PP warna putih.

Warna hijau dipilih karena menyesuaikan produknya yang asam dan sebagai representasi dari bahannya yang ingin memberitahukan bahwa di dalam yoghurt jagung terdapat kacang hijau sebagai bahan tambahannya. Warna bening dan putih sebagai pembanding ketika produk dapat dilihat secara langsung melalui cup bening dan tidak dapat dilihat secara langsung apabila disimpan dalam cup putih. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan penentuan umur simpan pada berbagai kemasan cup PP yaitu warna bening, hijau dan putih.

Baca Juga :

Simpan

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !