PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Sejarah telah mencatat bahwa semua agama baik agama samawi atau agama wad’i disiarkan dan dikembangkan oleh para pembawanya yang disebut utusan Tuhan dan oleh para pengikutnya. Mereka yakin bahwa kebenaran dari Tuhan itu harus disampaikan kepada umat manusia untuk menjadi pedoman hidup. Para penyebar agama banyak yang menempuh perjalanan jarak jauh dari tempat kelahirannya sendiri demi untuk menyampaikan ajarannya. Misalnya Nabi Ibrahim berhijrah dari daerah Babylonia menuju Palestina, Mesir dan Mekah. Nabi Musa pulang balik dari Mesir dan Palestina, Nabi Isa hijrah dari Bait lahm ke Yaruesalem, dan Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah. Para pemeluk agama menyebarkan lagi tempat tempat yang lebih jauh secara langsung atau secara beranting (estafet), sehingga agama-agama sekarang telah tersebar ke seluruh pelosok dunia.

Usaha penyiaran agama pasti menghadapi rintangan, hambatan , gangguan bahkan ancaman yang berat. Itulah sebabnya maka kadang-kadang penyiaran suatu agama berjalan dengan lancar, kadang-kadang tersendat-sendat dan kadang-kadang mengalami kemacetan walaupun tidak total Pengembangan dan penyiaran agama Islam termasuk paling dinamis dan cepat dibandingkan dengan agama-agama lainnya. Hal tersebut diukur dengan kurun waktu yang sebanding dengan situasi dan kondisi, alat komunikasi dan transportansi yang sepadan. Catatan sejarah telah membuktikan bahwa Islam dalam waktu 23 tahun dari kelahirannya sudah menjadi tuan di negrinya sendiri, yaitu Jazirah Arabia.Pada zaman Khalifah Umar bin Khatabb, Islam masuk secara potensial di Syam Palestina, Mesir dan Iraq. Pada zaman Usman bin Affan, Islam telah masuk di negeri-negeri bagian timur sampai ke Tiongkok dibawa oleh para pedagang zaman dinasti Tang. Kesimpulannya ialah, bahwa dalam kurun waktu kurang dari satu abad dari kelahirannya, Islam telah tersebar jauh sampai ke Tiongkok, ke Afrika bagian Utara ke Asia kecil dan bagian Utara (lembah sungai Everat dan Tigris). Sedangkan agama-agama lain memerlukan beberapa abad untuk dapat menyebar ke luar negerinya dalam jarak yang jauh dan daerah yang luas atau untuk menjadi tuan di negerinya sendiri.
MASUK DAN BERAKEMBANGNYA ISLAM DI INDONESIA 
Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, ajarannya pun sangat mudah difahami dan diamalkan. Karena itu penyebaran dan perkembangannya pun berjalan begitu cepat. Akselerasi dan penyebaran Islam tersebut disebabkan adanya faktor-faktor khusus yang dimiliki Islam, yaitu :
a. Faktor ajaran Islam itu sendiri
Ajaran Islam baik di bidang akidah, syariah dan akhlaknya mudah dimengerti dan diamalkan oleh semua lapisan masyarakat, dapat diamalkan secara luwes dan ringan, selalu memberikan jalan keluar dari kesulitan.
b. Faktor tempat kelahiran Islam
Islam lahir di Jazirah Arabia, sedangkan Jazirah itu mempunyai banyak kelebihan yaitu :
  1. Jazirah Arabia lokasinya sangat strategis, yaitu di tengah persimpangan antara benua-benua Afrika, Eropa, Asia bagian utara dan Asia bagian timur. Bangsa-bangsa yang ada disekitar Jazirah Arabia itu sudah terkenal memiliki kebudayaan yang maju, misalnya Bangsa Mesir, Ethiopia, Syiria, Romawi Timur, Persia, India dan lain sebagainya. Dengan demikian maka negara-negara pada empat penjuru angin terasa sama dekatnya dan penyebaran Islam dengan mudah sampai kepada mereka. Seandainya Islam itu lahir di ujung selatan Benua Afrika atau ujung selatan Benua Amerika, maka jalannya penyebaran agama tersebut tidak akan cepat dan mudah.
  2. Arabia itu di sebut Jazirah ( pulau ) karena hampir seluruh tanahnya di kelilingi oleh perairan secara langsung, yaitu oleh Laut Tengah, Laut Merah, Samudra India, Teluk Persi ( Teluk Arab ) dam sungai besar yaitu Sungai Eufrat dan Tigris. Walaupun demikian Jazirah Arabia mempunyai hubungan darat dengan benua-benua sekitarnya. Dengan demikian maka hubungan antara Arabia dengan dunia luar dapat di tempuh dengan jalan laut dan darat. Sejak zaman dahulu kafilah Arab melalui darat dan jalan laut sudah termasyhur. Diriwayatkan pada zaman Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain orang Arab banyak yang dijadikan awak kapal mengarungi lautan yang luas. Dan khalifah Arab melintas jalan raya darat yang tertua yaitu Khaibar Pass yang menghubungkan Timur Tengah dan Tiongkok. Padahal menurut L. Stoddard bahwa orang-orang Eropa sampai abad pertengahan belum memahami arti yang sebenarnya dari lautan dan pelayaran di samudra luas. Faktor demikian ini ikut memberikan akselerasi dan dinamika bagi penyebaran Islam pada periode permulaannya.
  3. Arabia terdiri dari padang pasir dan gunung-gunung batu yang tandus. Hanya sebagian kecil saja daerah yang subur. Keadaan yang demikian itu memaksa penduduknya untuk mencari penghidupan dengan jalan perdagangan. Pertanian dan peternakan tidak dapat mencukupi kebutuhan minimal dari penduduknya. Sejak dahulu orang Arab sudah biasa melakukan perjalanan keluar negri untuk melakukan perdagangan. Nabi Muhammad pada waktu masih muda pernah pergi ke luar negeri dua kali ( ke negeri Syam ) untuk berdagang. Perdagangan di kuasai olah para bangsawan suku Quraisy yang berkuasa di bidang ekonomi dan politik. Alqur’an surat al Quraisy memberikan makna yang berlatar belakang kehidupan perdagangan penduduk Makkah pada zaman itu. Hijrah yang pertama kali di lakukan oleh orang Islam ialah ke negeri Habasyah ( Ethiopia ) di Afrika. Negeri Habasyah sudah dikenal oleh orang Arab karena termasuk daerah tujuan perdagangan. Begitu juga Nabi Muhammad menyebut negeri Tiongkok dalam hubungannya dengan kewajiban menuntut ilmu pengetahuan, ada hubungannya dengan perdagangan yang terjalin antara Tiongkok dengan negeri Timur Tengah. Bersamaan dengan perjalanan dagang yang dilakukan oleh orang Arab itulah Agama Islam ikut tersiar keluar daerah Makkah. Kaum perdagangan adalah yang paling sering berhubungan dengan orang atau bangsa-bangsa lain. Mereka pada umumnya mempunyai sikap yang ramah tamah dan dinamis. Faktor positif seperti itu ikut mempercepat tersiarnya Agama Islam. Seandainya Islam pertama itu turun pada kaum petani di tanah yang subur, maka perkembangan Islam tidak kan secepat itu. Kaum petani di daerah subur yang dengan sendirinya sifatnya menetap akan mengakibatkan perkembangan Islam terhambat. Kaum petani di daerah subur mempunyai kecenderungan tidak banyak merantau dan tidak sering berhubungan dengan bangsa-bangsa asing.
  4. Iklim Jazirah Arabia pada umumnya panas dan kering. Pada waktu musim panas suhu udara siang mencapai 500 C atau lebih. Perbedaan suhu udara siang dengan suhu udara malam agak besar. Oleh karena itu, Bangsa Arab di Jazirah Arabia sudah terbiasa hidup di dalam suhu udara yang bermacam-macam, baik udara panas, sedang dan udara dingin. Kondisi seperti itu sangat besar artinya bagi para mubaligh Islam angkatan pertama tersebut. Mereka apabila dikirim ke luar daerah atau ke luar negeri tidak akan mengalami kesulitan tentang iklim, sehingga mereka tidak terganggu kesehatan jasmani dan rohaninya. Mereka dapat bertahan dan mudah menyesuaikan dengan iklim di daerah baru tempat mereka menyiarkan agama Islam. 
Indonesia pun kemudian menjadi salah satu negara tujuan penyebaran agama Islam. Hal tersebut karena Indonesia merupakan negara yang dikenal oleh bangsa-bangsa lain.  Ada dua faktor utama yang menyebabkan Indonesia mudah dikenal oleh bangsa-bangsa lain, khususnya oleh bangsa-bangsa di Timur Tengah dan Timur jauh sejak dahulu kala, yaitu:
  1. Faktor letak geografisnya yang stategis, Indonesia berada di persimpangan jalan raya internasional dan jurusan Timur Tengah menuju Tiongkok, melalui lautan dan jalan  menuju benua Amerika dan Australia.
  2. Faktor kesuburan tanahnya yang menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup yang dibutuhkan oleh bangsa-bangsa lain, misalnya: rempah-rempah.
Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika masuknya Islam di Indonesia ini terjadi tidak terlalu lama jauh dari zaman kelahirannya. Harus dibedakan antara datangnya orang Islam yang pertama di Indonesia dengan permulaan penyiaran Islam di Indonesia.
Jika agama Islam dalam arti para pedagang Islam telah masuk di Tiongkok pada zaman Khalifah Usman bin Affan, maka tidak mustahil ada pedagang islam yang hampir atau menetap di Indonesia sekitar zaman itu, mengingat letak Indonesia dilalui oleh mereka yang akan pergi ke Tiongkok lewat lautan. Tetapi ilmu sejarah tidak cukup hanya berdasarkan perkiraan atau hipotesa belaka.
Beberapa pendapat tentang permulaan Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut: bahwa kedatangan Islam pertama di Indonesia tidak identik dengan berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia. Mengingat bahwa pembawa Islam ke Indonesia adalah para pedagang, bukan misi dan tentara dan bukan pelarian politik. Mereka tidak ambisi langsung mendirikan kerajaan Islam. Lagi pula di Indonesia pada zaman itu sudah ada kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang banyak jumlahnya dan berkekuatan besar. Jadi masa tenggang antara kedatangan orang Islam pertama di Indonesia dengan berdirinya kerajaan Islam pertama adalah sama.
Ada beberapa teori untuk perpertanyaan tersebut, antara lain sebagai berikut :
  1. Yang datang pertama kali ialah mubaligh dari Persi (Iran), pada pertengahaan abad 12 M. Alasannya karena kerajaan Islam pertama di Indonesia bernama Pase (Pasai) berasal dari Persi. Ditambah dengan kenyataan bahwa orang Islam Indonesia sangat hormat kepada keturunan Sayid atau Habib yaitu keturunan Hasan dan Husen putera Ali bin Abi Talib
  2. Yang datang pertama kali ialah mubaligh dari India Barat, tanah Gujarat. Alasannya, karena ada persamaan bentuk nisan dan gelar nama dari mubaligh yang oleh Belanda dianggap sebagai kuburan orang-orang Islam yang pertama di Indonesia.
Dua macam pendapat di atas sekarang sudah dianggap lemah. Kelemahan pendapat pertama ialah : kata Pase ( Pasai ) bukan dari kata Persi, tetapi kata Pasir. Karena di daerah tersebut tanahnya bercampur dengan pasir. Orang Aceh menyebut pasir dengan ucapan pase. Adapun kehormatan yang diberikan kepada para sayid oleh orang Islam Indonesia itu bukan pengaruh mazhab Syiah. Dalam mazhab Sunni ( Ahlussunah wal jama’ah ) juga ada ajaran tentang penghormatan kepada keluarga Nabi Muhammad yang disebut Ahlul Bait. Umat Islam Indonesia menghormati semua khalifah termasuk Ali Bin Abi Tholib. Sedangkan orang Syiah tidak menghormati kecuali Ali Bin Abi Tholib saja. Ditinjau dari letak geografisnya, Persi dengan Indonesia tidak mempunyai hubungan yang langsung dan ramai dibandingkan dengan Arab, India dan Indonesia.

Kelemahan kedua yang mengatakan bahwa mubaligh pertama datang dari Gujarat terletak pada keterketemukannya bukti-bukti baru yang lebih kuat yang menyatakan bahwa mubaligh pertama adalah orang-orang Arab. Thomas B. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam mengatakan bahwa pada abad ke 7 M di pantai barat pulau Sumatra sudah didapati suatu kelompok perkampungan orang-orang Arab.

Loading...

Telah dibuktikan pula kuburan orang Arab di Baros, terletak antara Tapanuli dan Aceh. Adapun kerajaan Pasai di Aceh menurut pendapat sarjana Belanda bernama “ Moens”, bahwa daerah itu sudah merupakan pusat  perniagaana yang ramai antara India dan Tiongkok sejak abad ke 5 M. Jadi, bukan tempat baru yang muncul secara mendadak menjadi tempat kerajaan Islam. Orang Islam pertama tinggal di Pasai. Jika kita menghubungkan dengan masuknya Islam di Tiongkok, yaitu pada zaman Khalifah Usman Bin Affan pada zaman Dinasti Tang dan pedagang Islam bangsa Tiongkok sendiri sudah dominan di daerah Canton pada abad ke 2 H / 8 M dan para ulama Islam bangsa Tiongkok pada zaman itu sudah menjadi khotib dan iman sholat, maka tidak mustahil jika pada abad ke 7 M / 1 H sudah ada orang Arab Islam yang masuk di Indonesia mengingat letak geografis Indonesia berada di tengah perjalanan antara Timur Tengah dan Tiongkok. Sedangkan hubungan dagang antara Arab-Tiongkok sudah berjalan ramai sejak berabad-abad sebelum datangnya Agama Islam.

Seminar masuknya agama Islam di Indonesia yang diselenggarakan di Medan pada tahun 1963 menyimpulkan sebagai berikut :
  1. Menurut sumber bukti yang terbaru, Islam pertama kali datang ke Indonesia, pada abad ke 7 M / 1 H, dibawa pedagang dan para mubaligh dari Arab.
  2. Daerah yang pertama kali dimasuki adalah pantai barat pulau Sumatera yaitu di daerah Baros, tempat kelahiran ulama besar bernama Hamzah Fansuri. Adapun kerajaan Islam yang pertama adalah Kerajaan Goa di Pasai.
  3. Dalam proses pengislaman selanjutnya, orang-orang Islam bangsa Indonesia ikut aktif mengambil bagian yang berperan, dan proses itu berjalan secara damai.
  4. Kedatangan Islam di Indonesia ikut mencerdaskan rakyat dan membina karakter bangsa. Karakter itu dapat dibuktikan pada perlawanan rakyat melawan penjajahan asing dan daya tahannya mempertahankan karakter tersebut selama dalam masa penjajahan barat tersebut dalam waktu 350 tahun ( ? ).
Jika masuk orang Islam yang pertama di Indonesia itu ditetapkan pada abad ke 1 H, maka mereka itu dalam pengamalan agamanya beraliran al Salaf al Saleh ( golongan angkatan pertama / terdahulu yang saleh ). Pada abad ke 1 H belum dikenal adanya mazhab Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali.
Dapatlah dibayangkan bagaimana sikap kepribadian para penyiar Islam yang pertama di Indonesia itu mengingat tiga hal yaitu :
    1. Mereka adalah angkatan umat Islam ke 1 H, Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa : “Sebaik-baik abad adalah abad saya, kemudian abad berikutnya”.
    2. Mereka pada umumnya adalah para pedagang dan perantau. Pada umumnya pedagang perantau bersikap ramah, ulet bekerja dan sederhana.
    3. Mereka datang sebagai golongan minoritas yang tidak bersenjata.
    Faktor tersebut menunjang keberhasilan dan kecepatan pengembangan Islam periode pertama itu. Dengan modal kepribadian itu, para mubaligh Islam itu berdakwah kepada rakyat awam dan kepada para penguasa sekaligus, seperti yang dilakukan oleh nabi Muhammad sendiri. Nabi Muhammad SAW mengajarkan agama Islam kepada kaum awam yang lemah, kepada kaum bangsawan kabilah dan kepada raja-raja. Ia mengajarkan agama Islam dimana saja dan kapan saja, tidak terikat oleh formalitas waktu dan tempat tertentu. Materi pelajarannya mula-mula adalah kalimat syahadat. Barang siapa sudah bersyahadat berarti ia sudah menjadi orang Islam. Demikian gambaran dari aktifitas mubaligh pertama di Indonesia.
    Proses pembentukan dan pengembangan masyarakat Islam yang pertama melalui bermacam-macam kontak misalnya : kontak jual beli, kontak perkawinan dan kontak dakwah langsung, baik secara kolektif maupun individual
    Dari hal-hal diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
    1. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 M / 1 H, dibawa oleh para mubaligh dan pedagang dari Arab.
    2. Para mubaligh dan pedagang arab itu menyebarkan agama Islam dengan damai.
    3. Pola pendidikan yang dilakukan oleh para mubaligh dan pedagang itu sangat membekas dalam diri masyarakat Indonesia karena mereka menyampaikan dengan cara yang baik, dimana saja dan kapan saja.
    4. Keberhasilan pendidikan Islam pada saat itu dapat dibuktikan dengan bagaimana Islam sangat dominan dalam membentuk karakter bangsa Indonesia dan karakter itu tidak hilang meskipun bangsa Indonesia dalam  penjajahan bangsa-bangsa lain, bahkan Islam tetap menjadi agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia meskipun Belanda  yang saat itu menjajah Indonesia berusaha menyebarkan agama mereka.

    Tinggalkan komentar