Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan Penelitian Tindakan Kelas Pengertian contoh Judul dan Rumuasan Masalah

METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
1. a.  Metode Penelitian Kuantitatif adalah Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat posititivisme, digunakan untuk meneliti pada sampel atau populasi tertentu, teknik pengambilan sampel pada umummnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Filasafat positivisme memandang realitas/gejala itu dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, terukur dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Penelitian umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. Proses penelitian bersifat deduktif, dimana menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Hipotesis selanjutnya diuji melalui pengumpulan data di lapangan. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan mengunakan statistik deskripitif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random, sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel diambil.
Metode Kuantitatif digunakan apabila :
Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas, masalah adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dan praktek, antara rencana dan pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian, masalah ini harus ditunjukkan dengan data, baik data hasil penelitian sendiri maupun dokumentasi.
Bila peneliti ingin mendapat informasi yang luas dari suatu populasi, dalam dunia pendidikan adalah luas objek yang ingin dikaji serta banyak sekali permasalahan yang bisa diangkat dalam penelitian. 
Bila ingin diketahui pengaruh perlakukan/treatment terhadap yang lain. Untuk kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan. Misal pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa.
Bila peneliti ingin menguji hipotesis penelitian. Bisa berupa hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif.
Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena empiris dan dapat diukur.
Bila ingin menguji keragu-raguan terhadap validitas pengetahuan, atau teori dan produk tertentu.
Contoh Rumusan masalah :
Seberapa besar pengaruh Kurikulum, Media Pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah ? (Kurikulum, Media dan Kualitas Guru sebagai variabel independent, kualitas SDM sebagai variabel dependent)
Judul Penelitiannya :
“ PENGARUH KURIKULUM, MEDIA PENDIDIKAN DAN KUALITAS GURU TERHADAP KUALITAS SDM YANG DIHASILKAN DI SMU TARUNA NUSANTARA KOTA MAGELANG”
b.   Penelitian kualitatif mempunyai tempat tersendiri dalam bidang pendidikan. Ada beberapa alasan kuat tentang pentingnya penelitian kualitatif dalam pendidikan,
1. pendidikan sebagai proses sosialisasi pada hakekatnya adalah interaksi manusia dengan lingkunganya yang membentuknya melalui proses belajar dalam konteks lingkungan yang berubah-ubah.
2. pendidikan selalu melibatkan komponen manusia yakni tentang tenaga kependidikan dan siswa, kurikulum dan sistem pendidikan, lingkungan pendidikan, tempat ruang dan waktu, serta sarana dan prasarana pendidikan. Setiap komponen berinteraksi untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
3. pendidikan sebagai suatu sistem tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga berorientasi pada proses agar hasilnya maksimal.
4. pendidikan dalam pengertian luas terjadi pada manusia dan berlangsung sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat secara alami
5. tekanan utama pendidikan adalah pembinaan dan pengembangan kepribadian manusia yang mencakup aspek intelektual, moral, sosial sebagai satu kesatuan
Kapan Metode Kualitatif digunakan,
1) Bila masalah penelitian belum jelas, masih samar-samar atau bahkan masih gelap.  Kondisi macam ini cocok diteliti dengan metode kualitatif, karena peneliti akan langsung masuk ke objek, melakukan penjelajahan dengan grant tour question, sehingga masalah ditemukan dengan jelas. 
2) Untuk memahami makna dibalik data yang nampak. Gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. 
3) Untuk memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diurai kalau peneliti berperan serta dan ada wawancara mendalam dalam interaksi tersebut.
4) Memahami perasaan orang. Perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak diteliti.
5) Untuk mengembangkan teori, teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan
6) Untuk memastikan kebenaran data. Data sosial sering sulit dipastikan kebenaranya. Dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi/gabungan, maka kepastian data akan lebih terjamin.
7) Meneliti sejarah perkembangan. Sejarah perkembangan kehidupan seseorang tokoh atau masyarakat dapat dilacak dengan metode ini.
Ciri-ciri penelitian dengan  metode kualitatif ; 
1) Sumber data berbeda dengan situasi yang wajar, tidak dimanipulasi oleh angket dan tidak dibuat-buat sebagai kelompok eksperimen.
2) laporanya sangat deskriptif
3) meneliti sebagai instrumen peneliti
4) mementingkan data langsung (tangan pertama). Oleh sebab itu pengumpulan datanya mengutamakan observasi, partisipasi, wawancara dan dokumentasi.
5) Mengunakan triangulasi yaitu memeriksakan kebenaran data yang diperoleh kepada pihak lain.
6) Menonjolkan rincian yang konstektual, menguraikan sesuatu secara rinci dan tidak berkotak-kotak.
7) Sampel dipilih secara porpusif
8) Partispasi peneliti tidak menggangu natural setting
9) Analisis data dilakukan sejak awal sampai akhir penelitian
10) Detail penelitian tampil selama proses penelitian.
Fokus Penelitian dengan metode kualitatif, dalam pendangan penelitian kualitatif gejala bersifat holistik atau menyeluruh, sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian, tetapi keseluruhan situasi sosial yang diteliti meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor), dan aktifitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Situasi sosial ini didalam kelas adalah ruang kelas, guru, siswa serta aktivitas belajar mengajar. Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum.
Menurut Spradley dalam Sanapiah Faisal (1988) mengemukakan empat alternatif untuk menentukan fokus yaitu :
1. Menetapkan fokus pada permasalahan yang disarankan informan (lembaga pendidikan, kepala sekolah, orang tua murid, pakar pendidikan dll)
2. Menetapkan fokus berdasarkan domain-domain tertentu. Domain dalam pendidikan bisa kurikulum, PBM, sarana prasarana, sistem evaluasi.
3. Menetapkan fokus yang memiliki nilai temuan untuk mengembangkan iptek. Temuan dalam pendidikan misalkan menemukan metode belajar dll
4. Menetapkan fokus berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada, penelitian ini hanya bersifat pengembangan yaitu ingin melengkapi dan memperluas teori yang telah ada.
   Contoh judul penelitian kualitatif dan rumusan masalahnya :
“PERBANDINGAN KEMAMPUAN KERJA ANTARA LULUSAN SMA DAN SMK DI DUNIA INDUSTRI”
   Rumusan Masalahnya :
1. Bagaimana profil pekerjaan di bidang industri ?
2. Bagaimana profil atau kompetensi tenaga kerja diperlakukan ?
3. Bagaimana perkembangan kemamampuan kerja antara lulusan SMA dan SMK ?
4. Bagaimana sistem evaluasi terhadap kinerja karyawan lulusan SMA dan SMK ?
c. Penelitian Tindakan merupakan kegiatan penelitian mengenai suatu kelompok orang yang mengorganisasi suatu kondisi, sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman tersebut, mencatat dalam suatu laporan sehingga pengalaman tersebut dapat diakses oleh orang lain yang tertarik untuk melakukan pekerjaan sejenis.
    Penelitian memiliki beberapa kharakteristik (ciri-ciri dan sifat) seperti berikut :
1) Problem yang dipecahkan merupakan persoalan praktis yang dihadapi peneliti dalam kehidupan sehari-hari
2) Peneliti dimungkinkan untuk memberikan perlakuan atau treatment berupa tindakan yang terencana untuk memecahkan permasalan, sekaligus meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan implikasinya oeh subjek yang diteliti
3) Langkah-langkah penelitian yang direncanakan selalu dalam bentuk siklus atau tingkatan daur yang memungkinkan terjadinya kerja kelompok maupun kerja mandiri secara intensif
4) Adanya langkah berfikir reflektif atau reflective thingking dari peneliti baik sesudah maupun sebelum tindakan. Hal ini penting untuk melakukan retropeksi terhadap tindakan yang telah diberikan dan implikasinya yang muncul pada subjek yang diteliti sebagai akibat adanya tindakan.
   Contoh Judul PTK 
“PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SD JAYAKARTA SEMARANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI”
  Rumusan Masalah
Apakah melalui metode penggunaan Media Gambar Berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa SD kelas IV  ?
d.   Metode Kualitatif digunakan untuk mendaptkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik yang tampak. Oleh karena itu dalam dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi tetapi lebih menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability, artinya hasil penelitian tersebut dapat digunakan ditempat lain manakala tempat tersebut memiliki kharakteristik yang tidak berbeda jauh.
   Kompetensi peneliti kualitatif :
1) Memiliki wawasan yang mendalam dan luas tentang bidang yang akan diteliti
2) Mampu menciptakan rapport kepada setiap oran yang ada pada konteks sosial yang akan diteliti
3) Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada objek penelitian
4) Mampu mengali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara triangulasi serta sumber-seumber lain.
5) Mampu menganalisi data kualitatif secara induktif, berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domian, komponensial dan tema kultural/budaya.
6) Mampu menguji kredibilitas, dependebilitas, konfirmabilitas dan transferbilitas hasil penelitian
1. Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru
2. Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci.
e.    Setiap metode memiliki keunggulan dan kekurangan. Metode penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk penelitian yang masalahnya sudah jelas, dan umumnya dilakukan pada populasi yang luas sehingga hasil penelitian kurang mendalam, cocok untuk menguji hipotesis/teori. Sementara metode kualitatif cocok digunakan bilamana masalahnya belum jelas, dilakukan pada situasi sosial yang tidak luas, sehingga hasil penelitianya lebih mendalam dan bermakna.
Kesimpulanya, metode kualitatif dan kuantitatif tidak akan pernah dipakai bersama-sama, karena dua metode tersebut memiliki paradigma yang berbeda dan perbedaan tersebut bersifat mutually exclusive, sehingga dalam penelitian hanya dapat memilih salah satu metode. Perbedaan kedua metode ini meliputi tiga hal yaitu, perbedaan dalam aksioma, proses penelitian dan kharakteristik penelitiannya itu sendiri
Kedua metode bisa digabungkan tetapi dengan catatan:
1) Dapat digunakan untuk meneliti pada objek yang sama dengan tujuan yang berbeda. Metode kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis, kemudian diuji hipotesis tersebut dengan metode kuantitatif.
2) Digunakan secara bergantian, pada tahap pertama mengunakan metode kualitatif, sehingga ditemukan hipotesis. Selanjutnya diuji dengan metode kuantitatif.
3) Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda. Tetapi dalam penelitian kuantitatif dapat mengabungkan penggunaan teknik pengumpulan data.
4) Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan asal kedua metode telah dipahami secara jelas, dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.
   Sampel sebagai sumber data atau informan sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut  :
1. mereka yang memahami atau menguasai sesuatu melalui proses inkulturasi sehingga itu bukan sekedar diketahui tetapi juga dihayati.
2. mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti
3. mereka yang mempunyai waktu memadai untuk dimintai informasi
4. mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasan” sendiri.
5. mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih mengairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.
2. Dari artikel ilmiah diatas bisa diuraikan bahwa dari profil lembaga pendidikan tersebut adalah menarik untuk diteliti, dimana letak keunggulanya sehingga sekolah tersebut sehingga mampu mencetak lulusan yang berkompeten. Apa yang menjadikan sekolah tersebut berbeda dengan sekolah lain. Penelitian menfokuskan pada input sekolah tersebut, pengelolaan organisasi sekolah, pelaksanaan pembelajaran mengupas tentang metode belajar yang digunakan,  kelengkapan sarana prasarana sekolah, kualitas pengajar atau guru, keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat, outout (lulusan sekolah). 
Fokus masalah : Yang menjadi fokus masalah adalah pengelolaan organisasi di Lembaga Pendidikan Swasta Bina Nusantara
   Sub Fokus masalahnya antara lain
1. Bagaimana profil lembaga Pendidikan Swasta “Bina Nusantara” ?
2. Bagaimana profil atau kompetensi lulusan dari Pendidikan Swasta “Bina Nusantara” ?
3. Bagaimana manajemen pengelolaan organisasi Pendidikan Swasta “Bina Nusantara”?
4. Bagaimana lembaga pendidikan swasta “bina nusantara” mengoptimalkan fungsi dewan pendidikan demi kemajuan sekolah ?
5. Bagaimana proses pembelajaran di Pendidikan Swasta “Bina Nusantara”  ?
6. Bagaimana peran komite sekolah, Pendidikan Swasta “Bina Nusantara” ?
7. Bagaimana sistem evaluasi yang dilakukan terhadap kemajuan Lembaga Pendidikan Swasta “Bina Nusantara”?
   Rumusan Judul
“MANAJEMEN PENGELOLAAN ORGANISASI SEKOLAH PADA LEMBAGA PENDIDIKAN BINA NUSANTARA “
   Yang bisa dijadikan sumber data :
1. menjelajah sekolah mencari kepala kepala sekolah, data tentang manajerial kepemimpinannya, bagaimana dia mengelola sekolah tersebut, serta melihat dokumen tentang prestasi apa saja yang telah diraih sekolah-sekolah dibawah lembaga tersebut
2. Guru ,kesejahteraanya, metode belajar yang digunakan, media yg digunakan serta melihat dokumentasi belajar siswa lewar raportnya.
3. Siswa yang masih bersekolah, tentang apa saja fasilitas yang dia terima selama bersekolah dilembaga tersebut. Mencari siswa berprestasi, penghargaan yang telah dia peroleh, bakat yang dimiliki, latar belakang siswa tersebut
4. Siswa yang sudah lulus (alumni),kompetensi yang dia miliki untuk bisa bersaing dengan lulusan yang lain. Ketrampilan yang dia peroleh dengan dunia kerja yang dia hadapi
5. Orang tua, mengapa memilih sekolah tersebut untuk mendidik putra-putri mereka. Dengan dokumentasi latar belakang sosial dan ekonomi keluarga orang tua yang menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut.
6. Tokoh masyarakat, sejauh mana keterlibatan mereka didalam lembaga pendidikan tersebut.
  Sumber Data Yang Baik 
1. mereka yang memahami atau menguasai sesuatu melalui proses inkulturasi sehingga itu bukan sekedar diketahui tetapi juga dihayati.
2. mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti
3. mereka yang mempunyai waktu memadai untuk dimintai informasi
4. mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasan” sendiri.
5. mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih mengairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.
Berikut ada beberapa hasil penelitian yang aku rangkum dari beberapa karya (aku membaca di Perpustakaan Pusat UNY).. Aku juga sedang dalam proses pencarian materi untuk bakal calon proposal skripsiku..hiks..semoga bisa secepat-cepatnya.
1. Judul: Persepsi Siswa Teknik Elektronika terhadap Kompetensi Mengajar Guru Mata Pelajarn Produktif Jurusan Teknik eEektronika SMK Muda Patria Kalasan Sleman Yogyakarta tahun 2008 (Ardiyanto Nugroho, UNY:2008)
Rumusan masalah:
a. Bagaimana persepsi siswa kelas X, XI, dan XI terhadap kompetensi persiapan pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008?
b. Bagaimana persepsi siswa kelas X, XI, dan XI terhadap kompetensi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008?
c. Bagaimana persepsi siswa kelas X, XI, dan XI terhadap kompetensi evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008?
Desain: deskriptif; studi kasus/penelitian lapangan; pendekatan kuantitatif
Subjek Penelitian: Seluruh siswa jurusan Teknik Elektronika SMK Muda Patria yang terbagi dalam kelas X, XI, dan XII yang diajar oleh guru mta pelajaran produktif
Objek Penelitian: Guru Mata Pelajaran Produktif SMK Muda Patria
Jumlah populasi: 340 siswa, sampel: 180 siswa (proportional random sampling)
Instrumen: Kuesioner/Angket (tertutup)
Teknik Analisa Data: Statistik Deskriptif Kuantitatif
Hasil:
a. Persepsi siswa kelas X, XI, dan XI terhadap kompetensi persiapan pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008 mempunyai kecenderungan tinggi/baik dengan prosentase 47,0%
b. Persepsi siswa kelas X, XI, dan XI terhadap kompetensi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008 mempunyai kecenderungan tinggi/baik dengan prosentase 47,0%
c. Persepsi siswa kelas X, XI, dan XI terhadap kompetensi evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008 mempunyai kecenderungan rendah/kurang baik dengan prosentase 47,0%
d. Persepsi siswa terhadap kompetensi evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran Produktif di SMK Muda Patria tahun 2008menyatakan bahwa guru mata pelajaran produktif belum memberikan ilmu secara maskimal kepada siswanya.
2. Judul: Studi Kelayakan Fasilitas Fisik dan Kemampuan Guru dalam Menunjang Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di Jurusan Elektro SMK Negeri 2 Pengasih (Amin Prihatin Istiarto, UNY:2008)
Rumusan Masalah:
a. Bagaimanakah kelayakan sarana dan prasarana di Jurusan Elektro SMK Negeri 2 Pengasih dalam mendukung proses pembelajaran Teknologi Informasi?
b. Bagaimanakah kelayakan kemampuan guru di Jurusan Elektro SMK Negeri 2 Pengasih dalam proses pembelajaran Teknologi Informasi?
Desain: deskriptif, non eksperimen, pendekatan kuantitatif
Populasi: guru pembimbing Teknologi Informasi di Jurusan Elektro SMK Negeri 2 Pengasih. Sampel = populasi (penelitian populasi)
Instrumen: Kuesioner/Angket (tertutup) dan observasi peneliti
Teknik Analisa Data: Statistik Deskriptif Kuantitatif
Hasil:
a. Tingkat pencapaian fasilitas fisik adalah layak dengan prosentase 71,15%. Tingkat pencapaian untuk kategori hardware adalah cukupdengan prosentase 53,12%. Tingkat pencapaian kategori software adalah sangat layak dengan prosentase 100%.
b. Kemampuan Guru secara keseluruhan adalah layak dengan prosentase 75,88%
Kemampuan guru msing-masing aspek adalah sebagi berikut:
1) Tingkat pencapaian kemampuan guru dalam menggunakan perangkat komputer secar umum sebesar 80,82% atau dalam kategori sangat layak
2) Tingkat pencapaian kemampuan guru dalam menggunakan jaringan dan internet secar umu sebesar 80% atau dalam kategori sangat layak
3) Tingkat pencapaian kemampuan guru dalam menggunakan software aplikasi, multimedia, dan hypermedia secar umum sebesar 66% atau dalam kategori layak
3. Judul: Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah ( Problem Posing ) Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Bertanya Siswa (Rini Susanti, UNJ:2008)
Rumusan Masalah:
Apakah dengan penerapan model pembelajaran Problem Posing dapat meningkatkan aktivitas bertanya dan pemahaman konsep turunan fungsi siswa kelas XI IPS di MA Annajah Sesela Gunug sari Tahun Pelajaran 2007/2008 ?
Subyek penelitian: siswa kelas XI IPS 2 MA Annajah Sesela Gununagari tahun pelajaran 2007/2008.
Obyek penelitian: penerapan pembelajaran model problem posing dan konsep turunan fungsi.
Jenis penelitian: penelitian tindakan kelas ( class room action research)
Hasil:
Selama pelaksanaan tindakan yang dilakukan selama dua siklus ini terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil pemahaman belajar dan aktifitas bertanya siswa selama kegiatan penbelajaran. Adapun kegiatan peningkatan ini dapat dilihat dari kenaikan hasil pemahaman dan aktifitas bertanya siswa tiap siklusnya. Sementara itu untuk pelaksanakan model problem posing dengan cara diskusi kelompok diperoleh bahwa penggelompokkan dengan anggota kelompok 5-6 orang sangat efektif karena dipilih berdasarkan kepandaian siswa. Hal ini bisa dilihat dengan berkurangnya tingkat kesalahan siswa selama diskusi membuat dan menjawab soal.
4. Judul: Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Loyalitas Siswa Dalam Membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (Spp) Studi Kasus Pada Sma Di Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Tahun Pelajaran 2005/2006 (Holim: 2006)
Rumusan Masalah:
Adakah pengaruh antara pendapatan orang tua siswa, jumlah kekayaan orang tua siswa, dan pendidikan orang tua siswa terhadap loyalitas siswa di 3 SMA di Kecamatan Jampangkulon Kab. Sukabum dalam membayar SPP?
Metode penelitian: deskriptif analitis
Hasil:
Status sosial ekonomi keluarga dengan 3 variabel prediktor (pendapatan orang tua siswa, jumlah kekayaan orang tua siswa, dan pendidikan orang tua siswa) menunjukan pengaruhnya terhadap loyalitas siswa hanya 17,0% sedangkan sebesar 83% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
5. Judul: Efektifitas Penggunaan Piranti Petunjuk Arah elektronik sebagai Alat Bantu Tunanetra di SLB A YAAT Klaten (Eko Arianto, UNY:2008)
Rumusan Masalah:
a. Apakah ada perbedaan tanggapan siswa SLB A YAAT Klaten yang menggunakan tongkat dan menggunakan piranti petunjuk arah elektronik sebagai alat bantu?
b. Seberapa efektif alat bantu piranti petunjuk arah elektronik jika dibandingkan dengan tongkat sebagai alat bantu?
c. Apa keunggulan alat bantu piranti petunjuk arah elektronik jika dibandingkan dengan tongkat?
Desain: One Group Pre Test – Post Test Design
Populasi: Semua siswa di SLB A YAAT Klaten dari SD sampai dengan SMP
Sampel: Siswa yang berumur 11 tahun ke atas (sampling purposive)
Instrumen: dokumentasi dan wawancara langsung (kuesioner)
Teknik Analisa Data: Statistik Deskriptif Kuantitatif
Hasil:
a. Adanya perbedaan tanggapan siswa SLB A YAAT Klaten yang menggunakan tongkat dna piranti petunjuk arah elektronik sebagai alat bantu
b. Piranti petunjuk arah elektronik lebih efektif daraipada tongkat sebagai alat bantu. Skor rata-rata kelompok eksperimen sebesar 77,85% dan kelompok kontrol 58,25%
c. Kelebihan rompi bicara yang lebih menonjol daripada tongkat adalah kemampuan untuk dapat mengukur jarak rintangan secara cepat, melindungi semua bagian tubuh terhadap rintangan, tidak mengganggu makhaluk lain saat digunakan, mendeteksi objek tanpa bersentuhan langsung pendeteksian jauh, dan aktifitas lain tidka terganggu ketika menggunakan alat bantu ini.

Tinggalkan komentar