Pematokan Daging Sapi Di Bawah 80 Ribu, Kebijakan “PELAYARAN HONGI” Bagi Peternak Sapi

Pematokan Harga Daging Sapi Di Bawah 80 Ribu ,Sebuah Kebijakan “PELAYARAN HONGI” Bagi Para Tukang Ngarit Peternak Sapi

Apabila kita membaca buku sejarah jaman penjajahan VOC kita akan mengenal apa yang disebut PELAYARAN HONGI atau HONGITOCHTEN yaitu suatu kebijakan Pemerintahan Kompeni yang melarang perdagangan rempah-rempah dengan kapal asing yang bukan Belanda dan Hak Ekstirpasi yaitu hak untuk memusnahkan kebun rempah-rempah milik rakyat ketika harga rempah-rempah jatuh di pasaran dunia karena kelebihan produksi atau yang disebut dengan hak ekstirpasi.

Aturan Pemerintah kompeni tentang perdagangan rempah-rempah adalah bahwa Rakyat negeri-negeri hanya boleh menjual rempah-rempahnya kepada pemerintahan kompeni dengan harga yang telah ditentukan, Pemerintahan kompeni  memusnahkan tanaman rempah-rempah rakyat dan untuk itu rakyat akan mendapat ganti rugi dari pemerintahan kompeni yang dibayarkan melalui raja-raja dan kepala negeri.

Pada dasarnya peraturan itu bagus yaitu untuk menjaga kestabilan harga rempah-rempah dunia yang produsen utamanya adalah di Kepulauan Nusantara.

Tapi tahukah anda bahwa Pernyataan presiden pada waktu lalu untuk menekan harga daging sapi Dibawah RP 80.000,- yang kemudian diiringi tepuk tangan yang hadir..

ADALAH SEBUAH TEPUK TANGAN DARI EKSPORTIR DAN IMPORTIR UNTUK MENEPUKI KEBANGKRUTAN PARA PETERNAK SAPI YANG HARUS MENANGGUNG BEBAN MEMBAYAR KREDIT PETERNAKAN YANG SUDAH JATUH TEMPO, KETIKA PARA TUKANG NGARIT ITU MENARUH HARAPAN MENJUAL TERNAKNYA DENGAN HARGA MENGUNTUNGKAN PADA WAKTU MENJELANG PUASA LEBARAN DAN RAYA HAJI.

Seperti pelayaran Hongi yang Sah Sah saja sebuah pemerintahan menbuat peraturan untuk memproteksi harga sebuah komoditi dan sebagai rakyat tentu kita harus mematuhinya kalau tidak ingin disebut pelanggar hukum.

Tetapi Apakah Peraturan PELAYARAN HONGI itu Adil?

Siapakah Yang Diuntungkan?

Dengan Pelayaran Hongi Rakyat hanya mendapatkan Penderitaan dan kemiskinan.. Petani Rempah-rempah hanya bisa MERATAPI hasil kerja kerasnya selama 7-10 tahun menanam cengkeh dan pala harus melihat Kebunnya dimusnahkan dengan api dan kapak oleh para pasukan armada kora-kora ketika terkena kebijakan ekstirpasi.

Apakah raja-raja negeri-negeri membayarkan ganti rugi untuk kebun petani?? TIDAK ‘rakyat hanya mendapat cambukan dan ancaman dibuang negeri bagi yang menuntut hak haknya.

Pematokan Harga Daging Sapi Di Bawah 80 Ribu ,Sebuah Kebijakan "PELAYARAN HONGI" Bagi Peternak Sapi

Peternak Sapi dan Tukang Ngarit (Ceceng)

Yang diuntungkan adalah Tentu saja para TUAN TUAN MENEER KOMPENI yang memiliki gudang rempah rempah yang dahulu dibeli dari rakyat dengan harga murah dengan peraturan monopoli.

APAKAH Kehendak Presiden Untuk mematok harga daging sapi dibawah 80rb itu ADIL??

Siapakah Yang DIUNTUNGKAN ?

KAMI PETERNAK SAPI ITULAH PETANI REMPAH REMPAH DIJAMAN PELAYARAN HONGI DAHULU

Kamilah Peternak sapi yang harus  menangisi kandang kandang sapi kami yang harus dikosongkan untuk dijual dengan harga murah untuk MEMBAYAR DANA TUMBLEG KE BANK dengan bunga 25% per periode (1 th) dengan harga sapi yang bahkan dibawah harga pembelian satu tahun lalu. Suatu pekerjaan Yang tidak dihargai ketika kami setiap sore harus MEMBUNGKUK MEMIKUL RUMPUT dari Tepi Sungai ke Kandang.

SIAPAKAH YANG DIUNTUNGKAN ???

Apakah harga semangkuk bakso telah turun di kaki lima?

Apakah harga Sepiring nasi dengan lauk Rendang sapi telah menjadi murah di restoran Padang ?

Apakah harga satu toples sosis sapi telah menjadi murah di supermarket ???

WALAU kami bukan pakar ekonomi dan cuma tukang ngarit.

Jawabannya Saya pastikan TIDAK..
..

lalu siapa yang di untungkan? ITULAH MEREKA TUAN TUAN YANG DULU BERTEPUK TANGAN KETIKA PRESIDEN MEMBUAT PERNYATAAN DALAM PIDATONYA.

Sebuah kebijakan pasti menguntungkan suatu pihak dan merugikan pihak yang lainnya. Tetapi  PEMERINTAH SEHARUSNYA memiliki kebijaksanaan UNTUK membantu Menyubsidi pihak yang dirugikan dari keuntungan pihak yang diuntungkan atas kebijakannya.

MENGAPA PEMERINTAH MALAH MENGIMPOR DAGING SAPI BEKU bukannya mengimpor bibit sapi unggul untuk dikembangkan di Indonesia .Dan kita rakyat Indonesia mari “SEDIKIT BERPUASA ” daging sapi sampai kita punya dapi sendiri.. KAMI TUKANG NGARIT SIAP MELAKSANAKANNYA DENGAN TANGGUNG JAWAB..

(catatan .. biasanya sapi hidup dari luar negeri sudah di sterilkan reproduksinya supaya tidak dikembangkan disini .. jadi harus dikawal.

….

Biarkan harga tetap tinggi Supaya Kami MEMILIKI SEMANGAT DAN HARAPAN UNTUK TETAP NGINGU SAPI… Atau berilah kebijakan Subsidi  tapi YANG TEPAT SASARAN.

Kami PETERNAK SAPI TIDAK AKAN MEMBERONTAK seperti KAPITAN TALUKABESSY ATAU KAPITAN PATIMURA menentang KOMPENI…

Tapi Kami MEMINTA SOLUSI KEPADA PEMERINTAH… KAMI CUMA BISA NGARIT RUMPUT… JANGAN SAMPAI KAMI DISURUH MENJADI TUKANG BANGUNAN DI KOTA JAKARTA.

..

SALAM MERDEKA.. SALAM NASIONALISME TUKANG NGARIT RUMPUT. SEMOGA BAPAK PRESIDEN KITA DIBERKATI PEMERINTAHANNYA DAN NKRI BERDAULAT DALAM PANGAN.

Jangan mengeluh dan tetaplah semangat… jangan takut memberi kritik.. dan jangan malu mengungkap kebenaran.

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !