MAKALAH WISATA BATURADEN (PENGARUH NaCl PADA TANAMAN TOMAT)

PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Klorofil
Tomat
(Lycopersicum esculentum) merupakan
salah satu komoditas hortikultura yang mendapat prioritas untuk dikembangkan
(Duriat, 1997). Tomat sebagai komoditas sayuran mempunyai peran ganda, yaitu
sebagai sumber gizi dan bahan baku industri. Tomat juga potensial untuk
meningkatkan pendapatan petani dibandingkan dengan komoditas lainnya. Sepanjang
tahun 2005-2010, total produksi tomat nasional telah meningkat dari 647.020 ton
per tahun menjadi 890.169 ton per tahun (Badan Pusat Statistik, 2011).
Salinitas
adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga
dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kondisi salin merupakan keadaan
dimana terjadi akumulasi garam terlarut dalam tanah, dan merupakan salah satu
masalah yang sering dihadapi dalam pembangunan pertanian di dataran rendah.
Garam yang terlarut dalam tanah merupakan unsur yang esensial bagi pertumbuhan
tanaman, tetapi kehadiran larutan garam yang berlebih di dalam tanah akan
meracuni tanaman (Yuniati, 2004).
Kebanyakan
kultivar tomat bersifat moderatif sensitif terhadap salinitas pada semua tahap perkembangan
tanaman, termasuk perkecambahan, pertumbuhan vegetatif, dan reproduksi yang
menyebabkan penurunan hasil ekonomis tomat pada cekaman salinitas. Kadar garam
yang dapat ditoleransi oleh tomat berkisar antara 1,3 dS/m sampai 6 dS/m. Oleh
karena itu, tomat akan mudah mengalami kerusakan sel saat hidup pada media
dengan salinitas tinggi. Meskipun demikian, tomat dapat bertahan hidup dengan
mengurangi hasil ekonomisnya (Cuartero dan Fernandez, 1999).
Pemberian
larutan NaCl dengan konsentrasi tertentu dapat meningkatkan mutu buah dan nilai
gizi tomat. Namun, apabila kadar NaCl terlalu tinggi, maka akan  menyebabkan penurunan kandungan klorofil (Borsani
et al., 2001). Beberapa hasil
penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa larutan NaCl memberikan dampak
negatif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Oleh karena itu, kajian
mengenai pengaruh aplikasi NaCl untuk meningkatkan mutu buah tomat menarik
untuk dikaji.
B.  Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, dapat
dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
a.    Apakah
pemberian NaCl dapat mempengaruhi kandungan klorofil tanaman tomat varietas
warani dan permata di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden?
b.    Konsentrasi
NaCl manakah yang paling mempengaruhi kandungan klorofil tanaman tomat varietas
warani dan permata di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden?
C.  Hipotesis
H0 : Pemberian NaCl tidak
mempengaruhi kandungan klorofil tanaman tomat varietas warani dan permata di
Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden.
H1 : Pemberian
NaCl dapat mempengaruhi kandungan klorofil tanaman tomat varietas warani dan
permata  di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden.
D.  Tujuan Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah:
1.    Untuk
mengetahui pengaruh pemberian NaCl terhadap kandungan klorofil tanaman tomat varietas
warani dan permata di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden.
2.    Untuk
mengetahui konsentrasi NaCl yang paling mempengaruhi kandungan klorofil tanaman
tomat varietas warani dan permata di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden.
E.  
Kegunaan
Penelitian
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai ilmu
pengetahuan untuk mengetahui pengaruh NaCl terhadap kandungan klorofil tanaman
tomat varietas warani dan permata di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden.
 I.      
TINJAUAN
PUSTAKA
Tomat (Lycopersicum
esculentum
) merupakan
sayuran buah yang sangat digemari karena manfaat, kandungan gizi, dan prospek
bisnis yang baik. Tomat juga merupakan tanaman yang adaptif terhadap lingkungan
dan bersifat moderat sensitif terhadap salinitas dengan batas toleransi 1,3-6
dS/m (Cuartero dan Fernandez, 1999). Kajian terakhir menyebutkan bahwa
penyiraman dengan larutan NaCl dapat meningkatkan mutu buah tomat. Terbuka
peluang untuk meningkatkan hasil dan mutu buah tomat melalui pemberian NaCl
pada level yang moderat. Hanya saja, hingga saat ini belum diketahui kadar NaCl
yang dapat memberikan cekaman moderat pada tanaman tomat. Oleh karena itu, pada
penelitian ini dilakukan penyiraman berbagai kadar NaCl untuk menentukan kadar
NaCl yang dapat menyebabkan cekaman moderat pada tanaman tomat dalam rangka
meningkatkan hasil dan mutu buah tomat varietas warani dan permata.
Menurut United Nation Food and Agriculture (2005),
garam mempengaruhi pertumbuhan tanaman umumnya melalui keracunan yang
diakibatkan penyerapan unsur penyusun garam secara berlebihan, penurunan
penyerapan air (cekaman air), penurunan penyerapan unsur-unsur penting bagi
tanaman khususnya potasium. Gejala awal adalah munculnya kerusakan tanaman oleh
salinitas yang ditunjukkan warna daun yang menjadi lebih gelap, ukuran daun
lebih kecil, jarak batang dengan tangkai daun lebih pendek. Dalam kondisi
cekaman garam yang berat menyebabkan warna daun berubah menjadi kuning
(klorosis) serta pada tepi daun mengering (terbakar, menjadi kecoklatan).
Sebelum pengaplikasian NaCl, tanaman tomat varietas
Warani dan Permata tumbuh pada media tanam yang memiliki kondisi yang sama,
dilihat dari nilai pH H2O yang tidak berbeda nyata. Hal ini
mengakibatkan kedua varietas memiliki pertumbuhan akar dan tajuk yang tidak
berbeda pula, karena mendapatkan lingkungan yang sama untuk pertumbuhannya
(Rahmawati dkk., 2010). Menurut
Borsani et al. (2001), tingginya
kadar NaCl menyebabkan penurunan kandungan klorofil karena peningkatan
aktivitas klorofilase dan menyebabkan penyimpangan metabolisme dalam
memproduksi senyawa nitrogen seperti prolin. Saat mengalami cekaman, isi stroma
kloroplas berkurang dan jumlah spesies oksigen reaktif (ROS) dalam tubuh
tanaman seperti H2O2 dan OH meningkat, sehingga
menghambat aktivitas fotosintesis.
Proses osmosis dalam peristiwa penyerapan air oleh
akar tanaman melibatkan pergerakan air dari tempat dengan konsentrasi garam
yang rendah ke tempat yang memiliki konsentrasi garam tinggi. Bila konsentrasi
garam didalam tanah tinggi maka pergerakan air dari tanah ke akar melambat dan
bila konsentrasi garam pada tanah lebih tinggi dibandingkan dengan didalam
sel-sel akar tanaman maka tanah akan menyerap air dari akar, dan tanaman akan
layu dan mati (FAO, 2005). Follet, dkk
(1981) menjelaskan bahwa kelebihan unsur Na+ dan Cl-
dapat menekan pertumbuhan dan mengurangi produksi tomat. Peningkatan
konsentrasi garam larut di dalam tanah akan meningkatkan tekanan osmotik sehingga
menghambat penyerapan air dan unsur-unsur hara yang berlangsung melalui proses
osmosis. Jumlah air yang masuk ke dalam akar akan berkurang sehingga
mengakibatkan menipisnya jumlah persediaan air dalam tanaman.
        II.     MATERI DAN METODE
1.     
Materi,
Lokasi, dan Waktu Penelitian
1.1    
Materi
Penelitian
1.1.1
Alat
Alat-alat yang
digunakan dalam penelitian ini adalah tabung reaksi, cuvet, beaker glass, spektrofotometer, mortar dan pastle, batang
pengaduk, gunting, timbangan analitik, polybag,
dan sprayer, kertas saring.
1.1.2
Bahan
Bahan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah daun tomat (Lycopersicum esculentum), tanah sebagai media penanaman, akuades, aceton, kapas, tissue, NaCl
0 ppm, NaCl 1000 ppm, NaCl 2500 ppm, NaCl 5000 ppm, dan NaCl 7500 ppm.
1.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan
di Desa Sumbang, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa tengah.
Berlangsung dari April sampai Juli 2014. Lokasi percobaan terletak pada
ketinggian 500 m dpl, serta pengamatan dilakukan setiap tiga hari sekali.
2.    Metode Penelitian
2.1
Rancangan Percobaan
Rancangan percobaan yang digunakan
pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Terbagi (Split Plot) dalam Rancangan
Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi
NaCl sebagai petak utama yang terdiri dari 5 taraf, yaitu NaCl 0 ppm, 1000 ppm,
2500 ppm, 5000 ppm, dan 7500 ppm. Faktor kedua adalah varietas tanaman tomat sebagai
anak petak yang terdiri dari 2 taraf, yaitu varietas warani dan permata dengan
5 kali ulangan, sehingga didapatkan 50 unit percobaan.
2.2.
Variabel yang diamati
Variabel yang
diamati adalah variabel terikat berupa konsentrasi NaCl dan variabel bebasnya
berupa kandungan klorofil tanaman tomat varietas warani dan permata. Parameter
yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan klorofil tanaman tomat
varietas warani dan permata di Desa Sambung, Kecamatan Baturaden.
3.   
Cara
Kerja
3.2.Persiapan
lahan
Persiapan
lahan dilakukan dengan cara mengisi 10 polybag
dengan tanah secukupnya. Kemudian, bibit yang telah disemai selama 2 minggu
dipindahkan ke 10 polybag yang telah
berisi tanah. Setelah itu, labeli 10 polybag
sesuai dengan varietas dan konsentrasi NaCl yang berbeda. 
3.3.Pemeliharaan
tanaman tomat
Pemeliharaan dilakukan
dengan menyiram tanaman tomat setiap hari sekali hingga
tumbuh 8-10 daun sekitar umur 2 bulan.
3.4.Pemberian
perlakuan
Pemberian NaCl dilakukan setelah
tanaman tomat tumbuh berumur sekitar 1-2 bulan 
sesuai dengan konsentrasi
NaCl dan varietas
yang ditentukan.
Pemberian perlakuan dilakukan setiap tiga hari sekali.   
3.5.Pengambilan
data
3.5.1.      Pengukuran Kandungan Klorofil
Pengukuran kandungan klorofil
dilakukan dengan cara mengambil semua daun yang berada pada tanaman tomat.
Kemudian daun yang telah diambil dipotong dan digerus dengan menggunakan mortar dan pastle. Lalu, ditambahkan larutan aseton pada gerusan daun tanaman
tomat tersebut. Setelah itu, saring larutan tersebut dengan kertas saring dan
lakukan pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer.
Pengukuran kandungan klorofil dilakukan pada saat panen dimana tanaman tomat
sudah berumur 3-4 bulan.
4.    Metode Analisis
Data yang diperoleh dapat dianalisis menggunakan analisis varian (uji F). Apabila
hasil analisis tersebut menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dapat dilakukan untuk
uji lanjut menggunakan LSD untuk mengetahui perlakuan yang terbaik.


JADWAL
PENELITIAN
No
Kegiatan
Bulan
November
2013
Desember
2013
Januari 2014
Februari
2014
Maret
2014
April
2014
Mei
2014
Juni
2014
Juli
2014
Agustus
2014
1.
Penyusunan Usulan Penelitian
2.
Seminar Usulan Penilitian
3.
Persiapan Pelaksanaan Penelitian
4.
Pelaksanaan Penelitian
5.
Penyusunan Laporan Penelitian
6.
Seminar Hasil Penelitian
DAFTAR
REFERENSI
Badan Pusat Statistik.
2011. Produksi Sayuran di Indonesia.
Diakses tanggal 1 Mei 2011.???
Borsani, O., V.
Valpuesta, and M.A. Botella. 2001. Evidence
for a Role of Salicylic Acid in The Oxidative Damage Generated by NaCl and
Osmotic Stress in Arabidopsis Seedlings
. Plant Physiology Journal Vol. 2
(1) : 1024 – 1030.
Duriat, A.S. 1997. Tomat: Komoditas Andalan yang Prospektif.
Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang, Bandung.
Rahmawati, H., Endang,
S., Eka, T, S. 2010. Pengaruh Kadar NaCl
Terhadap Hasil dan Mutu Buah Tomat
(Lycopersicum
esculentum
). Fakultas Pertanian Gadjah Mada, Yogyakarta.

Yuniati, R. 2004. Penapisan Galur kedelai Glycine max (L.)
Merrill Toleran Terhadap NaCl Untuk
Penanaman di Lahan Salin
. Jurnal Makara Sains, Vol. 8 (1) : 21-24.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !