Pengertian, Fungsi, dan Peranan Kurikulum


Pengertian, Fungsi, dan Peranan Kurikulum

A.    PENGERTIAN KURIKULUM

Istilah kurikulum (curriculum), yang pada awalnya digunakan dalam dunia olah raga, berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu). Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan. Kurikulum terkandung dua hal pokok, yaitu: 1) adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa, 2) tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh ijazah.
Secara konseptual pengertian kurikulum dapat dikelompokkan pada tiga dimensi, yaitu:
1.      Kurikulum sebagai mata pelajaran (subject)
Mengandung makna bahwa pada dasarnya kurikulum itu terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh siswa.kurikulum selalu berorientasi pada penguasaan isi atau materi palajaran sebagai sasaran akhir proses pendidikan (content oriented)
2.      Kurikulum sebagai pengalaman belajar (learning experiences)
Mengandung makna tidak dibatasi hanya sebagai sejumlah mata pelajaran saja, tetapi mencakup semua pengalaman belajar (learning exsperiences) yang dialami siswa dan memengaruhi perkembangan pribadinya.
Harold B. Alberty (1965),memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the students by the school).
Saylor,Alexander, dan lewis (1974) yang menganggap kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk memengaruhi siswa balajar, baik dalam ruangan kelas, di halaman sekolah maupun di luar sekolah,
3.      Kurikulum sebagai program/rencana pembelajaran
Mengandung makna bahwa kurikulum tersebut merupakan suatu program atau rencana belajar (a plan for learning). 
Pengertian kurikulum dibagi menjadi empat dimensi, yaitu:
a.     Kurikulum sebagai suatu ide/gagasan
b.    Kurikulum sebaga suatu rencana tertulis, yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide
c.      Kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang sering disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum; secara teoritis dimensi kurikulum ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis
d.   Kurikulum sebagai suatu hasil, yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.
Dimensi kurikulum sebagai ide dan rencana tertulis, disebut kurikulum ideal atau kurikulum potensial (ideal/potential curriculum). Kurikulum ini wujud nyatanya berupa berupa silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran/RPP. Jenis kurikulum ini sering disebut kurikulum formal atau kurikulum tertulis (written curriculum) yang diharapkan dapat berfungsi sebagai acuan atau pedoman bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah.
Kurikulum sebagain suatu rencana tertulis yang disusun guna memperlancar proses pembelajara. Hal ini sesuai dengan rumusan pengertian kurikulum seperti  yang tertera dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan senbagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

B.     FUNGSI KURIKULUM

1.      Fungsi Penyesuaian (The Adaptive Function)
Mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat well adjusted, yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
2.      Fungsi Integrasi (The Integrating Function)
Mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh.
3.      Fungsi Deferensiasi (The Differenting Function)
Mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa.
4.      Fungsi Persiapan (The Propaedeutic Function)
Mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya.
5.      Fungsi Pemilihan (The Selective Function)
Mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada sisiwa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
6.      Fungsi Diagnostik (The Diagnostic Function)
Mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya.

C.    PERANAN KURIKULUM

1.      Peranan Konservatif
Peranan konservatif menekankan bahwa kurikulum itu dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan atau mewariskan nilai-nilai budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada generasi muda, dalam hal ini para siswa sekolah dasar. Peranan konservatif ini pada hakikatnya menempatkan kurikulum yang berorientasi ke masa lampau.
2.      Peranan Kreatif
Peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang.
3.      Peranan Kritis dan Evaluatif
Peranan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa nilai-nilai dan budaya yang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami perubahan sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa lalu kepada siswa perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang.

Tinggalkan komentar