Pengertian Pelajaran Bidang Studi Akidah Akhlak

Pengertian Pelajaran Bidang Studi Akidah Akhlak

Pengertian Pelajaran Bidang Studi Akidah Akhlak
Pengertian Pelajaran Bidang Studi Akidah Akhlak

Pengertian bidang studi Aqidah-ahlak dalam buku Kurikulum Tinkgkat Satuan Pendidikan Khusus untuk MTs  dijelasakan:


Bidang studi Aqidah-ahlak adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengimani Allah SWT dan merealisasikanya dalam perilaku Ahlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman keteladanan dan pembiasaan. Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dalam bidang keagamaan, pendidikan itu juga di arahkan pada peneguhan aqidah disatu sisi dan peningkatan toleransi serta saling menghormati dengan penganut agama lain dalam rangka mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa (Depag RI, 2007 : 1)

Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa pembelajaran bidang studi akidah-ahlak adalah usaha sadar yang bertujuan mendewasakan anak didik dengan pemberian kecakapan, pengetahuan dan pengembangan pribadinya melalui bidang studi aqidah-ahlak yang dilakukuan secara sistematis dan terarah pada perubahan tingkah laku.

Fungsi dan Tujuan bidang studi  Aqidah-ahlak

Menurut Henry Ehlers mengenai dasar pengetahuan agama adalah sebagai berikut: “Knowledge about religion is essential for a full understanding of ou culture, literature, art, history and current affairs.  That religious beliefs are controversial is not adequate reason for excluding teaching about religion from the public  schools” (Henry Ehlers, 1963: 107).

Sebelum menyebutkan fungsi dan tujuan bidang studi aqidah-ahlak maka akan penulis uraikan dahulu tentang tujuan aqidah-ahlak yaitu untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang di wujudkan dalam ahlaknya yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan , penhayatan, pengamalan, peserta didik tentang aqidah dan ahlak islam, sehinnga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya  kepada Allah SWT, serta berahlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi . 

Demikian juga bidang studi Aqidah-ahlak yang diajarkan di sekolah  juga mempunyai fungsi  sebagai berikut :
  1. Penanaman nilai ajaran islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akherat
  2. Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta ahlak mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan terlebih dahulu dalam lingkungan keluarga.
  3. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui aqidah dan ahlak
  4. Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan pengamalan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari
  5. Pencegahan peserta didik dari hal-hal yang negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang akan di hadapinya sehari-hari
  6. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan ahlak serta sistem dan fungsionalnya  
  7. Penyaluran peserta didik untuk mendalami aqidah-ahlak pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Depag RI, 2007 : 2).  

Ruang lingkup bidang studi Aqidah – Akhlak

Adapun khusus untuk bidang studi Aqidah-ahlak materi pokoknya secara garis besar  berisi:
  1. Hubungan manusia dengan Allah SWT.
  2. Hubungan manusia dengan manusia
  3. Hubungan manusia dengan lingkungannya.

Pendekatan dalam pembelajaran Aqidah-Akhlak

Dalam bukunya Abdullah Ulwan Tarbiyatul Aulad fil Islam Juz II sebagai berikut :
 من القو اعد التربوية المحمع عليهالدى علماء الاجتماع والنفس والتر بية تقوية الصلة ما بين المربي والولد ليتم القفاعل التربوي على احسن وجه ويكتمل التكوين العلمي والنفسي والحلقي على أنبل معنى!! … 

“Di antara prinsip pendidikan yang telah disepakati para ahli ilmu sosial, ahli psikologi dan ilmu pendidikan adalah memperkuat hubungan antara pendidik dengan anak, agar interaksi edukatif dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.  Pembentukan intelektual, spiritual, dan moral dapat  berjalan sesempurna mungkin (Abdullah Nashih Ulwan, 1978 : juz II)

Untuk melaklsanakan GBPP dalam pembelajaran Aqidah-ahlak dapat digunakan beberapa pendekatan antara lain:
  1. Pendekatan emosional, yaitu pendekatan untuk menggugah emosi siswa dalam memahami dan meyakini aqidah islam serta memberi motifasi agar siswa ihlas mengamalkan ajaran islam khususnya yang berkaitan dengan ahlakul karimah.
  2. Pendekatan rasional, yaitu usaha memberikan peranan rasio (akal) dalam memahami dan menerima kebenaran ajaran islam.
  3. Pendekatan fungsional, yaitu usaha untuk menyajikan ajaran islam dengan menekankan pada segi kemanfaatanya bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Pendekatan keteladanan, yaitu menyuguhkan keteladanan, baik yang personal sekolah, perilaku pendidik, dan tenaga kependidikan lain mencerminkan ahlak terpuji, maupun tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah keteladanan. Setelah siswa memperoleh pembelajaran aqidah-ahlak melalui pendekatan-pendekatan tersebut maka siswa mampu mendalami, memahami, menghayati serta mengamalkan ajaran yang telah diterimanya sehingga siswa mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk.
Selain pendekatan-pendekatan di atas dalam rangka mengupayakan perolehan (hasil belajar) yang bermakna dan tahan lama jika memungkinkan dapat juga menggunakn pendekatan ketrampilan proses yang mengarah  pada Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). (Depag RI, 1994:3)
Loading...
About Rian Nova 169 Articles
Penggemar Liverpool yang perfeksionis, hedonis, dan pelupa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*