PENGGUNAAN MEDIA DALAM MENGATASI MASALAH DALAM PEMBELAJARAN

PENGGUNAAN MEDIA DALAM MENGATASI MASALAH DALAM PEMBELAJARAN

A.    Pendahuluan

Pembelajaran merupakan pengembangan dan penyampaian informasi dan kegiatan yang diciptakan untuk memfasilitasi pencapain tujuan yang spesifik.  Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh komponen-komponen yang ada dalam pembelajaran, yaitu: kurikulum, guru, siswa, metode/strategi, materi, media, dan evaluasi.  Semua komponen dalam pembelajaran itu saling berhubungan dan berkaitan erat.

Pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila menunjukkan adanya penyelenggaraan pengajaran yang efektif dan efisien melibatkan semua komponen-komponen pembelajaran yang menyangkut tujuan pengajaran. Namun, dalam pembelajaran sering terjadi beberapa masalah yang dapat mengganggu proses pembelajaran, diantaranya:

1.    Siswa ramai sendiri
Masalah siswa ramai sendiri sering dijumpai dalam pembelajaran. Hal ini tentu saja mengganggu jalannya pembelajaran karena kelas menjadi ramai dan tidak kondusif. Untuk pembelajaran di sekolah dasar atau taman kanak-kanan, siswa sibuk dengan permainan atau barang-barang miliknya, biasanya karena siswa memiliku barang/ mainan baru yang akan dimainkannya di waktu istirahat atau sudah dimainkan di waktu istirahat namun siswa belum merasa puas. Untuk siswa di sekolah lanjutan, bisa saja karena mereka secara sembunyi-sembunyi membaca HP/Smartphone dan lain-lain sehingga mereka sibuk sms, bbm, chatting,  dan lain sebagainya.

2.    Mengajak teman untuk ramai (bergurau/ngobrol)
Selain ramai sendiri, kadang siswa juga mengajak teman lainnya untuk bergurau, ngobrol, atau melakukan permainan-permainan. Hal ini tentu saja lebih menggangu, karena suasana akan lebih ramai dan tidak kondusif. Guru harus berusaha keras agar suasana kelas tenang.

3.    Tidak bisa diam (selalu bergerak dari satu tempat lain)
Beberapa siswa ada yang memang cenderung aktif sehingga selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Mereka tidak bisa duduk dengan tenang di kusinya sendiri, bahkan kalau di TK/SD siswa terkadang berlari-lari di kelas.

4.    Melamun
Dalam kegiatan pembelajaran kadang ada siswa yang terlihat asyik dengan dunianya sendiri, siswa diam, namun bukan mendengarkan, memperhatikan, atau antusias mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung, namun asyik melamun.

5.    Tidur di kelas
Beberapa siswa terkadang terkantuk-kantuk di kelas, hal ini mungkin karena mereka tidur terlalu malam atau juga karena faktor kondisi tubuh  yang kurang sehat sehingga pada akhirnya mereka tertidur.

6.    Keluar masuk kelas
Ada juga siswa yang sepertinya tidak betah di dalam kelas sehingga selalu mencari-cari alasan untuk keluar kelas. Alasan yang dibuat misalnya karena mau ke belakang atau membeli perlengkapan sekolah di kantin/koperasi sekolah.

7.    Kesulitan menangkap materi
Selain beberapa hal di atas, ada juga siswa yang sering kali kesulitan menangkap materi, meskipun pada saat pembelajaran mereka terlihat berkonsentrasi, berusaha sebaik-baiknya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Beberapa contoh masalah yang terjadi pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Ada beberapa  kemungkinan yang menjadi sebab terjadinya peristiwa-peristiwa  tersebut di atas, diantaranya karena guru hanya melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menoton karena hanya menggunakan metode ceramah, siswa kurang tertarik dan tidak merasa membutuhkan materi yang sedang dipelajari, atau ada hal-hal lain yang lebih menarik perhatian siswa.

Dari beberapa masalah yang timbul dalam pembelajaran, guru hendaknya mencari cara agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat menarik perhatian siswa, diantaranya adalah dengan menggunakan media pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran.

B.    Isi

Karena kemajuan teknologi sekarang, tidaklah pada tempatnya lagi jika dalam kegiatan pembelajaran guru hanya melaksanakan secara verbalitas atau kata-kata saja. Pendidikan harus sejalan dengan kemajuan cara manusia berkomunikasi. Adanya kemajuan teknologi tentu saja membawa dampak pada pola pikir anak. Anak sudah biasa melihat tayangan-tayangan televisi, dan peralatan elektronik lainnya, tentu akan merasa bosan dan jenuh jika guru hanya menyampaikan materi pembelajaran dengan hanya menggunakan suara saja. Karena itu guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang ada untuk membuat pembelajaran di sekolah menjadi lebih menyenangkan dan  menarik perhatian siswa.

Disamping karena kemajuan teknologi yang menyebabkan siswa sudah terbiasa melihat berbagai informasi yang menarik dari tayangan televisi, video, dan sebagainya, salah satu karakter anak adalah rentang konsentrasinya yang masih pendek.  Sehingga anak mudah mengalihkan perhatiannya. Jika guru dalam melaksankan kegiatan pembelajaran tidak menggunakan media yang bisa menarik dan memusatkan perhatian anak, maka anak akan gaduh dan ribut sendiri. Hal itu tentu saja akan menghambat proses kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Sebagai usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut guru harus menggunakan media pembelajaran secara terintregasi dalam proses pembelajaran.

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.  Gagne juga menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai komponen yang ada dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lingkungan itu sendiri cukup luas, meliputi lingkungan yang didesain sedemikian rupa untuk kebutuhan proses pembelajaran seperti laboratorium, perpustakaan atau mungkin apotek hidup dan sebagainya; dan lingkungan yang tidak didesain untuk kebutuhan pembelajaran akan tetapi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran siswa seperti kantin sekolah, taman dan halaman sekolah, kamar mandi dan lain sebagainya.

Dengan penggunaan media pembelajaran, siswa tidak hanya mendengar materi secara verbal saja. Karena tipe belajar siswa tentu tidak sama, ada siswa yang kecenderungannya belajar secara verbal ada yang visual dan ada juga yang belajar secara kinestetik. Jika guru hanya berceramah, siswa dengan kemampuan belajar visual tentu tidak dapat menangkap pesan materi yang disampaikan guru.
Pembelajaran sebaiknya melalui pengalaman yang lebih konkret, sehingga pesan yang ingin disampaikan benar-benar mencapai tujuan yang ingin dicapai. Selain itu penyampaian materi secara verbal akan dapat menimbulkan kebosanan siswa, karena siswa tidak diajak berfikir dan menghayati pesan yang ingin disampaikan. Karena itu, media sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran agar siswa dapat mempelajari yang abstrak dengan lebih konkret.

Selain itu, beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:

  • Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
  • Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
  • Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu 
  • Menangkap suatu obyek atau peristiwa-peristiwa tertentu
  • Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu
  • Menumbuhkan minat dan gairah belajar siswa. 

Penggunaan media pembelajaran juga mempunyia empat fungsi khususnya media visual, yaitu:
a.    Fungsi Atensi
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

b.    Fungsi Afektif
Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
c.    Fungsi Kognitif
Fungsi ini terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

d.    Fungsi Kompensatoris
Dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pembelajaan berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaraan yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

C.    Kesimpulan

Pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila menunjukkan adanya penyelenggaraan pengajaran yang efektif dan efisien melibatkan semua komponen-komponen pembelajaran yang menyangkut tujuan pengajaran. Media sebagai salah satu komponen dalam pembelajaran di harapkan dapat dimanfaatkan guru untuk menyampaikan pesan atau materi dengan lebih baik, karena media dapat mengakomodir tipe belajar siswa, yaitu tipe visual, verbal, dan kinestetis. Selain itu penggunaan media dapat meningkatkan atensi (perhatian siswa), meningkatkan minat belajar, memudahkan siswa untuk memahami materi, dan membantu siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaraan yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

Tinggalkan komentar