Ilmiah

Penjelasan Krista Neuralis

Penjelasan Krista Neuralis – Hampir semua jaringan penyokong kepala (tulang rawan, tulang, jaringan ikat) berasal dari krista neural yang bersifat neurogenik. Pada organisme lainnya, jaringan ini berkembang dari mesoderm atau mesenkim. Pada penutupan bumbung saraf (neural tube), krista neural (neural crest) merupakan jaringan syaraf embrional yang tumbuh ke arah lateral, yang tidak hanya menjadi asal perkembangan ganglion spinal, tetapi juga keseluruhan sistem syaraf perifer. Di daerah kepala, krista neural tidak hanya memiliki kemampuan untuk membentuk jaringan syaraf dan ganglion, tetapi juga membentuk mesenkim spesifik yang kemudian berdiferensiasi menjadi jaringan ikat, osteoblas, sel-sel tulang rawan, odontoblas, dan lain-lain. Oleh karena itu, jaringan ini disebut mesektoderm atau ektomesenkim. Setiap tonjolan wajah dibentuk dari proliferasi sel krista neural yang bermigrasi menuju lengkung krista neural pada minggu ke-4 kehamilan (Rohen and Lutjen, 2012).

Sel-sel krista neural bermigrasi ke seluruh tubuh dan berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel. Meskipun sel-sel krista neural bersifat pluripoten, terdapat perbedaan antara sel-sel yang dihasilkan dari tingkat anteroposterior yang berbeda : sel-sel crista neuralis dalam melanosit bentuk batang dan beberapa jenis neuron dan beberapa tipe  sel glia, sedangkan sel-sel krista neural dalam tengkorak (kepala daerah embrio) juga memiliki potensi untuk membentuk turunan mesenkim, seperti tulang rawan, tulang dan jaringan ikat (Knecht and Marianne, 2002).

Krista neural diderivatkan dari ektoderma. Sel-sel krista neural berasal dari daerah paling dorsal bumbung syaraf, dan bermigrasi secara luas untuk meregenerasikan berbagai tipe sel yang terdiferensiasi. Tipe-tipe sel ini termasuk (1) sel-sel neuron dan sel-sel glial sensori sistem syaraf simpatik dan parasimpatik; (2) sel-sel medula kelenjar adrenal yang memproduksi epineprin; (3) sel-sel yang mengandung pigmen epidermis, dan (4) komponen jaringan skeletal dan jaringan ikat kepala. Berikut adalah derivatif krista neural:

Derivatif krista neural

  1. Sistem syaraf perifer, Tipe sel atau struktur derivatif : Neuron-neuron, termasuk ganglia sensorii, ganglia, simpatik dan parasimpatik, dan pleksus-pleksus, Sel-sel nueroglia, Sel-sel Schwann.
  2. Derivatif endokrin dan paraendokrin, Tipe sel atau struktur derivatif : Medula adrenal, Sel-sel pensekresi kalsitonin, Sel-sel tipe I carotid body.
  3. Derivatif Sel-sel pigmen, Tipe sel atau struktur derivatif : Sel-sel pigmen epidermis.
  4. Derivatif Kartilago dan tulang muka, Tipe sel atau struktur derivatif : Kartilago, tulang muka dan tulang tengkorak ventral.
  5. Derivatif Jaringan ikat, Tipe sel atau struktur derivatif : Stroma dan endothelium kornea, Papila gigi, Dermis, otot mulut dan jaringan adipose kulit kepala dan leher, Jaringan ikat saliva dan lakrimal, timus, tiroid, dan kelenjar pituitaria, Jaringan ikat dan otot halus dalam arteri yang berasal dari arkus aortikus.

Krista neural dibagi menjadi 4 domain fungsional utama, antara lain:

  • Krista neural badan (batang tubuh); merupakan suatu struktur transient (bersifat sementara), sel-selnya mengalami dispersi dengan cepat setelah neural tube menutup. Ada dua jalur yang digunakan untuk migrasi sel-selnya. Sel-sel tersebut bermigrasi sepanjang jalur dorso-lateral untuk menjadi melanosit, yaitu sel-sel yang membentuk pigmen melanin. Sel-sel krista neural yang menjadi pensintesis pigmen, bermigrasi dorso-lateral ke dalam ektoderma untuk melanjutkan jalurnya ke arah linia mediana ventral perut. Jalur migrasi kedua menempatkan sel-sel krista neural badan ke arah ventrolateral melewati ahan anterior setiap sklerotoma (blok-blok sel mesoderma derivat somit, yang akan berdiferensiasi menjadi kartilago vertebra bagian korda spinal). Sel-sel krista neural yang tetap dalam sklerotoma membentuk radik ganglia dorsal yang berisi neuron-neuron sensori. Sel-sel krista neural yang terus ke arah ventral membentuk ganglia simpatik, medulla adrenal, dan kelompok syaraf yang mengelilingi aorta.
  • Sel-sel krista neural vagal (leher) dan sakral; sel-sel yang menggenerasikan ganglia-ganglia parasimpatik perut (Pomeranz et al., 1991). Krista neural vaga berada dekat somit 1-7, sedangkan krista neural sakral terletak di sebelah posterior somit ke-28. Kegagalan migrasi sel-sel krista neural dari daerah ini ke colon, menghasilkan ketiadaan tumbuhnya ganglion parasimpatik, sehingga meniadakan gerakan peristaltik di dalam usus besar.
  • Krista neural kardiaka; terletak diantara krista neural badan dan krista neural kranial. Sel-sel krista neural kardiaka dapat berkembang menjadi melanosit, neuron-neuron, kartilago, dan jaringan ikat. Selain itu, dapat membentuk seluruh dinding jaringan muskulo-konektif arteri-arteri besar ketika mereka muncul dari jantung, termasuk mengkontribusi septum-septum yang memisahkan sirkulasi pulmonaris dari aorta (Le Lievre and Le Douarin, 1975).
  • Krista neural kranial (sefalik); sel-sel yang bermigrasi ke arah dorso-lateral untuk membentuk mesenkim-mesenkim kraniofasial yang berdiferensiasi menjadi kartilago, tulang, neuron-neuron kranial, glial, dan jaringan ikat muka. Sel-sel ini masuk arkus-arkus dan kantung-kantung faring untuk memunculkan sel-sel timus, odontoblas primordial gigi, tulang telinga tengah, dan tulang rahang.

DAFTAR REFERENSI

Knecht, A. K., Marianne, B. F. 2002. Introduction of The Neural Crest : A Multigene Process. Nature Reviews Genetics 3 : 453-461.

Rohen, J. W., Lutjen, D. E. 2012. Funktionelle Embryologie : Die Entwicklung der Funktions Systeme des Menschilchen Organismus. Stuttgart, Schattatauer.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !