Artikel, Berita, Ilmiah

Penyakit Akibat Kekurangan Protein (DEFICIENCY OF PROTEIN)

Penyakit Akibat Kekurangan Protein (DEFICIENCY OF PROTEIN)

1. Busung lapar (hongeroedeem)

Disebabkan karena kekurangan protein. Darah kekurangan protein mengakibatkan terjadinya osmosa koloid yang sangat lemah sehingga air dalam jaringan tidak dapat masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Hal ini mengakibatkan kulit menjadi busung atau membengkak.

Gejala-gejala penyakit busung lapar yaitu badan terasa lemah, muka atau warna kulit pucat, nafsu makan dan bergerak kurang, kaki dan tangan sering terasa kesemutan, perut kelihatan besar atau busung, dan bengkak-bengkak di sekujur tubuh.

2. Kwashiorkor

Kwashiorkor merupakan salah satu penyakit yang timbul karena kekurangan protein yang banyak diderita oleh bayi dan anak-anak pada usia enam bulan sampai tiga tahun (balita). Ciri-ciri penderita kwashiorkor yaitu adanya pembengkakan pada kaki dan tangan, wajah sembab, otot kendur, rambut kemerahan dan mudah patah, dan mukanya seperti bulan, tetapi penderita kwashiorkor tidak kelihatan kurus.

3. Marasmus

Marasmus adalah istilah yang digunakan bagi gejala yang timbul bila anak menderita kekurangan energi (kalori) dan kekurangan protein. Penderita marasmus akan terlihat sangat kurus dan kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya.

Penyakit Akibat Kekurangan Protein (DEFICIENCY OF PROTEIN)

 

4. Edema

Penyakit ini biasanya disebut dengan retensi air akibat kekurangan protein. Darah yang mengalir di dalam tubuh manusia mengandung berbagai macam nutrisi bagi metabolisme tubuh, regenerasi sel, perbaikan sel dan lainnya. Apabila darah yang mengalir itu tidak memiliki cukup protein maka tekanan darah akan rendah yang dapat mengakibatkan  pusing, lemas dan malas beraktifitas. Bila hal ini terus berlanjut maka aliran darah yang tidak mengandung protein akan membentuk jaringan mirip dengan gumpalan air pada sekitar pembuluh darah. Jaringan yang dipenuhi dengan air inilah yang disebut edema.

5. Denyut jantung rendah

Jantung manusia berdetak setiap detiknya. Dalam berdetak ternyata jantung  membutuhkan protein. Bila tubuh kekurangan protein maka denyut jantung bisa menjadi rendah misalnya dibawah 60 denyut/menit.

6. Sulit buang air besar

Buang air besar dan sembelit merupakan penyakit akibat kekurangan protein. Pencernaan akan berjalan dengan baik bila tubuh dalam pemenuhan protein.

7. Fungsi otak terganggu

Otak adalah pusat saraf manusia dalam berpikir dan mengendalikan setiap gerakan tubuh. Kekurangan protein akan menyebabkan kecepatan berpikir otak menjadi rendah bahkan bisa mengakibatkan gangguan yang lebih parah seperti kecepatan motorik berkurang, stress, depresi dan lainnya.

8. Rambut rontok

Rambut yang mengalami kerontokan secara tidak normal dapat diakibatkan tubuh kekurangan protein. Rambut yang kuat dan sehat akan dimiliki bila seseorang  mengkonsumsi cukup protein dan nutrisi bagi rambut, misalnya vitamin E .

Mekanisme terjadinya kekurangan protein yaitu interaksi antara faktor-faktor keberadaan zat gizi (faktor penyebab), cadangan zat gizi dalam tubuh, penyakit infeksi, infestasi cacing, aktifitas (faktor penjamu), pantangan cara pengolahan (faktor lingkungan), sangat penting dipertahankan dalam keadaan seimbang dan optimal. Bila keseimbangan ini tidak terjaga maka akan terjadi perubahan dalam tubuh, yaitu terjadinya pemakaian cadangan gizi yang tersimpan di dalam tubuh.

Penanggulangan penyakit kekurangan protein pada orang dewasa, bisa ditanggulangi dengan mengkonsumsi protein secara cukup dan rutin. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah menu makanan setiap hari dengan makanan yang banyak mengandung protein misalnya daging, telur, buah-buahan dan sayuran. Selain makanan, dibutuhkan jua minuman bergizi misalnya susu sapi, madu, minyak zaitun, minyak ikan, dan lainnya. Sedangkan bagi balita, penyakit ini bisa dicegah dengan menunda masa penyapihan yang premature, dengan tetap memberikan ASI eksklusif, memberikan makanan pendamping bagi bayi yang mencukupi kebutuhan proteinnya, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Baca Juga : Pentingnya Protein Bagi Tubuh Manusia

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !