Perjalanan ke Gontor (Sampai di Pondok “Negeri 5 Menara”)

Perjalanan ke Gontor ( Sampai di pondok “Negeri 5 Menara”)

Dalam tulisanku sebelumnya, saya telah menceritakan perjalanan ke Gontor dari Purwokerto. Ini adalah cerita lanjutannya, hehe..

Kami sampai di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah turun dari mobil carteran, ternyata kondisi pondok sudah ramai sekali oleh para santri baru dan tentunya orang tua yang mengantar. Saya kira kami adalah termasuk yang pertama sampai dipondok, usut punya usut ternyata ada juga anak yang sudah satu bulan tinggal di pondok. Warbiasya..

Sebagai orang yang ramah, saya langsung berkenalan dan membuka obrolan dengan calon wali santri yang ada disampingku. Beliau orang Tuban yang baru sekitar 1 jam sampai. Saya dikasih tahu bahwa tamu diharuskan mendaftar dan sebelum menempati kamar khusus tamu.

Setelah itu sayapun mendaftar di Bapenta, singkatan dari bagian penerimaan tamu. Saya sempat menyangka petugas yang berada di Bapenta adalah staf pondok, tapi ternyata petugasnya adalah santri pondok juga. Di Bapenta, para tamu akan dimintai kartu identitas dan akan disimpan oleh petugas selama tamu itu masih menginap. Setelah identitas saya ditulis dan menyerahkan KTP, saya membawa barang-barang ke kamar tamu.

Pada saat saya datang, kamar tamu sudah penuh dengan para wali santri yang mengantarkan putranya setelah liburan dan tentunya calon wali santri yang akan mendaftarkan putranya. Saya bersalaman dengan tamu yang lain lalu menaruh barang dikamar. Sekedar catatan, jangan tinggalkan barang berharga ataupun uang anda dalam kamar, semua demi keamanan dan berjaga-jaga dari hal yang tak diinginkan.

Setelah itu saya ke bagian pengasuhan santri, dibagian ini calon santri akan mendapatkan asrama sementara sampai ada pembagian kamar/asrama. Dibagian pengasuhan calon santri mengisi data diri. Sekedar informasi, bahwa pada saat saya kemarin, pihak pondok hanya menyediakan kelas. Jadi Bapak/Ibu calon wali santri menyediakan sendiri alas tidur berupa kasur atau karpet sendiri.

Bapak ibu juga harus menyediakan alat-alat mandi berupa gayung, handuk, sabun, sikat dan pasta gigi, gantungan baju, detergen. Saya menyarankan agar calon wali santri tinggal di asrama selama sebelum pengumuman kelulusan nanti. Walaupun anak misalnya tidak betah, makan antri, mandi antri dan kesusahan-kesusahan yang lain, tapi orang tua harus tega. Karena, membiarkan anak tinggal di asrama akan melatih calon santri untuk adaptasi dengan kehidupan pondok, mandiri, dan mendapatkan banyak kenalan dari calon santri dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Selain itu tinggal di asrama juga akan membuat calon dapat belajar bersama yang dibimbing oleh kakak-kakak kelas lima. Belajar bersama dilakukan setelah shalat berjamaah. Materi belajar adalah materi yang akan diujikan dalam ujian tulis. Jadi sayang sekali kalau calon santri tidak tinggal di asarama.

Setelah membereskan urusan adik  dan sudah sampai di asrama sementara, saya pun kembali ke kamar tamu di Gedung Al Azhar. Awalnya saya yang dari Purwokerto mengira bahwa saya cukup jauh menempuh perjalanan, namun ternyata saya tak ada apa-apanya, karena masih teman-teman baruku para calon wali santri berasal dari seluruh wilayah Indonesia, Bogor, Sampit, Medan, Lampung, Tangerang, Banjarmasin, Kendari, Papua dll.

menara gontor

menara gontor

Saya sendiri awal tahu Pondok Gontor dari novel dan film Negeri 5 Menara yang aku tonton di layar televise, namun kini saya bersyukur dapat melihat langsung menara yang dimaksud itu, menara yang kokoh tinggi menjulang. Semoga pas pengumuman nanti adiku diterima di Pondok Gontor ini. Amin…

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !