Penjelasan Persamaan Reaksi Fotosintesis Dan Sejarahnya

Penjelasan Persamaan Reaksi Fotosintesis Dan Sejarahnya – Fotosintesis adalah suatu proses perubahan bahan anorganik menjadi bahan organis oleh organisme fotosintetik yang membutuhkan sinar matahari sebagai sumber energi. Pada tanaman fotosintetik, energi matahari diubah dalam ATP dan NADPH, selanjutnya digunakan sebagai sumber energi untuk sintesis karbohidrat dan komponen sel organik lainnya. Bahan yang digunakan untuk mensintesis bahan organik tersebut adalah karbon dioksida (CO2) dan air (H2O), pada saat yang bersamaan, organisme tersebut juga melepaskan oksigen ke atmosfir.

Berbeda dengan organisme fotosintetik, organisme heterotrof aerobik, tidak menghasilkan oksigen tetapi justru menggunakan oksigen yang dibentuk oleh organisme fotosintetik. Heterotrof aerobik menggunakan oksigen untuk mengkatabolisme produk organik berenergi tinggi dari fotosintesis menjadi CO2 dan H2O dan membentuk kembali ATP untuk aktivitas sel itu sendiri. Karbondioksida yang dibentuk oleh heterotrof (respirasi) kembali ke atmosfer yang selanjutnya digunakan kembali oleh organisme fotosintesis. Hal tersebut menunjukkan bahwa daur karbondioksida dan oksigen atmosfir melalui biosfir dibiayai/didorong oleh energi matahari.

Persamaan Reaksi Fotosintetik

Persamaan reaksi fotosintetikl ditentukan berdasarkan  hasil percobaan yang telah dilakukan pada abad ke 17-an (1770-1780). Pada abad tersebut, salah satu penemu molekul oksigen, Joseph Priestly., melakukan percobaan  menggunakan tikus dan lilin yang ditaruh di dalam wadah tertutup

Klorofil Fotosintesis Zat Hijau Daun

Dalam percobaannya ditemukan bahwa sejumlah udara yang berada di dalam tempat penelitiannya dapat “dihabiskan” dengan cara membakar lilin. Keadaan tersebut, tidak lagi menunjang pembakaran atau hidup tikus di dalam wadah. Priestly, selanjutnya menaruh potongan pohon mint di dalam wadah yang diguanakan di atas, ternyata udara “dikembalikan” perlahan-lahan, sehingga keadaannya kembali dapat menunjang pembakaran lilin dan hidupnya tikus di dalam wadah tersebut.

Priestly menyimpulkan hasil percobaannya bahwa tumbuhan hijau menghasilkan oksigen, melalui suatu proses yang nampaknya merupakan kebalikan dari respirasi pada hewan yang justru menggunakan oksigen. Setelah dilakukan pengamatan secara rinci, ternyata ada yang tidak disadari oleh Priestly yaitu bahwa proses pengembalian udara oleh potongan mint adalah memerlukan sinar matahari.

Pentingnya sinar matahari dalam fotosintesis juga telah  dibuktikan melalui hasil penelitian jan Ingenhauze, seorang dokter dan peneliti Belanda. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa hanya bagian hijau dari tanaman yang melakukan pembentukan oksigen dalam keadaan terang. Penelitian tersebut dilakukan beberapa tahun kemudian setelah penelitian Priestly.

Fotosintesis tumbuhan hijau

Pada awal abad kesembilan belas, juga telah dilakukan pengukuran kuantitatif pertama untuk mengetahui jumlah CO2 yang diasimilasi, oksigen yang dibebaskan dan jenis bahan tumbuhan yang dihasilkan selama fotosintesis.

Robert Meyer, 1842 penemu hukum termodinomika tentang konservasi energi, menyimpulkan bahwa sinar matahari memberikan energi bagi pembentukan produk fotosintetik. Dengan dasar berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan, maka pada pertengahan abad ke 19, disepakati bahwa persamaan reaksi fotosintesis adalah :

Persamaan Reaksi Fotosintesis

Organisme Fotosintetik

 

Fotosintesisi yang sering terjadi di sekeliling kita, ternyata tidak hanya terjadi pada tumbuhan hijau saja. Proses tersebut juga dapat terjadi pada organisme eukariotik tingkat rendah yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang seperti ganggang, euflena, dinoflagelata dan diatome.

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !