Persilangan Monohibrid, Mari Belajar Genetika Tumbuhan

Persilangan Monohibrid Genetika Tumbuhan – Pemuliaan tanaman merupakan suatu metode pemanfaatan keragaman genetik plasma nutfah secara sistematis untuk menghasilkan varietas baru yang lebih baik dari sebelumnya.Keragaman genetik bukan hanya mengenai koleksiplasma nutfah secara fisik, tetapi jugapenilaian sejauh mana keragaman genetik tersebut diperlukan dalam kegiatan manipulasi genetik ke arah perakitan varietasyang diinginkan dan jarak genetik dari sifat-sifat yang digunakan dalam programpersilangan.

DNA merupakan struktur materi  genetik utama yang  mengontrol sifat-sifat makhluk hidup. Gen adalah zat yang berukuran sangat kecil yang kompak dan menempati suatu tempat pada kromosom bernama lokus, yang mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat (pewaris sifat). Alel adalah gen yang memiliki lokus (posisi pada kromosom yang sama).

Lokus adalah bagian atau tempat pada kromosom yang diduduki oleh gen. Kromosom adalah molekul asam nukleat yang melakukan replikasi sendiri, mengandung sejumlah gen, pada struktur tertentu tersusun dari DNA dan protein.

Kromosom adalah materi yang terdapat di dalam sel. Kromosom merupakan bahan pembawa informasi genetik, karena mengandung gen yang menyimpan informasi genetik itu. Genotip adalah komposisi pewarisan individu dengan atau tanpa ekspresi fenotip dari satu atau beberapa sifat. Fenotip adalah penampakan, atau sifat yang nampak terlihat, menunjukkan bentuk, dapat dideskripsikan atau tingkat dari ekspresi karakter. Fenotip merupakan hasil dari interaksi gen dengan lingkungan.

Hukum Mendel 1

Mendel menemukan Prinsip Mendel I pada saat meneliti persilangan dengan satu sifat beda (monohibrid). Persilangan monohibrid adalah persilangan yang melibatkan satu sifat beda.

Persilangan monohibrid adalah persilangan antar dua spesies yang sama dengan satu sifat beda. Persilangan monohibrid ini sangat berkaitan dengan hukum mendel I  atau yang disebut dengan hukum segregasi. Hukum ini berbunyi “ Pada pembentukan gamet untuk gen yang merupakan pasangan akan di segregasikan ke dalam dua anakan”.

Persilangan monohibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2, yaitu 1:2:1 merupakan bukti berlakunya hukum mendel I.Penggabungan gamet secara acak adalah bahwa setiap gamet yang dihasilkan oleh F1 akan mempunyai kesempatan yang sama dalam mengawini gamet-gamet betina dari individu-individu dari F1.

Persilangan monohibrid adalah persilangan yang melibatkan satu sifat beda. Persilangan monohibrid adalah persilangan antar dua spesies yang sama dengan satu sifat beda. Persilangan monohibrid ini sangat berkaitan dengan hukum mendel I  atau yang disebut dengan hukum segregasi. Hukum ini berbunyi “ Pada pembentukan gamet untuk gen yang merupakan pasangan akan di segregasikan ke dalam dua anakan”. Persilangan monohibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2, yaitu 1:2:1 yang  merupakan bukti berlakunya hukum mendel.

Persilangan monohibrid bertujuan untuk mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya. Persilangan ini untuk membuktikan hukum mendel I yang menyatakan bahwa pasangan alel pada proses pembentukan sel gamet dapat memisah secara bebas.

Contoh persilangan monohibrid adalah pada penelitian Pardal et al tahun 2008-2009 (2014), bahan penelitian berupa tanaman tomat transgenik generasi T2 dan T3 (hasil selfingtanaman T1 dan T2) dari galur OvR1#14-4,OvM2#10-1, dan OvM2#6-2 yang membawa genDefH9-iaaM) Hasil elektroforesis gel pada seluruh sampelmenunjukkan bahwa dari 30 sampel tanaman T2galur OvR1#14-4, sebanyak 23 tanaman positifmemiliki insersi gen iaaM sedangkan 7 tanamanlainnya menunjukkan hasil negatif. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa rasioantara tanaman transgenik dan nontransgenikadalah 23:7 (3:1).

DNA merupakan struktur materi  genetik utama yang  mengontrol sifat-sifat makhluk hidup. Gen adalah zat yang berukuran sangat kecil yang kompak dan menempati suatu tempat pada kromosom bernama lokus, yang mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat (pewaris sifat). Alel adalah gen yang memiliki lokus (posisi pada kromosom yang sama). Lokus adalah bagian atau tempat pada kromosom yang diduduki oleh gen. Kromosom adalah molekul asam nukleat yang melakukan replikasi sendiri, mengandung sejumlah gen, pada struktur tertentu tersusun dari DNA dan protein.

Genotip adalah komposisi pewarisan individu dengan atau tanpa ekspresi fenotip dari satu atau beberapa sifat. Fenotip adalah penampakan, atau sifat yang nampak terlihat, menunjukkan bentuk, dapat dideskripsikan atau tingkat dari ekspresi karakter. Fenotip merupakan hasil dari interaksi gen dengan lingkungan.

Hubungan antara DNA, gen, alel, lokus, kromosom, genotip, dan fenotip adalah DNA merupakan struktur materi genetik yang mengontrol sifat makhluk hidup, DNA terdapat di dalam gen, gen menempati suatu tempat di dalam kromosom yang disebut lokus, gen yang menempati suatu lokus berlainan adalah alel, kromosom tersusun dari gen-gen yang mengandung DNA.

Cara penghitungan ;

persilangan monohibrid

 

Ungu = 4,12

Putih = 12,37

F hitung = 16,49

F tabel = 3,84

Maka, jika Fhitung > Ftabel hasilnya tidak signifikan

Jika Fhitung < Ftabel hasilnya signifikan

Karena F hitung > F tabel maka hasil percobaan tidak signifikan atau tidak sesuai dengan perbandingan.

P1 =       Galur 1  ><Galur 2

HH                          hh

(Ungu)                  (Putih)

H                                             h

F1 = Hh

(Ungu) 100%

Hh          ><           Hh

F2 = HH, Hh, Hh, hh

Rasio Genotip = 1: 2: 1

HH          : Hh        : hh

Rasio Fenotip =                  3             :               1

(Ungu   : Putih)

Dari rumus di atas ;

Jika didapatkan hasil F2 dengan warna batang ungu sebanyak 5 dan warna putih sebanyak 12, total F2 yang tumbuh adalah 17 dari 20 biji yang ditanam. Hasil penghitungan uji X2 untuk karakteristik ungu adalah  4,12 dan karakteristik putih adalah 12,37 sehingga penghitungan uji X2 secara keseluruhan adalah 16,49 sedangkan nilai X2 tabel adalah 3,84 sehingga F hitung > F tabel yang berarti hasil percobaan tidak signifikan atau tidak sesuai dengan perbandingan.

Menurut literatur, pengujian tidak sesuai dengan penghitungan dan teori dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah kemungkinan kesalahan pada penempatan parental dan atau kesalahan pada persilangan yang menyebabkan keturunan pada F2 tidak menghasilkan perbandingan fenotip 3:1.

Persilangan monohibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2 genotipnya, yaitu 1:2:1, dan rasio fenotipnya 3:1 yang  merupakan bukti berlakunya hukum mendel I. Sehingga, pada percobaan persilangan monohibrid ini, ketidaksignifikanan hasil didapat dari kurang telitinya saat persilangan antar parental, karena saat proses destruksi (pencabutan tanaman) berlangsung pada parental P2 terdapat parental yang memiliki batang berwarna ungu, yang seharusnya P2 merupakan parental warna putih.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !