Persyaratan Budidaya Rumput Laut Eucheuma sp

Persyaratan Lahan Budidaya Rumput Laut Eucheuma sp – Rumput laut (sea weeds) adalah ganggang yang berukuran besar (macro algae) yang merupakan tanaman tingkat rendah dan termasuk dalam divisi Thallophyta. Rumput laut dikelompokan dalam thallophyta karena struktur kerangka tubuhnya tidak berdaun, berbatang, serta berakar, tetapi menyerupai batang yang disebut thallus. Secara botani tumbuhan ini tidak termasuk dalam rumput-rumputan, namun tumbuhan laut ini lebih dikenal dengan .rumput laut,dalam dunia perdagangan rumput laut (sea weeds) merupakan salah satu komoditi ekspor non-migas, tersebar luas di perairan pantai kepulauan Indonesia adalah berupa ganggang (algae) multiseluler yang hidup di laut tergolong division thallophyta.
Panen rumput laut di Indonesia yang merupakan produksi dan salah satu komoditi ekspor itu semuanya adalah diambil dari alam. Sehingga keadaannya yang naik turun tidak menentu itu adalah karena ketergantungan pada keadaan alam dan iklim yang sukar dikuasai oleh manusia. Sedangkan kebutuhan rumput laut di dunia semakin meningkat dengan meningkatnya industri-industri yang lain, baik yang yang memerlukan bahan agar-agar, carrageenin ataupun algin. Usaha-usaha budidaya sangat diperlukan untuk menanggulangi semua itu. Untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan tiga cara yaitu pencarian daerah baru, konservasi, dan budidaya.
Budidaya rumput laut Eucheuma sp. yang sudah biasa dilakukan oleh petani/nelayan adalah dengan menggunakan metode rakit apung (floating raft method) dan metode lepas dasar (off bottom method), metode ini sangat tepat diterapkan pada areal perairan antara interdal dan subtidal dimana pada saat air surut terendah dasar perairan masih terendam air serta lebih banyak memanfaatkan perairan yang relatif dangkal. Oleh karena itu untuk melakukan pengembangan budidaya rumput laut tersebut sangat terbatas apalagi beberapa lokasi perairan pantai di Indonesia pada waktu surut terendah dasar perairannya kering. Dengan demikian perlu adanya metode lain yang bisa memanfaatkan perairan-perairan yang relatif dalam yang selama ini kurang dimanfaatkan walaupun sebenarnya mempunyai potensi lebih besar apabila dimanfaatkan secara optimal.
Lahan budidaya Eucheuma sp. yang cocok terutama sangat ditentukan oleh kondisi ekologis yang meliputi kondisi lingkungan fisik, kimia dan biologi.
Persyaratan Budidaya Rumput Laut Eucheuma sp
Oke, Menurut  Sujatmiko dan Angkasa (2006), persyaratan lahan budidaya Eucheuma sp :
  1. Lokasi budidaya harus terlindung dari hempasan langsung ombak yang kuat.
  2. Lokasi budidaya harus mempunyai gerakan air yang cukup. Kecepatan arus yang cukup untuk budidaya Eucheuma sp 20 – 40 cm/detik.
  3. Dasar perairan budidaya Eucheuma sp adalah dasar perairan karang berpasir.
  4. Pada surut terendah lahan budidaya masih terendam air minimal 30 cm.
  5. Kejernihan air tidak kurang dari 5 m dengan jarak pandang secara horisontal.
  6. Suhu air berkisar 27 – 30 oC dengan fluktuasi harian maksimal 4oC.
  7. Salinitas (kadar garam) perairan antara 30 – 35 permil (optimum sekitar 33 permil).
  8. pH air antara 7 – 9 dengan kisaran optimum 7,3 – 8,2.
  9. Lokasi dan lahan sebaiknya jauh dari pengaruh sungai dan bebas dari pencemaran.
  10. Sebaiknya dipilih perairan yang secara alami ditumbuhi berbagai jenis makro algae lain seperti Ulva, Caulerpa, Padina, Hypnea dan lain-lain sebagai sp indikator.
Sedangkan syarat-syarat pemilihan lokasi budidaya jenis Gracillaria sp.  menurut Indriani  dan Sumiarsih  (1999) adalah :
  1. Untuk lokasi budidaya di tambak, dipilih tambak yang berdasar peraiar Lumpur berpasir. Dasar tambak yang tediri dari lumpur halus dapat memudahkan tanaman terbenam dan mati.
  2. Agar salinitas airnya cocok untuk pertumbuhan Gracillaria , sebaiknya lokasinya berjarak 1 km dari pantai.
  3. Kedalaman air tambak antara 60-80 cm.
  4. Lokasi tambak harus dekat dengan sumber air tawar dan laut.
  5. Derajat keasaman (pH) air tambak optimum antara 8,2-8,7.
  6. Dapat menggunakan tambak yang tidak produktif untuk udang dan ikan.
Metode budidaya yang akan dilakukan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut itu sendiri. Sampai saat ini telah dikembangkan lima metode budidaya rumput laut berdasarkan pada posisi tanaman terhadap dasar perairan. Metoda-metoda tersebut meliputi : metoda lepas dasar, metoda rakit apung, metode long line dan metode jalur serta metode keranjang (kantung). Metoda budidaya rumput laut yang telah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan, meliputi: metoda lepas dasar, metoda apung (rakit), metode long line dan metode jalur. Namun di dalam penerapan keempat macam metoda tersebut harus disesuaikan dengan kondisi perairan di mana lokasi budidaya rumput laut akan dilaksanakan.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !