Pertanyaan-Pertanyaan Anak Manusia

Pertanyaan-Pertanyaan Anak Manusia – Pagi-pagi buta Alan mengajakku ke pantai, dengan suara yang jauh dari kata merdu dia memangil-mangil namaku dari depan rumah.

Pras, bangun ayo kita ke pantai, seru Alan berkali-kali sampai suara itu membangunkan tidurku. Dengan langakah gontai dan rasa malas aku keluar kamar dan mendapati Alan sudah menungguku di ruang tamu.

Mau ngapain ke pantai pagi-pagi seperti ini tanyaku dengan suara lirih, menandakan bahwa aku benar-benar masih ngantuk. Ada suatu hal yang akan aku ceritakan ke kamu Pras, jawab Alan.

Pertanyaan-pertanyaan anak manusia

Pantai Menganti Kebumen

Tapi kamu tahu kan aku baru pulang dini hari tadi, pekerjaan di kantor sedang numpuk jadi aku harus pulang larut malam.

Justru karena itu Pras kita harus menikmati pagi yang berbeda, kita bebaskan diri kita dengan belenggu pekerjaan, target kantor dan segala tetek bengek masalah yang lain.

Karena itu aku mengajakmu ke pantai sepagi ini, biar belum banyak orang yang datang dan kita leluasa untuk bercengkrama dengan pantai disana, dan juga ada sesuatu hal yang ingin aku ceritakan padamu.

Ayoo cepat sebelum matahari muncul kita harus sudah berada disana, iya iya aku cuci muka dulu.

Tidak waktu lama dengan bersepeda aku dan Alan sudah sampai ke tepi pantai, iya memang desaku dan Alan adalah desa pesisir yang dikelilingi oleh laut.

Diperjalanan tadi ada obrolan yang menarik dari kita berdua, disepanjang jalan kami melihat aktivitas orang yang sudah sibuk menyiapakan barang daganganya, ada juga yang sedang menyiapakan jala guna berlayar menangkap ikan.

Seketika Alan bertanya kepadaku. Pras kenapa orang-orang harus bangun pagi seperti ini, kenapa tidak semua orang dilahirkan menjadi kaya?.

Mereka harus bangun lebih bagi dari orang-orang yang lain dan pulang jauh lebih malam.

Ya untuk mencari nafkah jawabku, singkat, untuk sekedar mempertahankan hidup dan mencukupi kebutuhan keluarganya mereka harus bekerja, kalau tidak bekerja mereka tidak menghasilkan uang, kalau tidak ada uang mereka tidak bisa makan. Kalau tidak ada makanan manusia akan lapar dan pada akhirnya akan mati.

Kamu pernah berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil? Pernah jawabku bahkan terlampau sering.

Ya seperti tadi katamu, kenapa tidak semua orang dilahirkan menjadi kaya saja? proses seperti apa dulu di langit sana,  hingga membedakan manusia yang satu dengan yang lain?

Memang banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum kita bisa jawab sekarang, padahal kita sudah cukup lama ya tinggal di dunia sudah 26 tahun.

Mungkin karena kita belum menikah celetuk Alan. Hahaha,, mungkin juga itu lan. Semakin mengeraskan kita berdua untuk tertawa.

Tiba-tiba Alan berteriak dengan suara kencang Ahhhhhhh …… Ahhhhhh …… mungkin Alan sedang ingin meluapkan masalah yang ada, batinku.

Kau berteriak-teriak seperti itu pasti ada hal yang sedang mengganjal dari pikiranmu?

Iya nih Pras, aku tidak nyaman bekerja di kantorku, ada perasaan yang sulit aku jelaskan. Yang jelas pekerjaanku sekarang, memang benar-benar bukan duniaku.

Apa kamu sudah berusaha untuk menikmati pekerjaanmu, tanyaku? Sudah namun tetap saja hati tak bisa untuk dipungkiri dan aku sudah putuskan bulan depan aku akan risent saja.

Kalau itu sudah menjadi keputusanmu, aku juga tidak bisa berkata banyak, yang jelas kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu putuskan.

Apapun konsekuensinya kamu harus terima, termasuk mungkin dengan orang tauamu. Orang tua taunya kita mendapatkan pekerjaan saja mereka sudah senang, karena jaman sekarang untuk mendapatkan pekerjaan saja susah.

Iya aku sudah bicara dengan orang tua, orang tauku awalnya juga menentang keputusanku ini, namun setelah aku jelaskan secara baik-baik. Mereka akhirnya dapat menerima.

Sudah kalau begitu apapun keputusan yang kamu pilih aku dukung, terus setelah berhenti bekerja rencana apa yang akan kamu lakukan.

Aku ingin berwirausaha, bakatku memang berwirausaha mungkin. Sebagai langkah awal aku akan mencoba berjualan peralatan pendakian gunung.

Ya kecil-kecilan terlebih dahulu dari mulai sendal, hingga jaket gunung aku akan mencoba berjualan itu.

Aku memilih itu karena di daerah kita masih sangat jarang orang yang berjualan itu, lagi pula aku juga senang naik gunung. Hehe

Terserah kamu saja lan, bahwa hidup itu memang pilihan sekali lagi kalau itu sudah menjadi pilihanmu aku akan dukung.

Bersambung.

 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !