Politik Hati Untukmu Honey

Politik Hati Untukmu Honey – Dua puluh tujuh tahun hidupku,  sederhana sekali. Malam ini ku bayangkan menjadi seekor burung emprit yang hanya hidup paling lama 3 tahun. Membangun sarang, tidur dimalam, bangun, lalu memulai terbang mencari makan saat matahari masih terbenam 2 derajat di timur. Malam ini sederhana saja, disiang berkutat dengan rutinitas, lalu kembali pulang,  ragaku berakhir pada kamar yang ini-ini saja.

(Disederhanakan saja!), kata seorang guru), akh…lampu boklam kamar  menyala sendu, mencibirku dalam keresahan pikiran. Menertawakan hidup yang katanya rumit atau malah sederhana, entahlah. Terngiang daulat guru tadi siang. Ku pikir-pikir, rasanya belum sepenuhnya aku paham.{ Sederhanakan saja ! kata beliau}.

Manusia sepertiku tak benar-benar paham. Kata yang terkesan memiliki kedalaman makna itu, kata yang tak kunjung mampu ku selami itu. Kesederhanaan itu berseliweran memenuhi pola pikirku. Pola pikir yang belum tentu benar, pemahaman akan makna yang belum tentu nyata.

Manusia, kami yang sebatas otak dengan pemikiran-pemikiranya. Bahkan imajinasi-imajinasi pun belum cukup menggambarkan kemisterian hidup kami. Layaknya burung emprit yang kusebutkan diawal.

Masih belum terpejam dari imajinasi, tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan sendirinya. Lamunan hancur seketika.  Aku lupa, pintu depan masih terbuka lebar, kamarku yang tepat di sebelah kiri pintu utama terbuka. Angin malam mengingatkan.

Ku hardik tubuh kakuku, ku sempatkan menutup pintu, menguncinya rapat-rapat. Ku bersihkan wajah dan ku buang kencing yang ternyata memenuhi kandung kemih.

Malam kembali menyisakan suara-suara khasnya, jangkrik dan kodok. Rasanya sedikit lebih segar setelah mencuci muka, insomnia ku memang kelewatan. Lewat hari sudah, mata masih melotot tanpa ada tanda-tanda kelelahan. Pikiran masih melintas batas nalar yang sederhana, {sederhanakan saja !}. 


Melanjutkan……Waktu itu ternyata penjajah yang sebenarnya. Menjajah tanpa kita sadar. Apakah ini yang disebut Einstein relativitas?, bahwa waktu, kecepatan, dan gerak saling terhubung dalam rumus Q=M.C kuadrat.

Baca Juga : 10 Kesalahan Saat PDKT (Pendekatan)

Tik-tak-tik-tak, kusalahkan bunyi sederhana jam dinding  yang seharusnya tak mengganggu itu. Insomniaku menggila, sepertiga malam dengan berpura-pura terpejam, tepatnya kupaksakan memejamkan mata yang sebenarnya masih memberontak belum mau mengalah. Apakah ini jawabanya? Seperti mata dan keinginan, keduanya bertentangan, keduanya tak mau mengalah, keduanya bertarung untuk menjadi pemenang. Kita akan tertidur jika kita mampu mensingkronkan dan menyeimbangkan keduanya. Apakah ini makna {Sederhanakan saja!}.

Waktu selalu memiliki hubungan dengan gerak dan kecepatan, relativitas maksudnya. Rumit jika di pikirkan, sederhana jika diejawantahkan. Masih ingat dengan burung emprit?. Tingkah mereka begitu sederhana di mata kita, namun begitu rumit jika kita tidak bisa berfikir tentang kedalaman, perasaan dan keseimbangan yang disampaikan.

Politik Hati Untukmu Honey

Maka {sederhanakanlah}. Akhirnya mereka seimbang, sedikit politik dalam pemikiran, setidaknya malam ini sadarku tak sampai subuh, Selamat malam, selamat tidur.

Baca : Tips Menghadapi Masalah Hidup

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !