Artikel, Berita

Potensi Dieng Dan Tanaman Kentang

Dieng adalah kawasan  dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo dengan koordinat -7.2050892 utara 109.9068403 timur. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sundoro dan Sumbing.

Dieng adalah kawasan vulkanologi aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.093 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15-20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada  musim kemarau (Juli dan agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (embun racun) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Kawasan Dieng merupakan penghasil sayur-sayuran di dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditi utama. Selain itu, Wortel, kubis dan bawang-bawangan dihasilkan dari kawasan ini. Selain sayuran, Dieng juga merupakan sentra penghasil papaya gunung dan jamur. Namun demikian, akibat aktivitas pertanian yang pesat kawasan hutan di puncak-puncak pegunungan hampir habis dikonversi menjadi lahan pertanaman sayur.

Potensi Dieng Dan Tanaman Kentang

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian masyarakatnya bekerja pada bidang pertanian, salah satunya tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura memberikan kontribusi yang cukup besar dalam kebutuhan pangan, peningkatan ekspor, peningkatan pendapatan petani dan pemenuhan gizi keluarga. Salah satu tanaman hortikultura yang memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah tanaman kentang (Solanum tuberosum L). Tanaman kentang memiliki potensi dan prospek yang baik untuk mendukung program diversifikasi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. salah satu sentra penghasil kentang adalah wilayah Dieng.

Kentang Dieng

Tanaman kentang (Solanum tuberosum. L) merupakan tanaman herba tahunan. Tinggi tanaman mencapai 100 cm dari permukaan tanah. Daun tanaman kentang menyirip majemuk dengan lembar daun bertangkai, dan batang di bawah permukaan tanah (stolon). Stolon tersebut dapat menimbun dan menyimpan produk fotosintesis pada bagian ujungnya sehingga membentuk umbi. Pada umbi terdapat banyak mata yang bersisik yang dapat menjadi tanaman baru. Warna daging umbi biasanya kuning muda atau putih tetapi ada kultivar yang berwarna kuning cerah, jingga, merah atau ungu. Bentuk umbi beragam, ada yang memanjang, kotak, bulat atau pipih.

Kanduang Gizi Kentang Dieng

Tanaman kentang adalah makanan yang mengandung jenis karbohidrat kompleks. Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18%, protein 2.4% dan lemak 0.1%. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal, sehingga kentang dapat digunakan sebagai pengganti nasi. Kentang juga mengandung vitamin C yang mencapai 31 mg dalam 100 gram kentang.

Kentang dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam olahan kue, perkedel, kroket, bubur, kripik kentang (potato chip), kentang goreng, kukus, rebus, dan salad.  Produktivitas kentang di Indonesia pada tahun 2009 sebesar 16.51 ton/ha dan pada tahun 2010 menurun menjadi 15.95 ton/ha (BPS, 2011). Produktivitas kentang di Indonesia masih berada dibawah produktivitas kentang di Eropa yang  mencapai 25.0 ton/ha. Dieng memiliki potensi bagus ke depan sebagai penghasil tanaman kentang yang mampu diandalkan, semoga dieng dengan segala potensinya dapat terus berkembang baik dalam pertanian atau sebagai tempat pariwisata.

One Comment

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !