Problematika Dakwah Dalam Kandungan Surah AL-Lahab dan AN-Nashr

Problematika Dakwah Dalam Kandungan Surah  AL-Lahab dan AN-Nashr – Fenomena yang terjadi sekarang ini adalah banyaknya orang yang berusaha mendakwahkan kembali agama Islam yang sesuai dengan aturan-aturan Al-Qur’an dan as Sunnah.Sering kita jumpai di televisi, di radio atau bahkan di masjid-masjid dekat rumah kita.Mereka mencoba meluruskan kembali pemahaman-pemahaman yang dirasa kurang sesuai dengan ajaran Islam.Banyaknya kebudayaan yang masuk ke dalam tubuh umat Islam, membuat para Da’i terlihat geram dan ingin cepat-cepat memperbaikinya sebelum terlambat.

Usaha-usaha yang dilakukan para Da’i dalam mendakwahkan Islam kembali bukanlah hal yang mudah. Karena musuh yang mereka hadapi berbeda dengan musuh Islam pada masa Rasulullah SAW..Musuh yang mereka hadapi tidak terlihat atau abstrak, tetapi dampaknya sangat kuat dalam diri umat Islam.

Oleh karena itu, penting kiranya makalah ini disusun guna mengetahui tantangan-tantangan yang dihadapi Rasulullah SAW. Dalam mendakwahkan Islam.Gambaran-gambaran tersebut akan dipaparkan melalui kandungan surah Al Lahab dan surah An Nashr hingga Rasulullah SAW. Meraih kemenangan dalam mendakwahkan Islam.

I. TERJEMAHAN SURAT AL-LAHAB

1. binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa.

2. tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

3. kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

4. dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

5. yang di lehernya ada tali dari sabut.

II. TERJEMAHAN SURAH AN-NASHR

1. apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

2. dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

III. KANDUNGANSURAH AL-LAHAB DAN AN-NASHR

1. KANDUNGAN SURAH AL-LAHAB

a. Muqaddimah

Surah ini terkenal dengan nama al-Lahab diambil dari ayat ketiga. Nama lain al Masad (sabut penjerat), Tabbat (binasalah). Termasuk jenis surah Makiyah, surat ke-6 dari segi tertib turunnya dan ke-111 dari segi tertib penulisannya .

Surah ini mengabadikan kisah Abu Lahab dan istrinya yang sangat menentang dakwah Nabi Muhammad SAW. Abu Lahab adalah seorang paman Nabi yang memiliki nama asli Abdul ‘Uzza Ibnu Abdil Muthalib yang cukup kaya di kalangan kaum Quraisy. Istrinya bernama Alwa binti Harb atau lebih populer dipanggil Ummu Jamil .

b. Asbabul Nuzul

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa suatu ketika Rasulallah SAW..naik ke bukit Shafa sambil berseru: “Mari kumpul pada pagi hari ini!”Maka berkumpulah kaum Quraisy. Rasulullah SAW..bersabda:  “Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beri tahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku?” Kaum Quraisy menjawab: “pasti kami percaya”. Rasulallah SAW. bersabda: “Aku peringatkan bahwa siksaan Allah yang dahsyat akan datang”. Berkata Abu Lahab: “Celaka engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami?” Maka turunlah ayat ini (S. 1 s/d 5) berkenaan dengan peristiwa itu yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan terkena kepada orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah .

c. Kandungan Isi Surah

Ayat 1

Kata tabbat terambil dari kata tabba yang mulanya berarti “kesinambungan dalam kerugian”.Oleh karena itu, kata ini biasa diartikan celaka, binasa dan kecewa .

Terjemahan ayat pertama Surah Al-Lahab adalah “ Binasalah kedua tangan Abu Lahab”. Kata kedua tangan dalam bahasa Arab berarti kedua tangannya yang bekerja dan berusaha akan binasa. Orang yang berusaha dengan kedua tangan itu akan binasa, artinya usahanya akan gagal. Bukan saja usaha kedua belah tangannya yang akan gagal bahkan dirinya sendiri, rohani dan jasmaninyapun akan binasa .

Ayat pertama merupakan do’a untuk Abu Lahab agar merugi dan celaka. Kebinasaan bukan hanya pada kedua belah tangannya, bahkan dirinya sendiri, rohani dan jasmaninya pun akan binasa. Apa yang direncanakannya dalam menghalangi dakwah Nabi SAW. tidaklah akan ada yang berhasil. Dia dijuluki Abu Lahab (bapaknya jilatan api) karena pipinya kemerah-merahan, atau sebagai isyarat bahwa kelak dia akan masuk neraka .

Ayat 2

Ayat kedua Surah Al-Lahab menceritakan tentang harta kekayaan yang di miliki dan dibanggakan Abu Lahab.Ketekunannya dalam mengumpulkan harta benda semuanya tidak berarti apa-apa bagi dirinya. Semua amal perbuatannya tidak dapat dijadikan sebagai penebus dirinya dari api neraka. Bahkan dia ditimpa kehancuran baik di dunia maupun di akhirat dan ia akan menerima siksaan yang amat berat .

Kata “hartanya” dapat berarti kekayaan yang dihasilkan di negeri-negeri mereka sendiri dan “apa yang dia usahakan” dapat diartikan harta kekayaan yang ditimbun mereka dengan memeras bangsa-bangsa yang lebih lemah dan merampas kekayaan sumber-sumber daya alam mereka .

Abu Lahab adalah orang yang paling berani menghalang-halangi nabi dan kebenaran.Ia juga sangat rajin menghasut para pengikut nabi agar keluar dari Islam . Sehingga dalam ayat kedua ini menginformasikan bahwa Abu Lahab tidak memiliki peluang untuk selamat.Sungguh binasa kedua tangannya, harta benda dan segala usahanya tidak dapat menyelamatkan dari kebinasaan .

Ayat 3

Ungkapan, Abu Lahab dapat berartipula orang yang menciptakan barang-barang yang mengeluarkan api serta nyala atau orang yang dirinya sendiri termakan nyala api . Abu Lahab kelak akan disiksa di api neraka yang apinya berkobar-kobar dengan ganasnya. Neraka tersebut juga Allah sediakan untuk orang-orang seperti Abu Lahab yakni kaum kafir yang menentang nabi saw. Siksa Allah juga menimpa istri Abu Lahab, yaitu Urwah binti Harb, saudara perempuan Abu Safyan bin Harb .

Ayat 4

Kalimat Al-hathob (حمالةالحطب) dipahami dalam arti pembawa isu dan fitnah, yang bertujuan melecehkan Nabi SAW.dan memecah belah kaum muslimin. Atau sebagai ungkapan penghinaan kepadanya yang kaya raya . Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Istri Abu Lahab kelak juga akan menerima siksa di dalam neraka. Siksaan tersebut merupakan balasan atas upayanya di dalam memadamkan dakwah Rasul dan memfitnah Rasul .

Ayat 5

Surah Al Lahab ditutup dengan pernyataan, betapa hina Abu Lahab.Kelak dia di neraka jahannam dan istrinyapun wafat dalam kemusyrikan sehingga ayat di atas dapat dinilai sebagai salah satu ayat yang berbicara tentang gaib yang telah terbukti .

2. KANDUNGAN SURAH AN NASHR

a) Muqadimah

Surat ini terkenal dengan nama an-Nashr. Pada masa lampau terkenal idza jaa nashrullahi wal fath sesuai bunyi ayat pertama.Ada pula yang memahami at-Taudi(perpisahan).Termasuk jenis surah madaniyah, surah ke 103 dari segi tertib turunnya, dan surah ke 110 dari segi tertib penulisannya .

An Nashr secara harfiah berarti pertolongan, bantuan, pemberian, kemenangan dan kejayaan. Maksudnya adalah pertolongan dan kemenangan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat Islam. Setelah berjuang secara maksimal dalam mengembangkan Islam, maka umat Islam akan memperoleh kejayaan dan kemenangan .

b) Asbabun nuzul

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulallah SAW.masuk kota Makkah pada waktu fathu makah, Khalid bin Walid diperintahkan memasuki kota Makkah dari jurusan dataran rendah untuk menggempur pasukan Quraisy (yang menyerangnya) serta merampas senjatanya.

Setelah memperoleh kemenangan.Maka berbondong-bondonglah kaum quraisy masuk Islam.Ayat ini (Q.S. an-Nashr 1-3) turun berkenaan dengan peristiwa itu.Sebagai perintah untuk memuji syukur dengan me-Mahasucikan Allah atas kemenangannya dan meminta ampun atas segala kesalahan .

c) Kandungan Isi Surah

Ayat 1

Ayat pertama merupakan informasi datangnya kemenangan yang akan diraih oleh kaum muslimin. Kemenangan yang di maksud adalah ditaklukkannya kota Makkah (fathu makah) . Ayat ini juga menjelaskan bahwa apabila di antara kamu melihat pertolongan Allah terhadap agama-Nya, dan dilain pihak kaum yang hina serta Allah telah membukakan jalan antara kamu dan kaummu, maka Allah akan memenangkanmu di atas mereka, kedudukanmu menjadi jaya dan perkataanmu di atas mereka .

Ayat 2

Ayat kedua ini menjelaskan tentang dampak ditaklukkannya kota Makkah. Pembebasan kota Makkah memberi pengaruh yang besar dalam kehidupan agama dan politik. Pengaruh tersebut antara lain banyaknya orang yang masuk Islam secara berbondong-bondong dan bernaung di bawah ajaran Nabi SAW.

Ayat 3

Ayat terakhir ini menjelaskan jika kemenangan sudah nyata, Mahasucikanlah dan agungkanlah Tuhanmu, sebab Tuhan tidak akan sekali-kali melalaikan kebenaran dan memenangkan kebatilan. Ayat ke-3 ditutup dengan perintah memohon ampun dan bertobat kepada Allah SWT.Karena sebelum kemenangan itu diraih sempat terjadi goncangan-goncangan hati.Penyebabnya adalah terlambatnya realisasi janji pertolongan Allah SWT, karena itu patutlah dilakukan istighfar dari kekurangan di dalam memuji Allah dan mensyukurinya .

V. PROBLEMATIKA DAKWAH DALAM SURAH AL LAHAB DAN AN NASHR

1. Problematika dalam Surah Al Lahab

Q.S. al-Lahab menggambarkan kebencian kaum kafir Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW. Problematika dakwah yang tersirat dalam Q.s. al-Lahab adalah:

a. Sikap penolakan masyarakat Quraisy terhadap agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

b. Penolakan dilakukan oleh kerabat Nabi sendiri yaitu Abu Lahab.

c. Berbagai cemoohan yang dilontarkan kepada Nabi SAW. dan kaum muslimin.

d. Rintangan dakwah juga dilakukan kaum wanita yaitu istri Abu Lahab.

e. Tekanan fisik maupun mental terhadap beliau dan pengikutnya.

f. Upaya Abu Lahab mengerahkan segala cara baik dengan perbutan atau hartanya untuk membendung dakwahRasulallah SAW .

2. Problematika dalam Surah An Nashr

Problematika yang muncul saat ditaklukannya kota Makah adalah:

a. Kecemasan yang menimpa kaum muslimin karena kemenangan yang tidak kunjung tiba.

b. Sikap permusuhan kaum ahli kitab khususnya kaum yahudi madinah

c. Sikap permusuhan kaum kafir quraisy sejak awal dakwah Islam.

d. Dirusaknya perjanjian hudaibiyah oleh orang-orang quraisy.

e. Perlawanan pasukan kafir yang dipimpin oleh Suhail bin Amr, Safyan  bin Umayyah dan Ikrimah bin Abu Jahal terhadap pasukan Khalid bin Walid .

VI. Menerapkan Kandungan Surah al-Lahab dan an-Nashr Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai seorang muslim, setelah memahami surah al-Lahab dan an-Nashr, hendaklah kalian mampu menerapkan kandugan kedua surat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya alangkah baiknya kalian ketahui problematika dakwah di zaman sekarang ini. Problematika yang di maksud adalah :

a. Tayangan diberbagai media yang tidak mendidik.

b. Kemiskinan dan kebodohan umat Islam.

c. Banyaknya umat Islam yang masa bodoh dengan tugas dakwahnya.

d. Keragu-raguan sebagian umat Islam akan pertolongan Allah .

Diantara penerapan kandungan kedua surah tersebut dalam kehidupan sehari-hari ialah:

Senantiasa berdakwah meskipun menghadapi rintangan sebagaimana yang dihadapi Rasulallah SAW.

  1. Melakukan hijrah apabila masyarakat yang menjadi sasaran dakwah sudah tidak bias lagi diharapkan.
  2. Bersabar dalam menghadapi sikap tidak bersahabat dari sasaran dakwah sebagaimana Rasulullah menghadapi kaum kafir quraisy.
  3. Mampu menjaga diri agar tidak menimbulkan kekacauan dan keresahan dalam masyarakat.
  4. Siap berkorban membela dan menjaga kewibawaan kaum muslimin.
  5. Senantiasa yakin dengan datangnya pertolongan Allah.
  6. Tidak merasa sombong jika seruan dakwah diterima oleh sasaran dakwah.
  7. Banyak mensucikan dan memuji keagungan Allah dan mohon ampunan .
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadiyah.2007. Al- Qur’an dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat Jilid 3.Jakarta : Yayasan Wisma Damai.
Al Maragi, Ahmad Mustofa. 1993. Tafsir Al Maragi. Semarang : CV Toha Putra.
Hamka.2003. Tafsir Al Azhar. Singapore : Pustaka Nas PTE LTD.
http://mtsushriyyah.blogspot.com/2012/03/dakwah-dan-problematika.html
Shihab, Quraish. 1997. Tafsir Al-Qur’an Al Karim.Bandung : Pustaka Hidayah.
Thalhas, Dkk. 2001.Tafsir Al-Qur’an Pase.Jakarta : Bale Kajian.

Satu pemikiran pada “Problematika Dakwah Dalam Kandungan Surah AL-Lahab dan AN-Nashr

  1. "Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat KETIGA surat ini yang artinya gejolak api." bukan dari ayat pertama, mohon dikoreksi dan berhati-hatilah menafsirkan ayat2 suci Al-Quran.

Tinggalkan komentar