Ilmiah

REFLEKS SPINAL PADA KATAK (Rana Cancrifora)

Menurut Frandson (1992), pada perusakan otak hanya korda spinalnya saja yang tidak ada hubungannya lagi dengan otak, sedangkan menurut Storer (1957), perusakan otak pada katak menyebabkan katak tidak dapat membalikkan tubuh karena terdapat hubungan antara alat-alat vestibular dengan sumsum tulang belakang sehingga katak kehilangan refleks. Pada perlakuan perusakan ¼ tulang belakang, tidak terjadi pembalikan tubuh, penarikan kaki depan dan  penarikan kaki belakang, sedangkan pada  pencelupan H2SO4 didapatkan hasil positif.

Dalam keadaan normal beberapa impuls datang pada semua otot secara terus menerus akan menyebabkan kontraksi parsial yang disebut tonus otot . Pada perlakuan ½ tulang belakang dan ¾ tulang belakang juga didapat hasil yang sama seperti pada perlakuan perusakan ¼ tulang belakang yaitu tidak terjadi pembalikan tubuh, penarikan kaki depan dan penarikan kaki belakang, akan tetapi masih adanya respon terhadap pencelupan H2SO4, sedangkan pada perusakan total (seluruh tulang belakang) didapat hasil negatif (tidak ada respon) pada semua perlakuan. Perusakan sebagian sumsum tulang belakang tidak merusak semua sistem saraf yang menyebabkan refleks spinal (Trumb and Duellman ,1986). Semakin lebar kerusakan sumsum tulang belakang maka responnya semakin lemah.

Sistem saraf adalah suatu sistem organ yang terdiri dari sel-sel saraf atau neuron. Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat yang meliputi otak dan batang spinal dan sistem saraf perifer yang meliputi saraf cranial, saraf spinal, dan trunkus simpatikus. Sistem saraf  pusat berguna sebagai pusat koordinasi untuk aktivitas yang harus dilaksanakan. Sistem saraf perifer berfungsi memberikan informasi kepada sistem saraf pusat tentang adanya stimulus yang menyebabkan otot dan kelenjar melakukan respon. Organisasi daerah kekuatan dalam spinal jantung katak dapat berguna sebagai tehnik fungsional stimulasi neuron muscular digunakan  untuk untuk fungsi motorik stimulasi elektrik pada interneuron spinal. Mikrostimulasi pada daerah kelabu pada jantung spinal katak menghasilkan respon motorik yang dapat disebarkan pada daerah kekuatan(Michel et. Al.,1996).

REFLEKS SPINAL PADA KATAK (Rana Cangcrivora)

Gambar penampang system syaraf 1

REFLEKS SPINAL PADA KATAK (Rana Cangcrivora)

 

Gambar penampang system syaraf 2

Refleks merupakan respon efektor yang bersifat tanpa sadar terhadap suatu stimulus tertentu. Refleks melibatkan bagian otak dan sistem saraf otonom, dan refleks yang paling sederhana adalah refleks spinal. Gerak refleks merupakan aktivitas yang cepat, otomatis dan tidak disadari (Fradson, 1992). Menurut Karmana (1984), mekanisme gerak refleks adalah sebagai berikut: reseptor – saraf sensoris – saraf konektor – saraf motoris – efektor atau reseptor – stimulus – neuron affektor – saraf tulang belakang – neuron effektor – efektor – refleks. Faktor-faktor yang mempengaruhi gerak refleks pada katak secara umum adalah intensitas stimulus, macam atau jenis stimulus yang diberikan, masih ada tidaknya hubungan antara alat-alat vestibular dengan sumsum tulang belakang, interkoneksi pada askus sisi korda spinalis dan rangsangan listrik atau rangsangan berupa zat kimia yang berupa asam lemah maupun asam kuat. Kerusakan neuron motorik juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi gerak refleks (Trumb and Duellman, 1986).

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil suatu kesimpulan yaitu refleks spinal pada katak terjadi karena adanya jawaban yang tidak disadari terhadap stimulus (Rangsangan). Hal ini dapat diketahui dengan cara perusakan otak dan perusakan sumsum tulang belakang, akan tetapi pada perusakan otak katak tidak menyebabkan hilangnya refleks secara total sedangkan pada kerusakan sumsum tulang belakang yang semakin lebar respon refleks semakin melemah.

DAFAR PUSTAKA

Frandson, R. D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. UGM Press, Yogyakarta

Karmana, J. W. 1984. Biologi. Ganesha Exact, Bandung

Michel A. Lemay; Neville Hogan; and Emilio Bizzi. 1996. Recruitment Modulation of Force Fields Organized in the Frog’s Spinal Cord. Departments of Mechanical Engineering and Brain & Cognitive Sciences , Massachusetts Institute ofTechnology, Cambridge, MA 02 139.

Storer, T. I. 1957. General Zoology. Mc Graw Hill Book Company, New York

Trumb, L and Duellman, W. F. 1986. Biology of Amphibians. Mc Graw Hill Company, New York.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !