Refleksiku di Bulan Ramadhan Tahun Ini

Refleksiku di Bulan Ramadhan Tahun Ini – Artikel ini hanya tulisan ringan, sangat sederhana dengan kata-kata kelas anak SD. Aku buat setelah kenyang menikmati santapan buka bersamaku di dua hari terakhir bulan ramadhan tahun ini. Kutulis dengan target 15-20 menit selesai karena akan melaksanakan jamaah shalat tarawih dimasjid Nurul Huda tempatku yang sudah mulai ramai lagi menjelang akhir bulan.

Merefleksi sedikit apa yang telah kuberikan pada bulan suci ini, bahwa aku masih bisa memanfaatkan waktu untuk beribadah kepada Allah, memberinya ungkapan terima kasih atas karunia-Nya yang tak ternilai.

Apa daya, waktu telah berlalu, tak bisa kuputar lagi, hanya bisa menunggu semoga tahun depan aku dapat menjumpai bulan ramadhan lagi. Amin Ya Allah..

Teringat dulu saat masih bulan Sya’ban, aku rencanakan hal-hal yang akan kulakukan dibulan ramadhan, aku tuliskan sebanyak mungkin amalan dan kegiatan yang akan kulakukan. Masih teringat di rencana tulis itu aku hanya dijatah tidur selama 5 jam/hari.

Dari bangun dini hari, aku rencanakan qiyamul lail, lalu dzikir, dilanjutkan membaca Al Quran, olahraga ringan, mengajar, kursus, mengadakan acara bersama teman, dan lain-lain sampai target membuat artikel minimal 3 untuk blog-ku ini.

Releksiku di Bulan Ramadhan Tahun Ini
aku, rian nova

Yah aku jadi ingat nasihat Cak Nun, bahwa rencana itu jangan seperti api, yang berkobar-kobar. Tapi rencanakanlah hal-hal yang lumrah, sederhana dan tidak merasa memberatkan saja. Aku tidak peduli itu, awalnya aku ingin mendobrak kata-kata itu, minggu-minggu pertama aku bisa. Tapi semakin kesini aku benar merasa berat dan lelah.

Rencanaku kocar kacir, sangat kacau, bahkan hal yang mudah yaitu khatam Al Quran pun aku tidak bisa melakukannya. Aku bahkan sangat malu jika harus menyebutkan sampai juz berapa tadarusan Al Quran-ku. Astaghfirullah…

Lebih banyak waktu yang kuhabiskan di depan TV daripada waktuku untuk ber-iktikaf. Aku lebih serius ketika menonton film daripada kekhusyukan shalat tarawihku. Lebih banyak jari-jariku kugunakan untuk memegang stick palysation daripada untuk menghitung tasbih mengucapkan kalimah-kalimah Allah. Lebih memerdukan lagu-lagu Linkin Park, Adele, Coldplay yang kunyanyikan daripada ku alunkan shalawat-shalawat penyanjung Baginda Nabi.

Sekedar membandingkan dengan bulan ramadhan tahun lalu, kini berbeda jauh bila dilihat secara kualitas peribadatan. Ya mungkin 6 : 4 lah, 6 untuk tahun lalu dan 4 untuk tahun ini. Suatu kerugian yang sangat. Tahun lalu shalat tarwihku full, rajin qiyamul lail, khatam membaca Al Qur’an. Berbading terbalik.

Entah karena ramadhan kali ini bertepatan dengan musim liburan. Aku jadi merasa ingin bermalas-malasan. Aku tahu bahwa seharusnya aku tidak begitu, tapi nyatanya aku memang begitu.

Aku akui aku gagal memanen buah pahala yang Engkau berikan pada musim kali ini. Aku kalah banyak memetik bunga-bunga indahmu yang demikian harum itu. Aku kalah dalam perlombaan pendekatan terhadap-Mu. Aku mungkin gagal menemui Lailatul Qadar-ku.

Ampuni aku atas kelancangan dan tidak tahu terima kasihku kepadamu Rabb-ku. Berikan aku bulan ramadhan lagi, berikan kesempatan untuk melaksanakan peribadatan dan perjumpaan denganMu. Berikan aku bulan ramadahan tahun depan, Rabb-ku..

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !