Gangguan Resesi Gingiva dan Pengikisan Jaringan Keras Gigi

Gangguan Resesi Gingiva dan Pengikisan Jaringan Keras Gigi – Seperti yang sudah diulas pada artikel sebelumnya tentang hipersensifitas gigi yang menyebutkan bahwa penyebab terjadinya gigi sensitive adalah karena resesi gingiva dan pengikisan struktur jaringan keras gigi. Ini adalah artikel sambungan dari artikel sebelumnya.

Pertama (Resesi Gingiva)

Resesi gingiva adalah peristiwa tereksposnya permukaan akar akibat terjadinya perubahan posisi gingiva ke arah apikal. Suatu penelitian menyebutkan bahwa sekitar 22% dari populasi orang dewasa berusia 30–90 tahun mengalami resesi gingiva sebanyak 3 mm pada sedikitnya satu gigi. Penyebab terjadinya resesi gingiva dikarenakan adanya penyakit gingiva, penyakit periodontal, dan kondisi patologi lainnya yang menyebabkan hilangnya perlekatan jaringan periodonsium.

(Kedua) Pengikisan struktur jaringan keras gigi

1) Erosi

Erosi didefinisikan sebagai kehilangan lapisan superfisial jaringan keras gigi yang disebabkan oleh demineralisasi kimia dan tidak melibatkan bakteri. Erosi sering terjadi karena adanya kontak yang berlebihan antara permukaan gigi dengan asam. Lapisan email yang mengalami erosi terlihat kusam, halus, ujung-ujung cusp terlihat membulat dan tumpul. Lesi erosi yang parah, kontur permukaan gigi terlihat rata dan warna kuning dari dentin terlihat lebih dominan karena lapisan email sudah menjadi begitu tipis.

2) Abrasi

Abrasi didefinisikan sebagai penipisan lapisan gigi akibat friksi yang dihasilkan oleh material eksogen terhadap permukaan gigi. Apabila terjadi secara berulang dalam jangka waktu yang panjang, abrasi dapat mengakibatkan hilangnya lapisan email dan menjadikan dentin terekspos. Selain itu, abrasi dapat meningkatkan dampak penipisan substansi gigi oleh erosi, apabila terjadi secara bersamaan atau dalam rentang waktu yang berdekatan. Salah satu penyebab timbulnya abrasi yang sering dikaitkan dengan masalah hipersensitivitas gigi yaitu teknik yang salah dalam menyikat gigi. Penyikatan gigi dengan tekanan yang berlebihan, bulu sikat yang kaku dan pasta gigi yang bersifat abrasif dapat menyebabkan pengikisan substansi gigi. Kerusakan permukaan gigi akibat abrasi tersebut biasanya terjadi pada daerah servikal di permukaan fasial gigi lapisan email paling tipis.

3) Atrisi

Atrisi adalah peristiwa terjadinya pengikisan permukaan gigi akibat kontak antara gigi dengan gigi antagonisnya tanpa keterlibatan makanan. Penampakan khas dari permukaan gigi yang mengalami atrisi yaitu bentuk permukaan gigi yang datar dengan tepi berbatas jelas. Secara mikroskopik, lapisan permukaan gigi yang mengalami atrisi akan menunjukkan gambaran berupa striata yang paralel.

Atrisi memiliki peran dalam mengekspos dentin pada permukaan kontak gigi dengan gigi antagonisnya seperti di permukaan oklusal atau insisal. Atrisi menyebabkan permukaan gigi menjadi lebih mudah mengalami kerusakan oleh erosi maupun abrasi, tetapi atrisi jarang berperan secara langsung dalam timbulnya hipersensitivitas gigi.

Proses terjadinya hipersensitivitas gigi pertama kali dijelaskan pada tahun 1963, Brannstrom mengemukakan Teori bahwa aliran cairan di dalam tubuli dentin yang terekspos akan meningkat atau berubah dengan cepat saat permukaan tubuli dentin terkena stimulus evaporatif, termal, taktil, osmotik dan kimia.

Gangguan Resesi Gingiva dan Pengikisan Jaringan Keras Gigi

Hybrid layer
Sumber: Alex, 2012

Pergerakan cairan dentinal ke arah luar maupun ke arah dalam tubuli yang terbuka dapat menimbulkan rasa ngilu pada gigi. Dalam teori tersebut juga dinyatakan bahwa stimulus yang paling menimbulkan rasa ngilu adalah stimulus yang meningkatkan pergerakan cairan dentinal ke arah luar dari tubuli.

Faktor utama dari teori hidrodinamik merupakan aksi kapiler pada sistem cairan tubuli dentin. Aksi kapiler tersebut memungkinkan cairan dentinal bergerak dengan kecepatan 2–4 mm per detik. Panjang tubuli dentin sekitar 2–3 mm dari pulpa, sehingga sebuah tubuli kosong akan kembali terisi penuh dengan cairan dari pulpa dalam waktu satu detik.

Baca juga :

Aliran cepat ke arah luar inilah yang menyebabkan deformasi mekanoreseptor pada pertemuan dentin-pulpa atau pada ujung tubuli dentin di dekat pulpa. Selanjutnya, deformasi mekanoreseptor tersebut akan dihantarkan ke thalamus dan dipersepsikan sebagai rasa ngilu. Rasa ngilu pada dentin akan terjadi apabila terdapat stimulus yang dapat mengaktivasi aksi kapiler.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !