Resign Kerja, Alasan dan Pertimbangan Kenapa Kamu Melakukannya

Mengundurkan diri dari pekerjaan
Workers

Resign Kerja, Alasan dan Pertimbangan Kenapa Kamu Melakukannya. Mari kita umpamakan lebah, Lebah membangun sarang, bekerja tanpa mengeluh, lebah pekerja mencari madu, ratu bertelur, ada lebah yang tugasnya hanya mengawini sang ratu, ada yang sehari-hari hanya membuat sarang. Semua tersusun sistematis, terprogram dengan teratur, mengikuti perkembangan alam dalam memperbesar kerajaan mereka. Mereka menjaga dan mencintai sarang mereka dengan sepenuh hati.

Kenapa? .. karean insting mereka seperti itu..apakah kita akan meniru?

Pertanyaan muncul : Apakah ada lebah yang mundur dari pekerjaannya?

Tidak !,

Kenapa kita manusia malah ingin mundur dari pekerjaan?

I think, this is key to be succes for a human !

Kita selalu melihat pekerjaan lebah dari prospektif yang menurut kita positif, pernahkah kita memandang dari sudut lain yang lebih realistis?. Saya tegaskan, lebah tidak memiliki kemampuan untuk memilih, dan kita memiliki kemampuan untuk memilih apa yang kita inginkan.

Mengundurkan diri dari pekerjaan
Workers

Memilih apa saja. Ini mungkin satu alasan Tuhan kenapa kita didaulat menjadi kholifah bumi. Karena kita memiliki akal dan perasaan. Insting kita menyukai hal-hal baru dan selalu ingin tahu. Itulah sifat manusia yang menurut saya sangat luar biasa. Karena sifat tersebut, banyak penemuan-penemuan yang akhirnya mempermudah setiap urusan manusia.

Bebas Merdeka dalam kreativitas

Kita boleh memilih sistem manajemen lebah, tapi mainset tidak boleh seperti mereka. Banyak yang tidak berani untuk berperan sebagai pemimpin, dan pengubah. Minimal memimpin diri dan pengubah diri dalam konteks pribadi. Kenapa? Karena mereka terkungkung oleh kenyamanan ‘semu’. Bisa berfikir tapi tertutupi ketakutan finansial.

Akhirnya kita kalah dengan keadaan. Kenapa saya sebut kenyamanan semu, karena mereka pada dasarnya belum bahagia seutuhnya. Ada sebuah kemerdekaan yang terenggut ketika mereka menjadi pekerja.

Baca Artikel Terkait : Tips Menghadapi Rasa Malas Dalam Bekerja

Ikutilah Minat Anda Yang Membuat Anda Bahagia

Jika passion anda bukan menjadi karyawan kenapa dipertahankan?

Jika Anda tidak bahagia menjadi karyawan, apakah Anda akan tetap bertahan?.

Buang-buang waktu saja. Berikut Alasan-alasan bagi yang  tidak setuju!

(Pertama) Lah wong saya sudah punya anak istri mau dikasih makan apa mereka kalau saya resign? Meskipun ga betah ya saya tetap bertahan. Tipe orang yang (pesimis dan Pasrah).

(Kedua) Nyari kerja itu susah bro, udah dapat pekerjaan malah resign. Masalah betah atau tidak, lama-lama juga betah kok. (orientasi uang, takut tidak mendapatkan pekerjaan baru).

(Ketiga) Saya sudah cukup dengan gaji dan bahagia dengan pekerjaan saya. Apalagi melihat anak istri bisa makan di rumah.

(Keempat) wah, saya sih pengin berprestasi di tempat kerja biar jadi direktur. Saya ga akan resign lah…saya ingin jadi pimpinan.

Untuk poin ketiga dan keempat, mereka memang sudah menemukan kebahagiaan. Passion mereka di situ, penulis tidak akan membahas. Lalu bagaimana dengan alasan pada poin pertama dan kedua?

Jelas mereka tidak memiliki keberanian untuk mundur dan mencari pekerjaan yang cocok. Terlepas dari berbagai alasan di belakangnya, mereka belum berani melepas kenyamanan finansial yang diperoleh. Lho, kalo bicara kenyamanan berati bahagia dong?. Eits, baca dong di belakang kenyamanan ada kata-kata “finansial”

Baca Juga : Bekerja Tanpa Passion Tersiksanya

Ambilah resiko terbesar, karena di situ ada peluang terbesar pula

My History :

Sebelum saya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan, lingkungan mendebat saya, menyalahkan dan menganggap keputusan saya konyol. Ada beberapa yang mendukung, dan menyerahkan semua keputusan pada diri saya. Namun kebanyakan mereka menyayangkan keputusan saya.

Saya resign dari pekerjaan karena menurut saya, saya tidak memiliki passion di bidang pekerjaan tersebut. Saya memutuskan untuk mundur dengan resiko tidak terjamin dalam urusan finansial lagi dan tidak bisa membantu orang-orang disekitar saya dalam hal keuangan.

Kebanyakan mereka menyayangkan soal gaji. Penghasilan tetap yang lumayan dari perusahaan tidak menyurutkan langkah saya untuk resign. Terlepas dari keputusan saya kedepan apakah akan saya sesali atau tidak, saya punya keyakinan besar bahwa “ketika saya mengikuti insting kebahagiaan maka pasti akan ada jalan, saya, seperti lebah yang mengikuti insting terus bekerja. Bedanya saya memiliki insting berfikir dan selalu ingin tahu hal-hal baru.”

Saya membuang semua pikiran-pikiran yang mengganggu mental saya setelah mundur dari pekerjaan. Kembali saya rasakan adrenalin yang terpacu, semangat baru seolah lahir kembali menjadi diri saya yang sesungguhnya. Saya mulai merancang apa yang saya inginkan dengan penuh pertimbangan, tentunya disesuaikan dengan keinginan saya.

Saya tidak mau lagi memaksakan melakukan pekerjaan yang tidak saya minati. Sebisa dan sekuat mungkin saya melakukan setiap hal yang membuat saya bahagia. Meskipun nanti penghasilan lebih kecil dari gaji saya bekerja, saya akan menikmati dengan rasa bahagia, dengan terus merealisasikan setiap mimpi-mimpi saya. Saya yakin ketika saya bahagia, keluarga dan lingkungan akan ikut bahagia. Meskipun saya disalahkan awalnya.

Jika gagal mewujudkan mimpi, ya mulai lagi dari awal. Gampang kan?.haha. Kalau hidup tidak ada gagal dan berhasil, tidak ada salah dan benar, maka bukan hidup namanya. Tapi mati. Inilah asyiknya kehidupan, semua selalu mungkin dan tidak ada yang tidak mungkin.

So if you do not happy in your company..stop and go !

Bagi saya tidak perlu berfikir banyak hal untuk mundur, jika memang tidak nyaman. Tinggal rencanakan waktu dan momentum yang tepat untuk keluar. Kalaupun sudah sangat tidak nyaman dan tidak sempat memikirkan rencana kedepan, keluar saja. Cari suasana baru untuk berfikir lebih tenang. Nanti juga ada jalan.

Rencanakan hal-hal yang Anda sukai saja

Seperti artikel yang sudah saya buat sebelumnya berjudul “Meaning:Cerita Yang Melekat Pada Diri Seseorang”. Silahkan bisa di baca sendiri.

Dalam artikel tersebut sudah disinggung tentang meaning dan branding. Intinya adalah lakukanlah, kerjakanlah hal yang Anda sukai jika Anda ingin sukses jangka panjang. Tidak perlu buang-buang waktu mengerjakan hal yang tidak di sukai. Jangan bertahan karena banyak pertimbangan. Just Do It !. perkara gagal dan berhasil bisa kita coba lagi.

Rasannya menyenangkan merencanakan dan melakukan pekerjaan yang kita sukai. Semua potensi pasti akan dikerahkan sepenuhnya untuk melakukan pekerjaan tersebut. Apa dampaknya? Dampaknya hasil pekerjaan kita akan berkualitas karena kita melakukan dengan penuh perasaan. Jika itu rencana maka saya yakin, sebuah rencana yang anda sukai pasti lebih diprioritaskan untuk direalisasikan dibanding rencana-rencana yang tidak anda sukai.

Selain kebahagiaan jiwa, peluang menuju kesuksesan finansial akan lebih besar. Orang yang bekerja karena suka dibanding orang yang bekerja karena terpaksa akan mendapat hasil lebih berkualitas bekerja karena suka.  Pekerjaan yang disukai akan dikerjakan lebih dari 100% kemampuan yang dimiliki. Jadikan lingkungan bahagia karena anda, bukan anda bahagia karena lingkungan.

Baca Artikel Terkait : 7 Kekuatan Meraih Impian

Semoga artikel berjudul Pertimbangkan Sebelum Mengundurkan Diri dari Pekerjaan dapat menjadi pertimbangan, Jika artikel ini menurut Anda bermanfaat silahkan di share..terimakasih.

About Tohir 829 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*