Ribet jadi pendamping studytour SD/MI? Ini dia solusinya

Loading...
Kebanyakan sekolah memiliki sebuah program yang menyenangkan dan sekaligus untuk menambah wawasan kita, yaitu Studytour. Begitu pula di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Dalam kegiatan ini guru mempunyai peran yang sangat penting. Guru yang mengatur segalanya mulai dari persiapan pemberangkatan seperti meninjau lokasi yang akan dituju, pemesanan bus, mengatur denah tempat duduk anak, menarik uang bayaran studytour, mengurus perijinan ke kepolisian, menyiapkan perlengkapan P3K, dan masih banyak lagi.
Untuk dapat melaksanakan program studytour ini memerlukan kerjasama yang baik dari semua dewan guru di sekolah. Tetapi untuk melaksanakan program ini di SD/MI, memiliki beberapa masalah yang muncul, yaitu :
  1.  Kurangnya personil untuk mengurus semua keperluan Studytour, karena guru SD/MI hanya sedikit.
  2. Perlu biaya tambahan untuk meninjau lokasi yang akan dituju. Hal ini dilakukan untuk mengetahui harga tiket masuk dan mengetahui fasilitas serta semua hal yang ada disana.
  3. Memesan bus untuk alat transportasi menuju lokasi studytour. Hal ini tentu harus bisa memilih bus yang nyaman untuk anak-anak.
  4. Anak-anak usia SD/MI sangat rawan mengalami mabuk kendaraan.
  5. Cuaca buruk yang tidak terduga, misalnya hujan sepanjang hari ketika pelaksanaan studytour.
  6. Mengawasi anak-anak agar tidak tertipu oleh penjual-penjual di lokasi studytour. Terkadang penjual di tempat-tempat wisata memasang harga dua sampai tiga kali lipat dari harga sebenarnya. Tetapi anak-anak pasti tidak pandai untuk menawar harga, bahkan mereka tidak menawarnya tetapi langsung membelinya.
Ini hanya sedikit masalah yang pasti muncul, masih ada kemungkinan masalah lain akan bermunculan. Yang pasti semua masalah pasti ada solusinya. Tinggal bagaimana cara kita menyikapi dan menyelesaikan masalah yang muncul. Berikut akan saya paparkan sedikit solusi untuk masalah yang sudah saya sebutkan di atas.
  • Untuk masalah nomor satu sampai tiga ada solusi yang sangat jitu, yaitu minta bantuan biro perjalanan. Tentunya harus jeli dalam memilih biro. Kalau bisa yang sudah kenal dan terjamin kualitasnya. Seperti MI saya kemarin baru saja melakukan program studytour ke Jogjakarta dan Magelang, dengan tujuan wisata Borobudur, Taman Pintar, dan Kebun Binatang Gembira Loka. Kebetulan biro yang bekerja sama dengan kami adalah teman SMP saya jadi lebih mudah dalam bekerja sama. Biro tersebut menawarkan 4 lokasi wisata plus mampir ke malioboro dan tempat oleh-oleh khas Jogjakarta, tetapi kita hanya memilih tiga tempat wisata karena waktu yang tidak memungkinkan. Dengan fasilitas bus efisiensi royal class, satu kali snack dan dua kali makan di restaurant. Restaurant yang dipilih sangat memuaskan , tempatnya luas dan juga bersih. Yaitu yang pertama di daerah magelang setelah capek manjat Borobudur langsung dimanjakan dengan makanan yang masih hangat ada sop, ada pecelnya, lauknya tempe goreng dan ayam goreng kremes, sambalnya juga buket, minumnya dua teko teh panas dan disediakan es di tremos, makanan penutupnya ada buah semangka yang segar. Biasanya biro memang sudah tau tempat-tempat makan yang enak, bersih, dan nyaman. Dengan biro kita juga tidak perlu meninjau lokasi tempat wisata dan mengirim surat dispensasi, jadi lebih hemat bukan. Biro juga sudah menyiapkan perlengkapan P3K. tetapi untuk persediaan dari MI tetap menyediakan P3K juga.
  • Untuk mengatasi masalah nomor empat, guru harus mengkondisikan kesehatan anak-anak. Mulai dari menyuruh anak-anak minum obat anti mabok sebelum berangkat. Anak-anak disuruh membawa jaket. Tidak boleh karmas ketika mau berangkat. Dan yang penting agar anak-anak sudah sarapan dari rumah. Untuk anak-anak yang sangat berpotensi mabok kendaraan agar dikondisikan agar tempat duduk di busnya di depan, karena itu akan sedikit mengurangi potensi tersebut. Untuk guru yang menangani anak-anak yang mabuk kendaraan sebaiknya memakai masker agar tidak ketularan.
  • Masalah nomor lima memang itu tidak dapat dipresikdi dengan baik, karena itu adalah kuasa Alloh. Tapi kita bias menyiasati dengan jangan memilih semua tempat wisata yang terbuka. Misalnya Taman Pintar Yogyakarta, karena di dalam gedung kalau hujan maka masih dapat menikmati dengan baik. Guru juga perlu menyuruh anak-anak untuk membawa payung atau mantel agar tetap dapat menikmati tempat wisata yang terbuka.
  • Dan masalah yang terakhir guru harus berrperan aktif disini, terutama yang pintar menawar harga. Dampingilah anak-anak ketika membeli oleh-oleh seperti pakaian, topi, tas, dan lainnya. Mintalah anak-anak agar minta bantuan ke guru ketika akan membeli sesuatu.
Demikianlah pengalaman saya ketika menjadi pendamping studytour di MI, semoga dapat menjadikan pelajaran bagi Anda yang akan melaksanakan studytour dengan anak-anak sekolah Anda. Dan bekal yang sangat penting adalah kesehatan Anda terlebih dahulu. Karena jika Anda kirang sehat maka Anda tidak bisa mendampingi anak-anak dengan maksimal.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.