Sastra Archive

Drama Singkat “ Etika Dalam Sains”

Drama Singkat “ Etika Dalam Sains” Daftar Tokoh: Andi Andini (Adik perempuan Andi) Bu Astuti (Bos di perusahaan Andi) Dokter Syamsul (Ahli Bioetik) Opening, kameramen ngerekam pemandangan gedung, taman atau apa gitu Adegan 1:  Andi datang ke

Teh ini Sudah Kelewat Pahit: Sebuah Surat

Teh ini Sudah Kelewat Pahit: Sebuah Surat – Aku harap kamu membaca ini. Aku harap kamu tidak lupa tentang perjuangan ini. Dan aku harap kita bisa bersama lagi. Sekadar bercerita tentang kehidupan ini. Tentang diskusi tempo hari,

Duhai Senja, Datanglah Esok Lagi

Duhai Senja, Datanglah Esok Lagi – Sebaris burung camar seperti tak biasa-nya. Ia mematuk ikan kesana kemari. Sambil melawan ombak, mereka terus mematuk. Ada yang mematuk sekali dapat, ada yang tidak. Lain hal-nya dengan kepiting pantai yang

Bukit Angker di Belakang Desa

Bukit Angker di Belakang Desa – Malam ini langit nampak mendung, tidak seperti biasanya malam ini tak terdengar suara si Jangkrik dan si Kodok Belalang berusaha memecah keanehan tersebut, dengan bertanya kepada si Laron, Laron apakah kau mengerti

Nonton Layar Tancep

Nonton Layar Tancep – Hujan masih membasahi kota Satria malam ini, padahal besok libur harusnya kita bisa menikmati malam ucap Hana, namun itu hanya sebuah hanyalan saja toh nyatanya hujan malah semakin deras Mumpung besok libur rencananya malam

Sastrawan Dunia Asli Banyumas (Ahmad Tohari)

Sastrawan Dunia Asli Banyumas (Ahmad Tohari) – Siapa sekarang yang tak mengenal nama Ahmad Tohari? Namanya semakin berkibar di dunia sastra dan budaya lewat karya monumental trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Apa lagi setelah Novel itu di filmkan

# Tanah Para Raja (Episode 1)

Tanah Para Raja – Pecahan stupa tua membimbing memuaskan imajinasi selama ini. Bangunan batu kuno tertata menjulang. Dahulu orang menyebutnya candi sewu, sekarang orang menyebutnya candi prambanan. Kedua nama ini merujuk pada satu bangunan. Konon perbedaan penamaan ini

PEMIMPI JALANAN

“PEMIMPI JALANAN” – Panas terik sang surya sangat menyengat, membakar lapisan epidermis kulit manusia penghuni bumi hingga menjadi coklat matang, bahkan hitam legam, membuat kulit mengkerut, kering dan kusam. Matahari seperti berada di atas ubun-ubun, panasnya ibarat dikelilingi

SENYUM DALAM SEBINGKAI FOTO

SENYUM DALAM SEBINGKAI FOTO Cerpen: Cemerlang kembali duduk di tepi jendela kamarnya, seperti kemarin, dan kemarin sebelumnya. Masih sama, menatap keadaan lengang pada jalan, menuju ke taman yang berada hanya beberapa meter. Tergambar jelas dari binar matanya,

Sebelah…

 Sebelah… Kau membuat ku kalah.. Lakukan yang kalian suka…lakukan.. lakukan saja! Anggap ta pernah ada dan memang ta pernah ada.. Jika itu gunung, tenggelamkan saja di pasifik.! Jika itu api, letakan saja di antartik ! Jika itu

Bumi Reformasi

Bumi Reformasi – Tochi, kawan-kawan memanggilku. Panggilan itu diambil dari nama panjangku Tochirun yang kata ema itu berarti suci. nama itu didapat dari mbok Tarwen. seorang dukun bayi kampong sebelah yang berjasa melahirkanku ke bumi reformasi  dan memberi