lifestyle

Setiap Manusia Butuh Eksistensi

Setiap Manusia Butuh Eksistensi – Melihat beranda media sosial teman tadi pagi, tiba-tiba terlintas ide untuk menulis berkaitan dengan eksistensi. Kita akan mencoba membedah apa itu eksistensi dimulai dari pengertianya.

Menurut Wikipedia eksistensi berasal dari bahasa latin “existere” yang berarti muncul, ada, timbul, memiliki, keberadaan, aktual. Secara umum eksistensi berarti menunjukan keberadaan manusia untuk dilihat oleh orang lain.

Manusia perlu eksistensi untuk dapat bertahan hidup, untuk mengenalkan produk usahanya dan beberapa tujuan positif yang lain. Selama masih dalam kategori wajar sah-sah saja sebagai manusia kita menunjukan eksistensi kita.

setiap manusia butuh eksistensi
Ilustrasi foto eksis

Namun ada batasan yang perlu kita perhatikan agar eksistensi kita tak cenderung terlihat wagu,  karena akhir-akhir ini eksistensi hanya ditonjolkan dengan hal-hal yang bersifat terlalu biasa seperti update status dan pasang foto di media sosial.

Bagi kalangan remaja mungkin mereka melakukan hal itu setiap hari, kita sudah akrab dengan kalimat seperti ini “foto dulu bro biar eksis”. Dalam segi perkembangan manusia usia remaja memang usia yang sangat membutuhkan keberadaannya diakui dan diketahui oleh orang lain.

Tidak ada yang salah cuma sedikit melenceng dari tujuan saja, toh namanya juga anak-anak, nah bagaimana kalau kondisi seperti itu menimpa orang dewasa, nah ini yang saya pikir terlihat wagu (kurang pas). Mengapa karena eksistensi lekat juga dengan pamer, sombong dan beberapa sifat negatif yang lain.

Eksistensi pada lingkup orang dewasa cenderung mengarah pada sifat “gengsi” ingin dilihat menonjol dari yang lain dan diakui keberadaanya dalam suatu karakter individu. Yang anehnya ekistensi wajib dimiliki oleh seseorang agar terlihat keren.

Sudah menjadi naluri dimanapun kita berada selalu memerlukan eksistensi baik dilingkungan rumah maupun dilingkungan pekerjaan.

Dilingkungan rumah, eksistensi dapat diwujudkan dengan jabatan pengurus desa atau aktif dikegiatan masyarakat, sedangkan dilingkungan pekerjaan eksistensi muncul dengan diberikan kepercayaan oleh pimpinan untuk memegang peran tertentu dalam perusahaan.

Seorang Psikolog Ayoe Sutomo, mengungkapkan bahwa eksistensi erat kaitanya dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Nah ini yang menyebabkan kita kerapkali melakukan eksistensi. Karena memang kita butuh itu.

Meski saya juga sangat setuju dengan pernyataan “menjadi orang baik tidak harus keberadaanya wajib diakui oleh orang lain”. Terlepas dari itu selama tujuan eksistensi baik, bagi saya tidak ada masalah.

Jadi kita harus kembali ketujuan awal melakukan eksistensi untuk apa? Kalau kita sebagai pengusaha dan ingin mengenalkan produk kita ke orang lain, itu hal yang baik dan lumrah.

Namun bila eksistensi hanya bertujuan untuk mengundang hal yang negatif, buat apa? Kita hanya manusia biasa, tak ada hebatnya dimata semesta, kita hanya butiran-butiran kecil, bahkan sangat kecil, alangkah lucunya kalau tujuan eksistensi kita untuk mengecilkan hidup orang lain.

Demikian goresan singkat mengenai eksistensi manusia di dunia. Semoga bermanfaat.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !