Otomotif

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas Berkualitas

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas  Berkualitas – Motor bakar baik bensin maupun diesel terdiri dari berbagai komponen dalam melakukan proses kerjanya. Beberapa komponen tersebut tersusun atas bahan logam (metal part) yang statis maupun dinamis seperti katup, piston, gear, silinder block, camshaft dan lain-lain. Komponen tersebut harus terjaga agar pergerakan mesin dapat berjalan baik sehingga dapat memperpanjang umur pemakaian.

Upaya yang dilakukan untuk menjaga komponen tersebut, dalam mesin dilengkapi dengan sistem pelumasan. Pelumasan berfungsi untuk mengurangi adanya gesekan antara metal dan komponen- komponen mesin lainnya sehingga dapat meminimalkan resiko terjadinya kerusakan pada mesin serta berguna untuk mencegah atau mengurangi terjadinya keausan pada komponen-komponen mesin yang saling bergesekan, melancarkan komponen- komponen mesin yang bergerak atau berputar, mencegah terjadinya suara berisik, mengurangi panas yang timbul karena pergesekan, dan meminimalkan tenaga mesin yang terhubung untuk melawan gaya gesek.

Sifat Yang Harus Dimiliki Pelumas  Berkualitas

(Pertama) Appearance

Penampilan pelumas dengan melihat keadaan visualnya dan dapat menunjukkan :

  1. clear : Pelumas terlihat jernih.
  2. hazy : Pelumas terlihat tidak jernih/berkabut.
  3. dark : Appearance terlihat dark atau gelap, ini dapat menunjukkan adanya kandungan produksi oksidasi dari pelumas atau bahan bakar.

(Kedua) Spesific Grafity (SG)

Yaitu perbandingan berat minyak dan air yang mempunyai volume yang sama pada suhu tertentu. Pemeriksaannya dengan alat standar untuk tujuan tersebut.

(Ketiga) Warna (color)

Untuk mengetahui sifat visual pelumas sehingga dapat diinterprestasikan sifat fisiknya secara cepat kemudian dapat dilakukan analisa keadaan sebenarnya dari pelumas.

(Keempat) Viscosity/ kekentalan

Besarnya tahanan aliran yang dimiliki setiap fluida termasuk pelumas. tingkat kekentalan merupakan sifat fisik fluida yang berubah terhadap perubahan temperaturnya, sehingga pengukuran kekentalan harus disertai dengan pengukuran suhu pada waktu yang bersamaan. Metode pengukuran viskositas pelumas antara lain:

  1. Viscocity Kinematic (Centistokes-Cst).
  2. Derajat Engler, diukur pada suhu 20°C,50°C dan 100°C.
  3. Second Redwood, diukur pada suhu 70°F,140°F dan 200°F.
  4. Second Universal Saybolt, diukur pada suhu 100°F dan 210°F.
  5. Nomor SAE

(Kelima) Viscocity Index (VI)

Merupakan besarnya angka index atau skala kekentalan pelumas terhadap perubahan temperature tertentu. Standar temperatur pada pengukuran ini adalah 100°F dan 210°F. Pada umumnya menggunakan Kinematic Viscosity. Pelumas yang memiliki VI tinggi tidak banyak mengalami perubahan kekentalan pada perubahan temperature. Nilai viscosity index ini dibagi dalam 3 golongan, yaitu:

  1. HVI (High Viscosity Index) di atas 80.
  2. MVI (Medium Viscosity Index) 40 – 80.
  3. LVI (Low Viscosity Index) di bawah 40

(Keenam) Pour Point (titik tuang)

Menunjukkan temperature terendah dimana pelumas masih dapat mengalir. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui kemampuan mengalir pada temperature rendah berhubung dengan daerah pemakaian atau kondisi kerja penggunaan dari pelumas tersebut.

(Ketujuh) Flash Point (titik nyala)

Merupakan temperature terendah dimana suatu minyak sudah mampu terbakar oleh adanya letupan bunga api/flash. Maksud pengukuran titik nyala adalah untuk safety precaution atau berhubungan dengan kondisi pemakaian pelumas. Dengan mengetahui titik nyala, dapat diketahui banyak sedikitnya komponen yang menguap karena titik nyala mempengaruhi jumlah pemakaian pelumas.

(Kedelapan) Total Base Number (TBN)

Besarnya angka kebasaan pelumas yang mengindikasikan bahwa pelumas tersebut mengandung additive terutama jenis detergent dan dispersant. Angka TBN pada pelumas bekas akan lebih rendah dari pelumas baru. Karena sebagian basa telah digunakan untuk menetralisir asam-asam yang terbentuk ataupun telah dipakai untuk menghancurkan kotoran. Jadi dengan mengukur besarnya angka TBN dapat ditentukan apakah pelumas masih layak pakai.

(Kesembilan) Total Acid Number (TAN)

Besarnya angka keasaman pada pelumas yang terbentuk oleh oksidasi pelumas atau karena pengaruh adanya air/uap air.

(Kesepuluh) Carbon Residue

Merupakan jenis persentasi karbon yang mengendap apabila oli diuapkan pada suatu tes khusus

(Kesebelas) Oxidation Stability (ketahanan Oksidasi)

Sifat yang diperlukan pada pelumas untuk melumasi mesin. Kombinasi panas dan udara bila ada kontak dengan pelumas akan menyebabkan oksidasi. Oksidasi akan membentuk asam, pelumas menjadi kental dan akhirnya membentuk lumpur korosif.

(Keduabelas) Sifat detergency dan dispersancy

  • Sifat detergency: Untuk membersihkan saluran-saluran maupun bagian-bagian dari mesin yang dilalui minyak pelumas, sehingga tidak terjadi penyumbatan.
  • Sifat dispersancy: Untuk menjadikan kotoran-kotoran yang dibawa oleh minyak pelumas tidak menjadi mengendap, yang lama-kelamaan dapat menjadi semacam lumpur (sludge).

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !