Pengertian Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan – Teori sinyal (signal theory) menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya.

Informasi yang diberikan oleh perusahaan akan direspon langsung oleh pasar sebagai sinyal good news atau bad news. Sehingga sinyal yang diberikan oleh perusahaan dapat diterima dan diharapkan pasar dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan buruk.

Teori sinyal bermanfaat untuk mengukur akurasi dan ketepatan waktu perusahaan dalam melakukan pelaporan keuangan ke publik. Semakin lama audit report lag maka akan memberikan sinyal yang buruk bagi pasar karena laporan keuangan perusahaan akan kehilangan manfaatnya dalam pengambilan keputusan dan akan kehilangan relevansinya.

Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan

Semakin lama audit report lag menyebabkan harga saham yang tidak stabil.

Investor dapat mengartikan bahwa lamanya audit report lag disebabkan karena perusahaan memiliki bad news sehingga tidak segera mempublikasikan laporan keuangannya.

Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang mengkomunikasikan keadaan keuangan dari hasil operasi perusahaan dalam periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan sehingga manajemen mendapatkan informasi yang bermanfaat. Laporan keuangan mempunyai tujuan utama yakni memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomis.

Para pemakai laporan keuangan akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.

Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) tentang Laporan Keuangan

Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal Nomor X.K.2 lampiran keputusan ketua BAPEPAM Nomor:

Kep-346/BL/2011 mengenai penyampaian laporan keuangan berkala emiten atau perusahaan publik.

Untuk memberikan informasi yang cepat dan relevan bagi pengguna laporan keuangan suatu emiten, BAPEPAM mewajibkan bagi seluruh perusahaan yang terdaftar di pasar modal untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan secara tepat waktu dan disertai dengan laporan auditor independen dan disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan tahunan.

Berdasarkan peraturan BAPEPAM laporan keuangan yang harus disampaikan terdiri dari:

a. Laporan posisi keuangan (neraca)

b. Laporan laba rugi

c. Laporan perubahan ekuitas

d. Laporan keuangan pada awal peiode komparatif,

jika perusahaan publik menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan

e. Catatan atas laporan keuangan

Laporan keuangan yang telah diwajibkan oleh BAPEPAM diharuskan tepat waktu, apabila dalam penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan publik mengalami keterlambatan sesuai tanggal yang telah ditetapkan maka perusahaan publik tersebut akan dikenakan sanksi berdasarkan peraturan BAPEPAM Nomor: LH Gabungan Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Jakarta Nomor: 307/BEJ/07-2004 tentang sanksi yang menyatakan perusahaan tercatat yang melakukan pelanggaran peraturan Bursa Efek akan dikenakan sanksi oleh Bursa Efek dengan ketentuan:

a. Peringatan tertulis I, keterlambatan penyampaian laporan keuangan (30 hari) terhitung sejak lampaunya batas tanggal laporan keuangan.

b. Peringatan tertulis II dan denda Rp 50.000.000 apabila hari kalender ke-31 hingga hari kalender ke-60 perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan.

c. Peringatan tertulis III dan denda tambahan sebesar Rp 150.000.000, apabila sejak hari kalender ke-61 hingga hari kalender ke-91 sejak batas lampaunya penyampaian laporan keuangan perusahaan belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangannya.

d. Penghentian sementara perdagangan efek perusahaan tercatat di Bursa, apabila dimulai dari hari kalender ke-91 perusahaan belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan pada Bursa Efek.

Demikian artikel tentang Pengertian Signaling Theory dan Laporan Keuangan Perusahaan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !