Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia dan Hewan

Pada kesempatan ini, akan mengulas lengkap tentang sistem peredaran (sirkulasi) darah Manusia dan hewan. Sirkulasi darah adalah sirkulasi dalam tubuh dan terjadi pengiriman oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Kunci sirkulasi darah dalam tubuh hewan adalah biorheologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari arus perubahan bentuk darah terhadap pengaruh lingkungan. Biorheologi mempelajari tentang darah yang diistilahkan dengan hemoreology. Tujuan biorheology adalah untuk mempelajari aliran darah dalam interaksinya dengan lingkungan sekitar, termasuk di dalamnya makro dan mikro sirkulasi.

Sistem sirkulasi adalah sistem transport yang menyuplai zat-zat yang diabsorpsi dari saluran pencernaan dan oksigen ke jaringan. Sistem sirkulasi juga mengembalikan karbondioksida ke paru-paru dan produk-produk metabolisme lainnya ke ginjal, berfungsi dalam pengaturan temperatur tubuh dan mendistribusikan hormon-hormon dan zat-zat lain yang mengatur fungsi sel. Darah, yaitu pembawa zat-zat ini dipompakan melalui sistem tertutup yang pada mamalia.

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia dan Hewan

Sistem sirkulasi terdiri dari saluran-saluran atau ruang-ruang (rongga-rongga) berkesinambungan yang terdapat dalam tubuh hewan yang mengangkut cairan dan bahan padatan yang terlarut ke seluruh tubuh. Saluran dan rongga-rongga tersebut merupakan tempat cairan mengalir untuk mengambil zat-zat yang diperlukan tubuh. Suatu sistem sirkulasi memiliki suatu organ pemompa cairan yang diedarkan keseluruh tubuh, organ tersebut adalah jantung.

Sistem sirkulasi darah terdiri dari :

Jantung,

arteri,

kapiler,

vena duktus impatikus,

darah,

..dan cairan limpa.

Fungsi yang terpenting dari sistem sirkulasi darah

Adalah untuk mengikat O2 dan CO2 antara alat pernafasan dan jaringan-jaringan di seluruh tubuh, mengangkut zat makanan dari satu tempat ke tempat lain dalam tubuh, mengangkut sisa-sisa organik dan garam mineral yang sudah tidak berguna lagi dan mengangkut hormon di dalam tubuh, mengangkut zat makanan serta air dari truncus digestivus ke organ lain.

Perbedaan  Aliran Arteri dan Aliran Pembuluh Vena

Arteri merupakan struktur tubular yang membawa darah meninggalkan jantung dan menyebar melalui kapiler-kapiler kecil, sedangkan arah aliran vena bersifat konvergen karena darah yang menuju ke jantung berasal dari kapiler-kapiler atau vena kecil yang bersatu menjadi besar membentuk batang vena sehingga mengumpul pada jantung.

Warna aliran darah arteri adalah merah muda karena dalam pembuluh darah kaya akan O2 dan bersih dari CO2, sedangkan darah vena warnanya lebih tua karena kaya akan CO2 dan sedikit O2. Arteri dapat mengecil dan melebar disebabkan oleh pengaruh saraf dari susunan saraf otonom yang disebut vasomotor.

Darah adalah suatu jaringan ikat yang mempunyai dua komponen, yaitu komponen cairan (plasma darah) dan komponen sel darah yang terdiri dari tiga macam yaitu eritrosit berfungsi untuk mengikat oksigen keseluruh tubuh dan mengeksport karbon dioksida, leukosit yang berfungsi sebagai ketahanan tubuh dan trombosit untuk homeostasis atau keseimbangan. Darah dianggap sebagai jaringan khusus yang menjalani sirkulasi. Aliran darah dalam seluruh tubuh menjamin lingkungan yang tetap, supaya semua sel serta jaringan mampu melaksanakan fungsinya.

Pada karakteristik yang paling penting dari darah adalah hematokrit yang merupakan hubungan antara volumesas seluler dibandingkan dengan volume darah keseluruhan. Dengan demikian nilai hematokrit yang normal adalah antara 40% dan 45%, yang berarti dapat disamakan dengan volume bola.

Dua sistem Sirkulasi Darah pada manusia dan hewan

Sistem sirkulasi darah pada hewan dapat dibedakan menjadi dua,

Yaitu ;

.. sistem sirkulasi terbuk,

.. dan tertutup.

Sistem sirkulasi terbuka antara lain dapat ditemukan pada Molusca dan Artropoda, pada sistem ini, darah tidak selamanya berada di dalam pembuluh darah. Darah bercampur dengan cairan yang terdapat pada rongga-rongga tubuh maupun pada sinus atau ruang-ruang antar jaringan.

Komposisi darah pada sistem peredaran darah tertutup berbeda dengan cairan tubuhnya karena darah selalu berada di dalam pembuluh walaupun ada beberapa komponen darah yang dapat keluar dari pembuluhnya. Hewan yang mempunyai sirkulasi darah tertutup contohnya Annelida, Molusca jenis Cephalopoda (oktopus dan cumi-cumi), dan vertebrata.

Fungsi darah dan sistem peredaran/ sirkulasi darah

Fungsi terpenting darah adalah pengangkutan, terutama untuk mengakut oksigen dan karbondioksida, disamping fungsi-fungsi darah lainnya termasuk kekebalan dan homeostasis.

Secara garis besar fungsi darah yang terpenting meliputi hal-hal berikut:

  1. Pengangkutan nutrient dari saluran pencernaan ke jaringan, dan dari organ-organ penyimpanan.
  2. Pengangkutan produk ekskretori dari jaringan ke organ eksretori, dari jaringan tempat sintesis (misalnya urea dari dalam hati ke ginjal).
  3. Pengangkutan gas (oksigen dan karbon dioksida) antara organ respiratori dan jaringan.
  4. Pengangkutan hormon (misalnya adernalin : respon cepat dan hormon pertumbuhan: respon lambat).
  5. Pengangkutan sel fungsi nonrespiratori (contoh: leukosit vertebrata), dll.

Fungsi utama sistem peredaran darah yaitu mendistribusikan metabolit dan oksigen ke seluruh sel tubuh organisme serta mengumpulkan sisa buangan dan karbondioksida untuk dieksresikan. Selain itu, menyelenggarakan termoregulasi dan distribusi hormon ke tempat-tempat tertentu .

Prinsipnya fungsi sistem sirkulasi membawa oksigen dan karbondioksida diantara organ respirasi dan organ jaringan. Membawa zat-zat makanan dan air dari sistem pencernaan ke organ lain, zat-zat makanan untuk disimpan dalam organ maupun jaringan. Membawa bahan organik dan mineral yang tidak terpakai bersama air dibawa ke organ ekskresi serta membawa hormon dan kelenjar endokrin ke organ yang membutuhkan.

Peningkatan atau penurunan tekanan darah rata-rata akan mempegaruhi homeostatis di dalamt ubuh. Terdapat berbagai pusat yang mengawasi dan mengatur perubahan tekanan darah yaitu system saraf, system humoral dan system hemodinamik.

Fungsi sirkulasi darah secara umum adalah untuk membawa zat terlarut menuju seluruh tubuh dan mengedarkan energi di dalam tubuh. Fungsi yang terpenting dari sistem sirkulasi darah adalah untuk mengikat O2 dan CO2 antara alat pernafasan dan jaringan-jaringan di seluruh tubuh, mengangkut zat makanan dari satu tempat ke tempat lain dalam tubuh, mengangkut sisa-sisa organik dan garam mineral yang sudah tidak berguna lagi dan mengangkut hormon di dalam tubuh.

Selain itu juga berfungsi mengangkut zat makanan serta air dari truncus digestivus ke organ lain. Lisin berfungsi sebagai bahan dasar antibodi darah, memperkuat sistem sirkulasi, mempertahankan pertumbuhan sel-sel normal bersama prolin dan vitamin C akan membentuk jaringan kolagen, menurunkan kadar trigliserida darah yang berlebih.

Sistem sirkulasi darah terdiri dari 3 komponen yang saling mendukung dan saling berhubungan yaitu :

  1. Darah, cairan yang diperoleh dari jantung dan disirkulasikan ke seluruh tubuh.
  2. Jantung, organ sirkulasi yang mampu memompa dan mendorong darah ke seluruh jaringan.
  3. Pembuluh arteri dan vena, yang menyalurkan darah dari jantung dan menuju jantung.

Ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup dan tunggal, yaitu darah selalu mengalir melewati pembuluh dan hanya melewati jantung satu kali dalam sistem peredaran darah. Mekanisme peredaran darah ikan yaitu darah dipompa oleh jantung yang terdiri atas sebuah sinus venosus, atrium, ventrikel, dan konus arteriosus yang tersusun dalam urutan linier, kemudian darah dikeluarkan melalui kapiler dan insang. CO2 dilepas dan O2 diambil sehingga terjadi pertukaran gas antara CO2 dan O2. Hal ini akan mengubah darah menjadi darah arteri kemudian menuju jaringan tubuh dan kembali ke jantung melewati vena.

Sistem sirkulasi darah pada hewan terdiri dari suatu pompa dengan empat ruang yaitu jantung serta suatu sistem pembuluh darah. Pembuluh darah yang mengedarkan darah dari jantung ke bagian lain disebut arteri, sedangkan yang membawa darah dari jantung ke bagian lain disebut vena.

Pembuluh darah terdiri dari tiga macam,

yaitu arteri,

vena,

..dan kapiler.

Kapiler merupakan pembuluh mikroskopis yang terletak pada jaringan yang menghubungkan arteri dan vena serta berfungsi sebagai tempat pertukaran berbagai zat antara darah dan jaringan.

Mengenal Perbedaan Mendasar Pembuluh Arteri dan Vena

Pembuluh darah arteri berwarna merah muda (lebih terang), sedangkan pembuluh darah vena memiliki warna merah tua (lebih gelap). Perbedaan warna pada kedua pembuluh itu tergantung dari kandungan oksigennya.

Pembuluh arteri tampak berwarna merah muda karena mengandung Hb dan oksigen. Darah pada arteri ini akan mengangkut oksigen dari sari-sari makanan dari jantung menuju seluruh tubuh. Maka, semakin jauh dari jantung, aliran darah pada vena banyak mengandung CO2 dan sisa-sisa metabolisme dari tubuh, sehingga darah tampak berwarna merah tua dan darah pada vena ini adalah kotor.

Darah ini harus kembali ke jantung dan dibawa ke paru-paru untuk dicuci. Darah arteri berwarna merah muda karena mengandung oksigen yang tinggi dan CO2 yang rendah, sedangkan warna vena berwarna tua karena banyak mengandung CO2 (darah kotor) dan oksigennya rendah (darah bersih).

Contoh pada sirkulasi darah ikan

Aliran darah pada pembuluh arteri terlihat menyebar, sedangkan pada vena terlihat mengumpul. Ketika darah memasuki atrium kanan dari sistem vena yang mengandung konsentrasi oksigen 4,2% volume dan memasuki atrium kiri dari paru-paru dengan konsentrasi 8,2% volume, darah dipompa masuk ke dalam arteri pulmonari yang mengandung 4,4% volume dan dipompa lagi masuk ke arteri pada sistem sirkulasi ikan. Aliran darah pada arteri cepat, hali ini disebabkan karena darah mendapat tekanan dari jantung. Dengan kata lain, jantung memompa darah pada pembuluh arteri menyebar.

Perbedaan antara arteri dan vena yaitu :

Arteri memiliki dinding tebal, lebih elastis, berdenyut dengan teratur (sesuai denyut jantung), sedangkan vena memiliki dinding tipis, kurang elastis, dan tidak berdenyut. Dapat dibedakan antara pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena

Pembuluh darah arteri alirannya divergen keluar dari jantung dan menuju jaringan-jaringan, kecepatan aliran darahnya cepat serta memiliki dinding yang tebal dan lebih elastis. Sedangkan pada pembuluh darah vena arah aliran darahnya konvergen menuju jantung serta memiliki dinding yang tipis dan kurang elastis. Keelastisan kedua dinding pembuluh ini sangat penting dalam proses sirkulasi darah.

Pembuluh darah arteri meninggalkan jantung dengan aliran yang cepat, sedangkan pembuluh darah vena menuju ke jantung. Jadi, hal tersebut menandakan bahwa pembuluh darah vena selalu dipompa oleh jantung. Pada pembuluh vena tidak mendapat tekanan pompa klep jantung sehingga alirannya lebih lambat.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !