Skenario Sempurna Jokowi Pada Pilgub DKI 1 dan Counter Attack SBY

Skenario Sempurna Jokowi Pada Pilgub  DKI 1 dan Counter Attack SBY

It just my opinion :

Saya bukan orang DKI Jakarta, dan tidak memiliki kepentingan langsung dalam politik, ini murni pandangan pribadi dan analisa sebagai pengamat awam.

Pertama, kita akan mengubungkan beberapa rentet kejadian luar biasa yang terjadi tahun ini. Menjadi kejadian luar biasa karena meninggalkan lubang dan tanda tanya besar yang simpangsiur jawabanya..

Mari kita lihat pada  3 kejadian yang menyebabkan mulai memanasnya “perang”  catur politik menuju DKI 1

Pertama pada kasus dicopotnya mentri pendidikan Bapak Anies Baswedan dari jabatanya sebagai mentri pendidikan..banyak pertanyaan, mengapa?, banyak juga jawaban begini, begitu, tidak seperti itu , jadi seperti ini…nuansa politik mulai tercium kami para orang awam..

Kedua, munculnya tokoh suci AHY dari Trah SBY yang tiba-tiba…

Ketiga, blunder Ahok, dan gonjang-ganjing isu Agama yang menohok…

Oke, mari kita mulai satu demi satu…

Anda pernah mendengar politik nokang, sebutan khas untuk politik kanan-kiri oke ala Jokowi yang terbukti merontokan KMP dulu..Politik ini hampir sempurna sebelum SBY melakukan counter berbahaya…

Sekenario Sempurna Jokowi Pada Pilgub DKI 1 dan Counter Attack SBY

Sumber Gambar Kompas.com

Perang strategi dimulai dari Reshuffle Kabinet Kerja Jilid II beberapa waktu lalu, pertanyaan muncul bertubi tubi pada pencopotan menteri Anies baswedan dari menteri Pendidikan. Kita masih ingat betul betapa all out Bapak Anies baswedan mempromosikan pasangan Jokowi/JK dipemilu 2014 lalu. Peran memoles citra Jokowi/JK dengan sempurna dan dengan berani mengeluarkan tuduhan bahwa pasangan Prabowo/Hata dibaking mafia.

Nyatanya Jokowi hanya menghadiahi dengan jabatan 20 bulan sebagai menteri pendidikan. Ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi saya, tentu Bapak Presiden sediri yang tahu persis alasanya..

Ada yang berpendapat Bapak Anies Baswedan tidak memprioritaskan visi misi Presiden Jokowi terkait Kartu Indonesia Pintar (KIP), Anies Baswedan dianggap menghambat program Nawa Cita Jokowi sehingga dicopot dari jabatanya..

Apakah benar seperti itu…?

Mari coba kita lihat  dari bantahan Bapak Anies Baswedan tentang alasanya dicopot dari kursi Mentri Pendidikan,
..bahwa..Pencopotan bukan karena visi misi, pasti presiden memiliki kepentingan lain..itu katanya..

Kemudian spekulasi menjadi berkembang ke PILGUB DKI 1, para elit politik memainkan strategi panasnya jauh-jauh hari dalam pilgub DKI. Jokowi dengan politik nokangnya ingin menempatkan  orang istana dalam bursa calon gubernur DKI.

Jauh hari, peta pencalonan gubernur DKI, dimana saat itu Ahok yakin akan maju secara independen,. Kekuatan politik tersegmentasi menjadi dua kubu antara yang pro dan kontra Ahok. Jika ahok maju secara independen maka semua partai akan bersatu “melawan”, Aroma ini tercium oleh jokowi, jika semua partai bersatu maka  melawan Ahok, maka bisa-bisa DKI 1 bisa-bisa jatuh ke tangan lawan politiknya. Kenyataan kini lain, PDIP mengusung Ahok.

Sebuah sekenario sempurna,,

…Jika bukan Anies Baswedan, maka Ahok yang akan menduduki DKI 1, Jokowi bisa tidur dengan tenang jika sekenario berjalan lancar…

Lalu,,,,

…..munculnya tokoh suci AHY dari Trah SBY yang tiba-tiba…

…Diam bukan karena tidak berbuat apa-apa…inilah strategi counter attack SBY, melihat lawan politik begitu dominan, membuat SBY mengeluarkan amunisi terakhir untuk menyetarakan kekuatan..

Tidak bisa berharap lagi pada Edhie Baskoro Yudhoyono yang sudah matang secara politik, pamor Ibas malah kini terlindas oleh kubangan “dosa” partai, dan gagal memenuhi ekspektasi SBY.

Citra yang sudah terpuruk sejak mencuatnya skandal mega korupsi yang melibatkan mantan ketua umum Anas Urbaningrum dan mantan bendahara Nazaruddin. Meskipun peradilan tidak pernah menyentuh Ibas namun masyarakat sudah kadung  memberi “putusan” jika dirinya “ada” dalam skandal tersebut.

SBY lebih memilih mengakhiri karir AHY yang sebenarnya cemerlang dikancah militer, dianggap masih suci dan memiliki track record yang bagus. Terlepas dari partai membuat AHY  suci dalam kubangan dosa yang dibuat oleh elit pendahulunya.

Saya pribadi dan mungkin publik awalnya skeptis dan sinis dengan kubu Koalisi Cikeas mengusung AHY-Sylviana Murni. Namun fakta berbicara lain, keputusan cemerlang SBY tidak salah. Dibuktikan dengan beberapa survei elektabilitas AHY melonjak dratis. Bahkan elektabilitas AHY paling tinggi untuk pemilih pemula seperti diberitakan kompas.com.

..Terlebih munculnya isu berbau politis yang melibatkan agama yang kini sedang menohok Ahok, meskipun secara keseluruhan ahok masih mendominasi dalam hal elektabilitas yang dibangun ahok berkat kerja dan hasil selama ini untuk Jakarta.

Dalam kasus yang berbeda, Isu ini semakin menambah dan membuat publik DKI yang masih abu-abu mempertimbangkan kembali hak politisnya untuk memilih gubernur yang masih suci, meskipun hal ini tidak membuktikan apa-apa.

Sebagai masyarakat, saya pribadi berharap pada Jakarta yang lebih baik. Siapapun pemimpinya, yang terpenting adalah mampu memberikan kinerja dan hasil yang nyata, saya tidak membiarkan pikiran saya terkecoh dengan banyak isu atau logika serampangan yang masing-masing punya pembelaan untuk menjadi benar…

Demikian opini ku tentang Skenario Sempurna Jokowi Pada Pilgub  DKI 1 dan Counter Attack SBY

Salam,,

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !