Ilmiah

Skrining Imunologis untuk Gen-Gen yang Diekspresi

Skrining Imunologis untuk Gen-Gen yang Diekspresi – Skrining antibodi dapat digunakan sebagai identifikasi yang spesifik untuk protein yang disintesis dari perpustakaan ekspresi gen. Teknik ini dapat digunakan apabila terdapat antibodi spesifik yang dapat digunakan.

Skrining imunologi merupakan alternatif dari skrining dengan pelacak asam nukleat untuk mengidentifikasi protein produk dari gen klon. Teknik ini membutuhkan protein yang terekspresi dari rekombinan dan antibodi yang spesifik.

Antibodi biasanya diproduksi oleh hewan sebagai respon terhadap antigen, yang normalnya merupakan protein terpurifikasi. Terdapat dua tipe antibodi, yaitu antibodi monoklonal dan antibodi poliklonal. Antibodi monoklonal merupakan antibodi yang spesifik dan dianjurkan untuk digunakan dalam teknik skrining imunologi. Antibodi ini hanya bereaksi dengan antigen tertentu (spesifik). Sedangkan antibodi poliklonal merupakan antibodi yang dapat bereaksi dengan beberapa antigen.

Beberapa metode dapat digunakan dalam teknik skrining imunologi, namun yang paling sering digunakan adalah metode yang mirip dengan “plaque lift” screening dengan pelacak asam nukleat. Hal yang dilakukan dalam metode ini adalah membiakan sel inang yang terdapat vektor rekombinan didalamnya dalam cawan petri. Gen rekombinan akan terekspresi dan menghasilkan protein. Protein ini selanjutnya akan menempel pada filter membran yang dilekatkan pada cawan petri. Filter kemudian diinkubasi pada antibiotik spesifik dan ditambahkan protein A yang telah dilabeli dengan label radioaktif. Protein terlabeli ini akan berikatan dengan antibiotik, dan antibiotik akan mengikat (bereaksi) dengan protein yang terekspresi dari gen klon. Kemudian dilakukan autoradiografi.

skrining imunologis untuk gen-gen yang diekspresi

Antibodi yang lebih spesifik didapatkan dengan menyapkan antibodi monoclonal, yang merupakan antibodi homogen yang dengan spesifitas yang sama diproduksi dari klon tungal dari sel yang menghailkan antibodi untuk mengenali determinan antigenik tunggal. Tahapan dalam produksi antibodi monoklonal:

Produksi dan seleksi hibridoma yang diharapkan

Sel yang membentuk antibodi disatukan dengan sel kanker, terbentuk (hybridoma).

Kultur hybridoma agar mengalami perbanyakan.

Dengan proses yang spesifik dan lebih lanjut akan didapatkan antibodi monklonal.

Terdapat metode yang bervariasi untuk immunological screening, tetapi metode yang paling tepat untuk immunological screening yaitu metode ‘plaque lift’, metode ini dilakukan dengan menempelkan protein ke filter nitroselulose dan dideteksi menggunakan antibodi. Deteksi dapat dilakukan dengan cara menempelkan (menambahkan) protein A ataupun antibodi kedua yang akan melekat pada antibodi primer secara spesifik yang telah dilabeli menggunakan 125Isotope radioaktif dan kemudian akan tampak bercak atau noda dari protein target (rekombinan yang mengekspresikan protein target) karena berikatan dengan 125Isotope radioaktif pada X-ray film.

skrining imunologis untuk gen-gen yang diekspresi

Screening antibodi dapat digunakan untuk mengindentifikasi protein yang disintesis oleh perpustakaan ekspresi cDNA. Teknik ini dapat digunakan jika ada spesifik antibodi. Untuk mengetahui protein yang spesifik, dapat menggunakan hewan uji seperti kelinci. Kelinci disuntikkan antigen (misalnya sel kanker), kemudian ditunggu beberapa saat sampai kelinci tersebut merespon antigen dengan mengeluarkan antibodi. Kemudian diambil serum darah dari kelinci tersebut, dan di letakkan pada cawan. Di cawan tersebut ditambahkan sel kanker, agar bergabung ditambahkan dengan PEG dan membentuk hybridomas, kemudian di letakkan pada suatu media dan diseleksi. Setelah diseleksi, diambil dan didapatkan antibody polyclonal. Setelah antibody polyclonal didapatkan, kemudian dikulturkan dan discreening. Setelah discreening, dilihat apakah menunjukkan hasil yang positif. Setelah hasil positif didapatkan kemudian dikultur kembali. Untuk mendapatkan monoclonal antibody harus dipurifikasi terlebih dahulu. Setelah dipurifikasi barulah di stock. Setelah proses tersebut dilaksanakan, kita bisa mencari protein yang spesifik.

Bagi yang belum baca artikel sebelumnya silahkan di baca di :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !