Dua Struktur Jaringan Keras Gigi Manusia Yang Perlu Anda Tahu

Dua Struktur Jaringan Keras Gigi Manusia Yang Perlu Anda Tahu – Gigi terdiri dari struktur yang berlapis, yang terdiri dari jaringan keras dan jaringan lunak di dalamnya. Jaringan keras gigi terdiri dari enamel dan dentin. Enamel dan dentin memiliki susunan bahan yang berbeda, sehingga memiliki sifat fisik dan mekanis yang berbeda pula. Pulpa merupakan jaringan lunak yang ada di dalam gigi, yang berisi pembuluh darah dan saraf, berfungsi untuk memberikan nutrisi pada gigi.

Sebenarnya ada satu lapisan lagi yaitu sementum yang terletak pada akar gigi., namun pada artikel ini tidak akan di bahas, kami hanya akan membahas 2 struktur jaringan keras gigi saja.

Dua Struktur Jaringan Keras Gigi Manusia Yang Perlu Anda Tahu

Lapisan gigi

#1. Enamel

Enamel merupakan lapisan terluar dari gigi yang menutupi sebagian besar permukaan gigi (Lee, 2007). Enamel tersusun atas 95% struktur anorganik, yang terdiri dari 90% hingga 92% hidroksiapatit. 1% struktur enamel tersusun dari bahan organik dan 4% merupakan air (Anusavice dkk., 2012). Enamel memiliki ketebalan yang berbeda-beda untuk setiap jenis dan bagian gigi. Ketebalan enamel rata-rata pada incisal edge adalah 2 mm, pada cusp premolar 2,3 hingga 2,5 mm, dan pada cusp molar 2,5 hingga 3 mm. Kepadatan dan kekerasan enamel akan semakin berkurang, dari lapisan terluar menuju dentino enamel junction (DEJ).

Enamel tersusun atas jutaan enamel rods yang memanjang dari dentino enamel junction ke permukaan enamel bagian luar. Susunan enamel rods memberikan kemampuan untuk menahan gaya pengunyahan secara maksimal. Arah enamel rods juga perlu diperhatikan terutama saat melakukan preparasi gigi. Pada sudut gigi, enemel rods memiliki arah miring dari dentino enamel junction menuju permukaan gigi, kemudian akan semakin tegak saat mengarah pada permukaan insisal atau oklusal.

#2 Dentin

Dentin merupakan lapisan penyusun gigi yang berada di bawah enamel. Dentin memiliki warna yang lebih kuning dan lebih lunak apabila dibandingkan dengan enamel. Dentin tersusun atas 75% struktur anorganik, terutama kristal hidroksipatit kecil. Dentin memiliki struktur organik lebih besar daripada enamel, yaitu 20% organik, dengan kandungan kolagen mencapai 90%, dan 5% struktur dentin terdiri dari air. Pertemuan antara lapisan enamel dan dentin, disebut sebagai dentino enamel junction (DEJ), merupakan bagian dari struktur dentin yang relatif lemah sehingga saat terjadi infeksi bakteri pada enamel yang menembus dentin, maka infeksi yang terjadi pada dentin dapat lebih besar bahkan hingga mencapai lapisan pulpa.

Dentin memiliki kekuatan tekan yang lebih besar daripada enamel, sehingga dentin dapat berperan sebagai penahan enamel ketika gaya pengunyahan mengenai permukaan enamel. Di dalam struktur dentin terdapat tubulus, yang disebut sebagai tubulus dentin . Tubulus dentin terletak diantara serabut-serabut kolagen, khususnya serabut kolagen tipe I. Jumlah serabut kolagen pada dentin relatif banyak, sehingga karies yang telah mencapai dentin akan lebih mudah menyebar dan meluas lebih cepat daripada karies yang terjadi pada enamel.

 Saat proses preparasi gigi untuk menempatkan bahan restorasi pada gigi, maka akan terdapat smear layer yang mungkin akan menutupi tubulus dentin. Penutupan tubulus dentin oleh smear layer dapat mengganggu infiltrasi dan polimerisasi dari bahan adhesif, yang dibutuhkan saat melakukan restorasi dengan bahan komposit.

Baca juga : Penyebab dan Klasifikasi Penyakit Karies Gigi yang Umum Terjadi

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !