SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN

SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN

Pembelajaran adalah proses komunikasi dua arah, sebagai interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan tertentu.  Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh komponen-komponen yang ada dalam pembelajaran, yaitu: kurikulum, guru, siswa, metode/strategi, materi, sumber dan media, serta evaluasi yang saling berhubungan serta berkaitan erat.  
Sumber dan Media Pembelajaran
1. SUMBER PEMBELAJARAN
AECT (Association for Education and Communication Technology) menyatakan bahwa sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dimanfaatkan dan diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, narasumber, lingkungan sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran. 
Vernon S. Gerlach &  Donald P. Ely yang dikutip oleh S. Nasution  menegaskan pada awalnya terdapat jenis sumber belajar yaitu manusia, bahan, lingkungan, alat dan perlengkapan,  serta aktivitas. 
a.  Manusia
Manusia dapat dijadikan sebagai sumber belajar, peranannya sebagai sumber belajar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah manusia atau orang yang sudah dipersiapkan khusus sebagai sumber belajar melalui pendidikan yang khusus pula, seperti guru, konselor, administrator pendidikan, tutor dan sebagainya. Kelompok Kedua yaitu manusia atau orang yang tidak dipersiapkan secara khusus untuk  menjadi seorang nara sumber akan tetapi memiliki  keahlian yang mempunyai kaitan erat dengan program pembelajaran yang akan disampaikan, misalnya dokter, penyuluh kesehatan, petani, polisi dan sebagainya.
b.  Bahan
Bahan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang membawa pesan/ informasi untuk pembelajaran. Baik pesan itu dikemas dalam bentuk  buku paket, video, film, bola dunia, grafik, CD interaktif dan sebagainya. Kelompok ini biasany disebut dengan media pembelajaran. Demikian halnya dengan bahan ini, bahwa dalam penggunaannya untuk suatu proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi du akelompok yaitu bahan yang didesain khusus untuk pembelajaran, dan ada juga bahan/media yang dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan materi pembelajaran yang relevan.
c.  Lingkungan
Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan yang mampu memberikan pengkondisian belajar. Lingkungan ini juga di bagi dua kelompok yaitu lingkungan yang didesain khusus untuk pembelajaran, seperti laboratorium, kelas dan sejenisnya. Sedangkan  lingkungan yang dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan penyampaian materi pembelajaran, di antaranyai lingkungan museum, kebun binatang dan sejenisnya.
d.  Alat dan perlengkapan
Sumber belajar dalam bentuk alat atau perlengkapan adalah alat dan perlengkapan yang dimanfaatkan untuk produksi atau menampilkan sumber-sumber belajar lainnya. Seperti TV  untuk membuat program belajar jarak jauh, komputer untuk membuat pembelajaran berbasis komputer, tape recorder untuk membuat program pembelajaran audio dalam pelajaran bahasa Inggris, terutama untuk  menyampaikan informasi pembelajaran mengenai listening (mendengarkan), dan sejenisnya.
e.  Aktivitas
Biasanya aktivitas yang dapat diajdikan sumber belajar adalah aktivitas yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, di mana didalamnya terdapat perpaduan antara teknik penyajian dengan sumber belajar lainnya yang memudahkan siswa belajar.  Seperti aktivitas dalam bentuk diskusi, mengamati, belajar tutorial, dan sejenisnya.
2. MEDIA PEMBELAJARAN
Media merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan oleh guru untuk mendorong siswa belajar.  Kata Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA), media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual sera peralatannya. Sehingga dapat dasimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. 
Rossi dan Braidle yang dikutip oleh Wina Sanjaya mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya. Menurut Rossi, alat-alat semacam radio dan televisi kalau digunakan dan diprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran. Bagi Rossi media itu sama dengan alat-alat fisik yang mengandung informasi dan pesan pendidikan. Pendapat Rossi itu juga dikemukakan oleh AECT (1997) yang menjelaskan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk proses penyaluran pesan. 
Sedangkan menurut Gerlach dan Ely (1980) yang dikutip oleh Wina Sanjaya memandang bahwa media pembelajaran bukan hanya berupa alat dan bahan saja akan tetapi hal-hal yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Senada dengan Gerlach, Gagne (1970) juga menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai komponen yang ada dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lingkungan itu sendiri cukup luas, meliputi lingkungan yang didesain sedemikian rupa untuk kebutuhan proses pembelajaran seperti laboratorium, perpustakaan atau mungkin apotek hidup dan sebagainya; dan lingkungan yang tidak didesain untuk kebutuhan pembelajaran akan tetapi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran siswa seperti kantin sekolah, taman dan halaman sekolah,kamar mandi dan lain sebagainya. 
Beberapa jenis media yang digunakan dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut:
a. Media Grafis
Media grafis adalah media visual yang mengkomunikasikan antara fakta dan data yang berupa gagasan atau kata-kata verbal dengan gambar. Media grafis ini dapat berupa: 
  1. Gambar/Foto, merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar/foto merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. 
  2. Sketsa, yaitu gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail. Sketsa dapat dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.
  3. Bagan, merupakan media grafis yang berupa peta, lukisan, poster atau kartun. Bagan ini berfungsi membandingkan, menghubungkan, penjumlahan relatif, perkembangan proses, klasifikasi dan organisasi. 
  4. Diagram, adalah media grafis yang menunjukkan hubungan timbal balik dalam bentuk garis-garis dan simbol-simbol. Diagram menunjukkan hubungan antar komponen atau sifat-sifat proses. Diagram dapat menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. 
  5. Grafik adalah media grafis yang berupa gambar sederhana yang menggunakan .
  6. Poster, adalah media grafis yang berupa kombinasi antara visual warna dan pesan yan berfungsi menarik perhatian orang yang melihatnya.
  7. Kartun, adalah media grafis yang berbentuk lukisan atau karikatur tetang orang, gagasan, dan situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.
  8. Komik, merupakan media grafis yang berbentuk kartun untuk menggambarkan karakter atau cerita sistematis yang erat hubungannya dengan gambar dengan maksud memberikan hiburan pada pembaca.
  9. Peta dan Globe, digunakan untuk menyajikan data-data lokasi.
  10. Papan Flanel, merupakan papan yang dilapisi kain flanel sehingga mudah dilipat dan ditempeli gambar dengan mudah. 
  11. Papan Buletin, papan tempat menempel gambar-gambar atau tulisan.
b. Media Audio
Media audio adalah media pembelajaran yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pendengaran). Media ini berupa pita suara atau piring suara untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peseta didik.
Untuk memaksimalkan media pembelajaran tersebut guru hendaknya mengetahui karakteristik peserta didik dalam belajar. Karena pada umumnya individu peserta didik satu dengan yang lainnya tidak sama. 
Ada beberapa media yang dapat dikelompokkan ke dalam media audio, yaitu:
1) Radio
2) Alat Perekam Pita Magnetik
3) Laboratorium Bahasa
c. Media Proyeksi Diam
  1. Media proyeksi adalah media proyektor yang mempunyai unsur cahaya dan lensa atau cermin. Media pembelajaran ini berupa: 
  2. Media Transparansi atau OHP (Overhead Proyektor), yaitu media pembelajaran perangkat keras yang tediri atas kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pembelajaran.
  3. Slide, adalah media pembelajaran yang berupa gambar transparan dengan bentuk positif karya fotografi atau tangan sendiri dalam ukuran 2 x 2 inchi (atau kurang lebih 5 x 5 cm) yang diproyeksikan padalayar untuk keperluan mengajar mandiri atau kelompok dalam kelas.
  4. Filmstrips, yaitu media pembelajaran dalam bentuk film berurutan yang disatukan antara gambar satu dengan yang lainnya. Filmstrips ini penggunaannya hampir sama dengan slide. Perbedaannya, slide dalam bentuk frame dan pemotretannya bisa dilakukan secara acak, sedang filmstrips dalam bentuk film dan pemotretannya harus berurutan
Hadist Terkait Sumber dan Media Pembelajaran
Ada beberapa hadist terkait penggunaan sumber dan media dalam pembelajaran, diantaranya Hadist Riwayat Muslim no 111  :
عَنْ اَبِيْ جُحَيْفَةَ قَالَ قُلْتُ لعلِّي بْنِي اَبِيْ طَالِبِ هَلْ عنْدَكُمْ كِتَابَ قَالَ لَا اِلَّاكِتَابُ اللهِ اَ وْفَهُمْ أُعْطِيَهُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ أَوْ مَافِيْ هذِهِ الصَّحِيْفَةِ قَالَ قُلْتُ فَمَا فِي هذِهِ الصَّحِيْفَةِ قَالَ الْعَقْلُ وَفَكَاكُ الأَسِيْرَوَلَا يُقْتَلُ مُسْلمٌ بِكَافِرٍ
“Dari Abu Juhaifah berkata: “aku berkata kepada Ali, apakah Anda memiliki kitab? “ Ali berkata: “Tidak kecuali kitab Allah, pemahaman seorang muslim dan catatan yang ada dalam kertas ini”. Ia berkata: “Aku berkata lagi, catatan apakah yang ada dalam kertas-kertas itu?” Ali berkata: “Diyat, tebusan tawanan perang dan orang muslim yang membunuh kafir tidak akan diqishash”
Dari hadist tersebut diatas, dapat diketahui bahwa Ali menggunakan Al Qur’an, pemahaman seorang muslim dan catatan dalam kertas untuk memutuskan suatu hal dan memudahkan baginya untuk mengingat hukum-hukum karena dalam penjelasan Ibnu Hajar disebutkan bahwa catatan yang dimaksud Ali dalam hadist ini adalah catatan mengenai hukum fikih yang diintisarikan dari Al Qur’an. 
Dari hadits ini sumber pembelajaran yang digunakan oleh Ali adalah Al Qur’an, manusia dan bahan (catatan). Hal ini menunjukkan dalam pendidikan Islam zaman dahulu sudah digunakan berbagai sumber dan media pembelajaran. Dalam perkembangannya, pendidikan terutama pendidikan Islam tidak hanya menggunakan media sebagaimana yang digunakan Ali, namun sejalan dengan perkembangan zaman, pemanfaatan sumber dan media pembelajaran pun semakin beragam dan modern. 
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajawali Press. 2010. 
Al Atsqolani, Ibnu Hajar. Fath Al Bari. 
Nasution, S. Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Bumi Aksara. 1989.
Sanjaya, Wina.  Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Prenada Kencana Media. 2009.
Syaodih Sukmadinata , Nana. Pengembangan Kurikulum. Bandung: Rineka Cipta. 1997.
Zulfa,Umi. Strategi Pembelajaran . Cilacap: Al Ghazali Press.  2010.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.