Tahapan Budidaya Jamur Tiram

Tahapan Budidaya Jamur Tiram – Ada beberapa tahapan dalam budidaya jamur tiram. Biasanya budidaya jamur tiram putih. Silahkan perhatikan ulasan lengkap cara budidaya jamur tiram kami di bawah ini.

Memilih Jenis Jamur Budidaya

Tahapan Budidaya Jamur Tiram

Banyak jenis budidaya jamur, pada artikel ini kami akan mengulas dengan lengkap tahapan budidaya jamur tiram. Jenis jamur tiram budidaya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Serta dapat diterima pasar secara luas. Misalnya seperti Jamut Tiram Putih (Pleurotus ostreatus).

Penyediaan Kultur Induk Jamur Tiram (Opsional)

Jika Anda benar-benar ingi melakukan budidaya jamur Tiram dari nol sampai panen, dan ingin mengkultur sendiri induk Jamur Tiram, maka di bagian ke dua ini akan di jelaskan cara penyediaan kultur induk jamur tiram. Ini bersifat opsional, artinya Anda bisa saja membeli bibit, tanpa repot-repot menyediakan kultur induk jamur tiram sediri. Sekali lagi jika Anda tidak mau repot mengkultur, lewati saja poin ke dua ini.

Tahapan Budidaya Jamur Tiram

Alat : Alat yang digunakan adalah cawan petri, pinset, pisau,  lampu spiritus, 3 buah botol bekas saus, wrapping, jarum ose, bor gabus, autoklaf, dan LAF.

Bahan : Bahan yang digunakan adalah jamur Pleurotus ostreatus, media PDA, jagung, millet, kacang hijau, glukosa, kertas, gelang karet, sumbat botol, alkohol, larutan glukosa, dan kapur (CaCO3).

Pembuatan Biakan Jamur F0

Apa itu F0? F0 adalah indukkan jamur tiram pertama, dimana indukan ini didapat dari hasil isolasi dari alam atau jamur indukan yang tersedia di tempat budidaya. Fungsi pembibitan menggunakan F0 adalah untuk memurnikan dan memilih jamur tiram yang bebas dari penyakit (Pemurnian spesies). Karena jika kita menggunakan bibit yang berulang dari generasi ke generasi, maka dapat di pastikan kualias bibit akan semakin berkurang. Biasanya pembuatan indukan F0 ini masih pada skala laboratorium.

Berikut cara membuat F0

  1. Tubuh buah jamur yang akan diisolasi dipilih yang sehat dan jika memungkinkan berasal dari tubuh buah yang memang khusus disediakan untuk pembibitan (sumber inokulum).
  2. Potong bagian dalam tubuh buah mengguankan pisau yang steril.
  3. Potongan tubuh buah diletakkan pada medium agar kentang (PDA) dalam cawan petri. Antibiotik digunakan (misalnya sterptomicin) pada agar kentang tersebut, yang diteteskan sebelum dituangkan agar kentang cairnya.
  4. Inkubasi selama beberapa hari (2-3 hari), hingga tumbuh miselium jamur yang diisolasi. Pindah miselium yang tumbuh secara aseptis ke dalam medium PDA yang baru hingga diperoleh biakan murni.

Pembuatan bibit jamur siap tanam

Tahapan Budidaya Jamur Tiram

Setelah sebelumnya pembibitan F0, selanjutnya kita akan melakukan Pembuatan bibit (F2) siap tanam.

  1. Siapkan bahan yang akan digunakan untuk medium tanam jamur.
  2. Apabila memakai biji-bijian rendam biji yang akan di pakai sebagai media bibit jamur selama 5 menit, buang biji yang tidak berkualitas.
  3. Rebus biji hingga matang jangan terlalu lunak.
  4. Tambahkan CaCO3 1% dan glukosa 0,5% dari bobot bahan, campurkan hingga merata.
  5. Masukkan biji kedalam masing-masing botol tutup rapat, wrapping dan ikat dengan karet gelang.
  6. Disterilisasi menggunakan autoklaf dengan tekanan 1 atm selama 30 menit, setelah dingin diinokulasikan dengan sediaan biakan murni 1 plug (satu congkel kecil bibit dari biakan F0).
  7. Inkubasi selama 14 hari.

Pembuatan medium tanam jamur

Tahapan Budidaya Jamur Tiram

 

 

Pembuatan Media Tanam

  • 100 kg serbuk kayu (kayu sengon atau kayu jenis apaun yang lunak) di campurkan dengan 15 kg Bekatul, 2 kg Gips, 2 kg CaCO3, dan 2,5 kg kapur. Campurkan hingga merata dengan menggunakan bantuan sekop untuk mengaduknya.
  • Masukkan campuran serbuk kayu tersebut kedalam plastik putih yang nantinya akan digunakan untuk melakukan budidaya. Bagian bawah plastik agak dilipat sedikit, dimaksudkan agar baglog tersebut nantinya dapat didirikan. Memasukkan serbuk kayu tersebut sambil di padatkan dengan cara di pukul-pukul.
  • Baglog kemudian di sterilisasi menggunakan autoklaf konvensional. Baglog diletakkan didalam tempat sterilisasi tersebut.
  • Baglog yang telah di sterilisasi siap untuk ditanamkan bibit yang telah kita buat sebelumnya di Laboratorium.

Sterilisasi Medium/ Media Tanam Jamur

Proses sterilisasi medium dapat dilakukan secara sederhana, yakni dengan ‘pengukusan’ atau tepatnya dengan pasteurisasi. Poin sterilisasi penting karena akan menentukan keberhasilan usaha budidaya jamur tiram Anda. Jika sterilisasi ini tidak maksimal maka akan banyak baglog yang terkontaminasi dan tidak bisa ditanami jamur tiram.

Sterilisasi baglog dapat dilakukan dengan menyiapkan drum besar sebagai kuali kukus, isi drum dengan air seperempatnya, lalu di lapisi dengan kayu atau pembatas, masukan setiap baglog di atasnya. Kukus sampai kurang lebih delapan jam.

Inokulasi Atau Penebaran Bibit Jamur Tiram

Proses penebaran bibit dilakukan setelah proses sterilisasi media tanam/baglog selesai. Persiapkan benih yang berupa biji-bijian yang mengandung bibit jamur tiram tadi.

  • Buatlah suatu bolongan/ lubang di tengah-tengah media baglog, kurang lebih sebesar jempol tangan kita.
  • Masukkan bibit yang berasal dari media jagung, millet, ataupun biji kacang hijau tersebut kedalam media yang telah di sterilisasi tersebut.
  • Masukkan ring yang terbuat dari bambu ke dalam plastik tersebut untuk mengikat plastik tersebut.
  • Tutupi juga dengan kertas koran, kemudian ikat kertas Koran tersebut dengan karet gelang.

Pemeliharaan Media Tanam Jamur

Inilah yang disebut dengan Fase Inkubasi

Jamur yang telah ditanam diletakkan di ruang inkubasi. Ruang inkubasi tersebut dibagi menjadi dua, ruang untuk fase vegetatif dan ruang untuk fase generative. Ruang untuk fase vegetatif, suhu ruangan dijaga 22-28°C, dan kelembapan dijaga pada kisaran 60-80%. Fase generative, suhu ruangan dijaga pada suhu 22-26°C, dan kelembapan berkisar antara 60-80%. Ruangan tersebut juga dilengkapi dengan selang yang berfungsi untuk mengalirkan air dalam ruangan tersebut. Selang tersebut berfungsi untuk menjaga kelembapan dalam ruangan tersebut.

Catatan Penting :

Faktor yang mempengaruhi budidaya jamur yaitu:

1. Kadar atau nutrisi baglog

Fungsi bekatul atau tepung jagung adalah untuk pertumbuhan miselium awalnya. Jika kualitas bekatul baik (kandungan beras berbanding sekam tinggi) tampak miselium putih sempurna dan memanjang dengan cepat. Jika kandungan nutrisi kurang atau kualitas nutrisi tidak baik, pertumbuhan miselium cenderung lambat, dan tidak putih sempurna.

2. Kualitas bibit (F2)

Dalam pembuatan bibit, media jagung itu berarti media “murni” jika sudah ada gergajian, maka itu adalah media campuran. Penggunaan jagung inilah yang memacu pertumbuhan miselium dengan cepat. Kualitas bibit F2 yang ditanamkan ke baglog akan teramati jika baik, maka akan cepat memutih, selanjutnya pertumbuhan miselium pun akan cepat.

3. Jenis serbuk kayu yang digunakan

Untuk budidaya, bisa menggunakan kayu sengon laut, mahoni, mindi, kayu nangka, kayu kembang, kayu albasiah, kayu meranti dan sebagainya, dan diusahakan jangan menggunakan bukan kayu cemara, damar, pinus. pemilihan jenis kayu ini pengaruhnya pada berat jenisnya. Disarankan menggunakan kayu yang tidak mudah lapuk. Jenis kayu yang lebih keras tentunya akan menghasilkan jamur lebih banyak. namun, pembudidaya tidak selalu mendapatkan jenis serbuk gergaji yang homogen, seringnya campuran.

4. Kadar air dalam baglog

Kandungan kadar air dalam baglog adalah 65%-75%. Pengukuran kadar air ini sulit dilakukan, biasanya hanyalah berdasarkan perasaan atau pengalaman saja. Indikasinya jika digenggam menggumpal tetapi tidak terlalu basah, itulah kadar air optimalnya. Kadar air dalam baglog ini sangat berpengaruh dalam pertumbuhan jamur tiram nantinya. Jika kadar air kurang, maka pertumbuhan jamur tiram tidak akan bisa optimal. Tetapi jika kadar air berlebih, baglog akan cepat membusuk, bahkan timbul ulat. Bahkan lagi bisa menghambat pertumbuhan miselia. Jadi kadar air harus pas dan optimal.

5. Berat baglog atau volume baglog

Produksi jamur tiram nantinya akan tergantung pada kuantitas/volume serbuk gergaji dalam baglog. Karena jamur adalah saprofit yang memakan sisa tumbuhan yang telah mati. Jadi semakin banyak volume atau bobot serbuk gergaji yang ada di dalam baglog, semakin banyak pula kemungkinan jamur yang dapat dipanen nantinya. Hal ini berhubungan langsung dengan BER (biological efficiency ratio) nya.

6. Perawatan baglog pada masa produksi

Perawatan yang optimal, mengawasi, membersihakan, mengatur sirkulasi, akan menghasilkan jamur lebih daripada yang hanya sekedar ditaruh saja dan mengharapkan hasil panen yang optimal.

A. Alat

Alat yang digunakan dalam pembuatan media bibit antara lain cawan petri, pembakar spirtus, silet, pisau, jarum inokulum, botol, aluminium foil, wrapping, spidol, pinset,  dan Laminar Air Flow (LAF). Alat yang digunakan dalam pembuatan media tanam Baglog adalah karet, ring (potongan bambu), sekop, drum untuk sterilisasi, kompor, ember, plastik polipropilen, dan kertas.

B.Bahan

Bahan yang digunakan dalam pembuatan media bibit antara lain Pleurotus ostreatus, Ganoderma lucidum, alcohol, akuades, biji jagung 1000 gram, biji kacang hijau 800 gram, millet 500 gram, CaCO3 1%, dan glukosa 0,5%. Bahan yang digunakan dalam pembuatan media tanam baglog adalah plastik polipropilen, kapur 3 kg, CaCO3 2 kg, gypsum 2 kg, bekatul 15 kg, 100 kg serbuk kayu (kayu sengon atau kayu lunak lain).

Fungsi masing-masing bahan menurut 

  • Serbuk gergaji memiliki fungsi sebagai pendegradasi selulosa.
  • Gips (CaCO4) berfungsi untuk sumber mineral, terutama kalsium.
  • Kapur (CaCO3) memiliki fungsi sebagai penetral pH.
  • Dedak berfungsi sebagai sumber nutrisi.
  • Biji jagung, kacang hijau, dan millet digunakan sebagai media tanam miseliumya.

Di rangkum dari berbagai sumber

Ratnaningtyas, Nuniek Ira. 2010. Petunjuk Praktikum Biologi Jamur Makroskopis. Laboratorium Mikologi-Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

One thought on “Tahapan Budidaya Jamur Tiram

  1. Novita Rahma

    Wahh artikelnya bagus dan bermanfaat banget nih
    Kunjungi juga www,smartkiosku,com atau www,serbamultimedia,com

    Reply

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !