Tahapan Stres Dan Cara Mengatasinya

Tahapan Stres Dan Cara Mengatasinya – Perasaan kecewa maupun kehilangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, stres yang berbeda-beda setiap hari, semuanya memberi dampak pada tubuh anda. Keadaan yang menimbulkan stress, baik secara fisik maupun psikis, akan menimbulkan reaksi kimia luar biasa pada tubuh.

Segera setelah seseorang mengalami situasi stres, otak akan mengirim pesan kepada saraf agar melepaskan adrenalin dan kimia otak lain, untuk dikirimkan sebagai energi kepada otot.

Lebih penting lagi, ada bagian kecil pada otak yang disebut hippothalamus, akan mengirim pesan kepada kelenjar di bawah otak agar mengalirka hormoncorticotrophin ke dalam darah. Pada giliranya, hormon ini akan meminta kelenjar adrenal supaya mengeluarkan lebih banyak hormon stres (glucocorticoids).

Hormon ini akan memerintahkan tubuh supaya membanjiri darah dengan gula, agar segera memiliki energi untuk lari dari bahaya. Hormon stres terutama sekali tanpak ‘menggemparkan’ bagi bagian otak yang disebut hippocampus. Bagian inilah yang memainkan peranan penting dalam membentuk memori.

Tahapan Stres Dan Cara Mengatasinya

Jika anda pernah membaca buku panduan mengenai stres berjudul Why Zebras Don’t Get Ulcers, Robert Sapolsky menjelaskan bahwa jika berhasil mengatasi situasi stres, kita ingin bisa mengingatnya supaya lain kali bisa mengindarinya. Dalam peristiwa yang sangat mengguncangkan, biasanya memori akan menajam. Mungkin inilah yang menjelaskan, mengapa kita sulit melupakan tragedi ’65 atau kerusuhan mei 98.

Oleh karenanya, maka para pakar menyimpulkan bahwa stres memiliki tahapan-tahapanya sendiri, maka ada juga langkah-langkah tersendiri yang harus kita ambil untuk manajemen stres tersebut sesuai dengan tahapanya.

Adapun tahapan-tahapan dan langkah-langkah manajemen stres adalah sebagai berikut ;

Stres Tahap 1

Tahapan ini merupakan tahapan stres yang paling ringan dan biasanya disertai dengan perasaan-perasaan semangat bekerja  besar, berlebihan, penglihatan tajam tidak sebagai mana biasanya, merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa disadari cadangan energi semakin menipis.

Stres tahap 2

Dalam tahapan ini dampak stres yang semula ‘menyenangkan” sebagaimana diuraikan pada tahap 1 di atas mulai menghilang, dan timbul keluhan-keluhan yang disebabkan karena cadangan energi yang tidak lagi cukup sepanjang 3 hari.

Stres Tahap 3

Apabila seseorang tetap memaksakan diri dalam pekerjaanya tanpa mengiraukan keluhan-keluhan pada stres tahap 2, maka akan menunjukan keluhan-keluhan yang semakin nyata dan menggangu.

Stres tahap 4

Adapun gejala stres tahap 4 yakni untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit. Aktivitas pekerjaan menjadi membosankan dan terasa lebih sulit karena ketidak mampuan berkegiatan rutin sehari-hari. Adapula gejala seperti gangguan pola tidur disertai mimpi-mimpi yang menegangkan, daya konsentrasi dan daya ingat menurun, timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan apa penyebabnya,

Stres Tahap 5

Bila keadaan berlanjut, seorang akan jatuh pada tahap 5, dengan tanda-tanda ; kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam (physical and psychological exhaustion), ketidak mampuan untuk menyelesaikan pekerjaan ringan dan sederhana sehari-hari, gangguan sistem pencernaan semakin berat (gastrointestinal disorder), serta timbul perasaan ketakutan, kecemasan semakin meningkat, mudah bingung dan panik.

Strea Tahap 6

Tahapan klimaks, dimana seseorang mengalami serangan panik (panic attack) dan perasaan takut mati.

Cara Menghilangkan Stres

  1. Analisis masalah, yaitu mencari sumber masalah, dengan mengajukan berbagai pertanyaan pada diri sendiri.
  2. Menemukan inti masalah, yaitu menemukan masalah yang paling mendasar.
  3. Mencari jalan keluar seperti mencari alternatif penyelesaian masalah.
  4. Konsultatif memutuskan untuk berbicara dengan orang lain yang bisa diajak bicara.
  5. Menata ulang kondisi hidup sebagai implementasi dari  tahap konsultatif yaitu bergerak atau mulai menata kembali segala sesuatu.
  6. Meditatif atau menenangkan diri, mengajak kita untik mundur, bisa dengan merenung, meditasi, relaksasi, atau melakukan ritual-ritual sesuai dengan agama yang dianut.
  7. Evaluasi diri, yaitu merefleksikan kembali agar jika terjadi hal serupa bisa lebih siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan, minimal mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.
  8. Primary prevention, yaitu merubah cara kita melakukan sesuatu.
  9. Secondary preventing exercise, yaitu diet, rekreasi, istirahat, meditasi dan seterusnya.
  10. Tertiary preventing, yaitu strategi  kita menangani dampak stres yang terlanjur  ada, kalau diperlukan meminta bantuan jaringan supportive (social-network) ataupun bantuan profesional.
  11. Biofeedback. Dapat dilihat dari fungsi tubuh hingga tekanan tertentu yang dikendalikan secara sukarela atau sadar.
  12. Ambil liburan secara teratur
  13. Makanlah makanan sehari-hari yang menyehatkan.
  14. Hindari kafein, alkohol dan tembakau.
  15. Lakukan olahraga secara teratur.
  16. Berlatihlah beberapa teknik rileksasi seperti yoga, meditasi, latiha pernapasan, atau meditasi, yakni mengaktifkan suatu respon relaksasi dengan mengarahkan ulang pemikiran seseorang jauh dari dirinya sendiri. Respon relaksasi adalah kebalikan fisiologis dan psikologis dari respon stres berperang atau lari.
  17. Perimbangkan untuk memiliki hewan peliharaan, karena bisa membantu anda menjadi rileks.

Demikian artikel Tahapan Stres Dan Cara Mengatasinya, Semoga bermanfaat

salam

Baca juga : Memahami gejala Stres dan Emosi

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !