Mengenal Tanaman Stroberi, Buah Merah Cantik nan Segar

Mengenal Tanaman Stroberi, Si Buah Merah Nan Cantik – Indonesia merupakan negara agraris, oleh karena itu sektor pertanian menjadi salah satu sektor penting untuk mendukung kebutuhan pangan. Kebutuhan pangan tidak hanya pada komoditas pangan seperti beras dan jagung, tetapi juga sayuran dan buah–buahan, termasuk stroberi.

Stroberi merupakan salah satu jenis buah–buahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Beberapa petani di Indonesia, khususnya didaerah dataran tinggi telah melakukan budidaya stroberi secara komersial. Meskipun tingkat pertumbuhan petani stroberi di Indonesia terus mengalami peningkatan, namun produktivitas stroberi di Indonesia masih cukup rendah.

Hal ini disebabkan pada ketersediaan bibit berkualitas dan bebas penyakit, selain itu perkebunan stroberi hanya bisa dibudidayakan didataran.

Stroberi atau strawberry merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang terpenting di dunia, terutama untuk negara-negara beriklim subtropis. Permintaan dunia akan buah stroberi cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Daya serap pasar (konsumen) yang semakin tinggi, hal ini berarti agribisnis stroberi mempunyai prospek cerah.

Mengenal Tanaman Stroberi, Si Buah Merah Nan Cantik

Stroberi

Buah stroberi mempunyai rasa yang khas, manis dan segar. Buah stoberi juga mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi dan komposisi yang lengkap. Bagian yang dapat dimakan dari buah stroberi mencapai 96 persen, sedangkan kandungan gizi per 100 gram buah disajikan dalam Tabel berikut.

Nutrisi yang terkandung dalam buah stroberi dan nilai kandungan gizi

  1. Kalori (energi) 37 kal
  2. Protein 0,8 gram
  3. Lemak 0,5 gram
  4. Karbohidrat 8,0 gram
  5. Kalsium (Ca) 28 mg
  6. Fosfor (P) 27 mg
  7. Besi (Fe) 0,8 mg
  8. Vitamin A 60 SI
  9. Vitamin B1 0,03 mg
  10. Vitamin C 60 mg
  11. Air 89,9 gram

Sumber: Departemen Kesehatan RI 2005

Tabel tersebut menunjukan kandungan kalori dalam buah stroberi tergolong rendah sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh penderita penyakit kencing manis (diabetes), sementara vitamin C yang terkandung didalamnya cukup tinggi sehingga buah stroberi merupakan sumber vitamin C. Vitamin C berfungsi baik sebagai antioksidan (mencegah kanker) dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan mineralnya walaupun tidak begitu tinggi juga berfungsi baik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot, tulang, gigi, otak, sistem syaraf, sel darah merah, dan lain sebagainya. Kandungan airnya yang tinggi juga berfungsi baik untuk melarutkan bahan-bahan didalam tubuh, menormalkan suhu tubuh, dan pembuangan sisa-sisa metobolisme tubuh.

Klasifikasi tanaman stroberi

Sifat dan ketahanan buah stroberi untuk masing-masing varietas berbeda-beda. Kondisi ini mengakibatkan buah stroberi yang dipanen, baik waktu maupun tingkat kesegaran dan kekerasan buah tidak sama. Oleh karena itu, perlakuan yang diberikan untuk setiap varietas dapat berbeda.

Tanaman stoberi merupakan tanaman herba yang berumur panjang dan tumbuh sebagai perdu yang menyemak dengan tinggi tanaman sekitar dua puluh sampai dengan tiga puluh centimeter. Masa hidup tanaman stroberi mencapai satu tahun. Tanaman ini berbuah sepanjang tahun dan dalam satu siklus produksi panen buah dapat dilakukan setiap minggu selama tujuh sampai dengan delapan bulan dalam satu tahunnya. Tanaman stroberi memiliki tampilan yang menarik. Buahnya yang berwarna merah menyala sangat kontras dengan warna daunnya.

Tanaman stroberi dalam tata nama (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Devisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Rosales

Family : Rosaceae

Genus : Fragaria

Spesies : Fragaria x ananassa Duchesne

Morfologi tanaman stroberi

Struktur akar tanaman stroberi terdiri atas pangkal akar (collum), batang akar (corpus), ujung akar (apex), bulu akar (pilus radicalis), serta tudung akar (calyptra). Tanaman stroberi berakar tunggang (radix primaria) terus tumbuh memanjang dan berukuran besar.

Mengenal Tanaman Stroberi, Si Buah Merah Nan Cantik

Akar serabut stroberi di dalam tanah tumbuh dangkal dan menyebar secara horizontal sepanjang tiga puluh centimeter dan secara vertikal dapat mencapai kedalaman empat puluh centimeter. Akar muncul dari batang yang pendek dan tebal berbentuk rumpun. Dari rumpun tersebut dapat muncul tunas yang akan menjadi crown baru, sulur dan bunga. Secara botani, sulur merupakan batang ramping yang tumbuh keluar dari ketiak daun pada dasar rumpun dan menjalar sepanjang permukaan tanah. Sulur dapat digunakan sebagai alat untuk menghasilkan tanaman baru.

Batang utama tanaman ini sangat pendek. Daun-daun terbentuk pada buku dan ketiak setiap daun terdapat pucuk aksilar. Internode sangat pendek sehingga jarak daun yang satu dengan yang lainnya sangat kecil dan memberi penampakan seperti rumpun tanpa batang. Batang utama dan daun yang tersusun rapat ini disebut crown. Ukuran crown berbeda-beda menurut umur, tingkat perkembangan tanaman kultivar dan kondisi lingkungan pertumbuhan.

Daun stroberi berupa daun majemuk trifoliate, terdiri dari satu daun dan tiga anak daun dengan tepi bergigi. Permukaan atas berbulu halus berwarna hijau muda atau hijau tua. Permukaan bawah berwarna hijau keabu-abuan dan memiliki tiga ratus sampai dengan empat ratus stomata per milimeter persegi, artinya tanaman ini sangat mudah kekurangan air karena tingginya laju transpirasi pada saat udara panas.

Bunga tanaman stroberi mempunyai lima sepal (kelopak bunga), lima sepal (daun mahkota), dua puluh sampai dengan tiga puluh lima stamen (benang sari) dan ratusan putik yang menempel pada dasar bunga (reseptakel) dengan pola melingkar. Bunga tersusun dalam malai yang terletak diujung tanaman.

Biji stroberi berukuran kecil, pada setiap buah menghasilkan banyak biji. Biji berukuran kecil terletak di antara daging buah. Pada skala penelitian atau pemuliaan tanaman, biji merupakan alat perbanyakan tanaman secara generatif.

Buah stroberi yang populer sebenarnya adalah buah semu (Pseudocarp), bukan buah dalam arti sebenarnya. Buah stroberi berwarna merah yang sudah dikenal luas oleh masyarakat sebenarnya adalah reseptakel atau jaringan dasar bunga yang membesar. Buah sebenarnya adalah biji-biji kecil yang berwarna putih, disebut dengan achene. Achene berasal dari ovul (sel  kelamin betina) yang diserbuki dan kemudian berkembang menjadi buah kerdil. Struktur achene kerdil dan keras. Achene menempel dipermukaan reseptakel yang membesar dan umumnya letaknya dipermukaan buah tidak menonjol.

Syarat Tumbuh Stroberi

1. Keadaan Iklim

Tanaman stroberi membutuhkan lingkungan tumbuh bersuhu dingin (sejuk) dan lembab. Meskipun demikian, tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi yang cukup luas, yakni dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada daerah-daerah yang mempunyai kondisi iklim sebagai berikut:

  1. Suhu udara optimum antara 17ºC sampai 20ºC dan suhu udara minimum antara 4ºC sampai dengan 5ºC.
  2. Kelembaban udara 80 sampai dengan 90 persen.
  3. Penyinaran matahari delapan sampai dengan sepuluh jam per hari.
  4. Curah hujan berkisar antara 600 sampai dengan 700 milimeter per tahun.

Kriteria iklim berdasarkan tipe curah hujan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Iklim sangat basah, yakni daerah-daerah yang bercurah hujan berkisar antara 2.500 sampai dengan 7.000 milimeter per tahun.
  2. Iklim basah, yakni daerah-daerah yang bercurah hujan berkisar antara 2.000 sampai dengan 2.500 milimeter per tahun.
  3. Iklim kering, yakni daerah-daerah yang bercurah hujan kurang dari 2.000 milimeter per tahun.
  4. Keadaan Tanah

Tanaman stroberi biasanya ditanam langsung pada tanah atau bedengan– bedengan serta dapat pula ditanam pada pot. Syarat-syarat keadaan tanah yang baik untuk ditanami tanaman stroberi adalah sebagai berikut:

2. Tanah kebun (lapangan)

1) Tanah yang paling baik adalah tanah liat berpasir. Di daerah-daerah dataran tinggi di Indonesia biasanya terdapat tanah jenis andosol dan latosol.

2) Keadaan tanahnya subur dan gembur serta banyak mengandung bahan organik, beraerasi dan berdrainase dengan baik.

3) Reaksi tanah (pH) antara 5,4 sampai dengan 7,0 serta tidak mengandung wabah penyakit tular tanah (soil borne).

4) Air tanahnya dangkal antara 50 sampai dengan 100 centimeter dari permukaan tanah.

3. Medium tanah

Syarat-syarat medium tanah yang baik untuk tanaman stroberi yang ditanam dalam pot adalah sebagai berikut:

1) Bersifat poreus atau mudah menyerap air yang berlebihan.

2) Berstruktur gembur, subur dan dapat menyimpan air guna pertumbuhan tanaman stroberi.

3) Medium tanam mempunyai reaksi netral sampai alkalis atau ber-pH 6,5 sampai dengan 7,0 dan tidak mengandung wabah penyakit tular tanah. Tanah atau medium tanam yang ber-pH masam (pH kurang dari 5,4) dan ber-pH alkalis (pH lebih dari 7,0) akan berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan tanaman stroberi.

4. Daerah potensial

Diluar negeri pengembangan tanaman stroberi umumnya dijadikan sebagai kebun agrowisata. Di Indonesia, daerah yang berpotensial sebagai daerah pengembangan kebun agrowisata stroberi adalah daerah kawasan yang berhawa sejuk. Zona agroekologi yang cocok digunakan untuk kebun stroberi antara lain adalah Lembang dan Cipanas (Jawa Barat), Tretes dan Batu (Jawa Timur), Bedugul (Bali), dan Tanah Karo (Sumatra Utara).

Baca Juga : Teknik Budidaya Tanaman Stroberi Dengan Benar

Simpan

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !