Mengenal Lebih Dekat Tanaman Buncis Sebagai Sayuran

Tanaman Buncis Sebagai Sayuran – Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Komoditas ini memiliki keragaman yang luas dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin, dan mineral yang bernilai ekonomi tinggi.

Potensi dan manfaat tanaman buncis

Tanaman sayuran yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi dan banyak digemari masyarakat salah satunya yaitu tanaman buncis. Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak diolah menjadi salah satu masakan rumah tangga masyarakat Indonesia. Bahkan Indonesia termasuk sebagai negara yang memproduksi buncis terbesar di dunia bersama Argentina, China, Perancis, Italia, Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Produksi buncis di Indonesia meningkat sejak tahun 2008 sampai dengan 2011, yaitu sebesar 266.551 ton menjadi 334.659 ton (Badan Pusat Statistik, 2012). Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura (2013), produksi buncis di Indonesia juga mengalami peningkatan dari tahun 2011 sebesar 334.659 ton menjadi 338.655 ton pada tahun 2012. Namun demikian, produksi buncis di Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan konsumen.

Tanaman buncis termasuk yang diunggulkan karena buncis merupakan salah satu jenis tanaman sayuran polong yang memiliki banyak manfaat khususnya dalam bidang kesehatan seperti kaya akan vitamin A, B, dan C. Oleh karena itu tingkat konsumsi buncis terus meningkat terutama bagi mereka yang sedang melakukan diet dan buncis mempunyai gizi yang tinggi dan banyak disukai orang.

Tanaman buncis memiliki banyak manfaat selain di bidang kesehatan yang telah disebutkan diatas. Tanaman buncis mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar terhadap pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, pendapatan negara melalui pengurangan impor dan peningkatan ekspor, pengembangan agribisnis dan perluasan kesempatan kerja.

Buncis sebagai sayuran

Pertanian dengan skala kecil masih dipengaruhi oleh faktor alam dan dihadapkan pada permasalahan pasar yang tidak sempurna serta biaya transaksi yang tinggi dan ketidak jelasan informasi pasar. Selain itu, pertanian skala kecil menghadapi permasalahan lain seperti persediaan bahan baku pertanian (saprodi) seperti pupuk, benih, pestisida, dan obat-obatan.

Tanaman Buncis

Buncis adalah tanaman hortikultura atau kelompok sayuran buah. Dalam taksonomi (sistematika) tumbuhan, buncis diklasifikasikan sebagai berikut.

Kingdom              : Plant Kingdom

Divisio                   : Spermatophyta

Sub divisio           : Angiospermae

Kelas                     : Dicotyledoneae

Sub Kelas             : Calyciflorae

Ordo                      : Rosales ( Leguminales)

Family                   : Leguminosae ( Papilionaceae)

Sub Family          : Papilionoideae

Genus                   : Phaseolus

Spesies                 : Phaseolus Vulgaris L.

Buncis (Phaselous Vulgaris) termasuk jenis sayuran polong semusim (berumur pendek) seperti halnya kacang kapri, kacang panjang, kecipir, cabai, pare, labu, mentimun, dan sebagainya. Tanaman buncis berbentuk semak atau perdu. Tinggi tanaman buncis tipe tegak berkisar antara 30 sampai 50 centimeter, tergantung pada varietasnya. Sedangkan tinggi tanaman buncis tipe merambat dapat mencapai 2 meter.

Phaseolus Vulgaris L memiliki akar tunggang yang dapat menembus tanah sampai pada kedalaman 1 meter. Akar-akar yang tumbuh mendatar dari pangkal batang umumnya menyebar pada kedalaman sekitar 60 sampai 90 centimeter. Perakaran tanaman buncis dapat tumbuh dengan baik bila tanahnya gembur, mudah menyerap air (porous), dan subur. Perakaran tanaman buncis tidak tahan dengan genangan air (tanah becek). Akar tanaman merupakan bagian dari organ tubuh yang berfungsi untuk berdirinya tanaman serta penyerapan zat hara dan air.

Bagian-Bagian/ morfologi tanaman buncis

Batang tanaman buncis berbengkok-bengkok, berbentuk bulat, berbulu atau berambut halus, berbuku-buku atau beruas-ruas, lunak tetapi cukup kuat. Ruas-ruas batang mengalami penebalan. Batang tanaman berukuran kecil dengan diameter batang hanya beberapa milimeter. Batang tanaman berwarna hijau, tetapi ada juga yang berwarna ungu tergantung dengan varietasnya.

Daun buncis berupa daun majemuk tiga atau trifolilatus dan berada pada satu tangkai daun. Tangkai daun berukuran panjang sekitar 10 centimeter. Dua daun terletak bersebelahan dan satu daun berada di ujung tangkai. Daun tanaman buncis berbentuk jorong segitiga, bagian yang dekat dengan pangkal melebar dan bagian ujung meruncing, memiliki urat simetris, dan berwarna hijau.

Bunga buncis tersusun dalam karangan berbentuk tandan. Kuntuman Bunga berwarna putih atau putih kekuningan-kuningan, bahkan ada juga yang berwarna merah atau violet. Pada buncis merambat keluarnya karangan bunga tidak serempak sedangkan pada buncis tipe tegak pertumbuhan karangan bunga hampir pada waktu yang bersamaan. Bunga tanaman buncis berbentuk bulat panjang (silindris) yang panjangnya 1,3 centimeter dan lebar bagian tengah 0,4 centimeter.

Kelopak bunga berjumlah dua buah dan pada bagian bawah atau pangkal bunga berwarna hijau. Bunga buncis memiliki tangkai yang panjangnya sekitar 1 centimeter. Sedangkan mahkota bunga berjumlah tiga buah, dimana satu buah berukuran lebih besar dari lainnya.

Kacang buncis termasuk tanaman yang bersifat menyerbuk sendiri (self polination), tetapi persilangan alami sering terjadi meskipun dalam persentasi yang sangat kecil. Bunga buncis mekar pada pagi hari sekitar jam 07.00 sampai 08.00, dari proses penyerbukan akan dihasilkan buah yang disebut “polong”.

Polong buncis berbentuk panjang-bulat atau panjang-pipih. Sewaktu muda polong berwarna hijau muda, tetapi setelah tua berubah menjadi warna kuning atau coklat. Panjang polong berkisar 12 sampai 13 centimeter dan tiap polong mengandung biji 2 sampai 6 butir, kadang-kadang dapat mencapai 12 butir. Biji buncis berbentuk bulat agak panjang atau pipih, berwarna putih, hitam, ungu, coklat atau merah.

Biji ini yang digunakan untuk benih dalam perbanyakan secara generatif. Biji buncis berukuran agak besar, berbentuk lonjong dengan bagian tengah (mata biji) agak melengkung (cekung), berat biji buncis berkisar antara 16 sampai 40,6 gram (berat 100 biji), tergantung pada varietasnya.

Keadaan lingkungan dan kultivar saat pembungaan, sangat mempengaruhi jumlah biji di dalam setiap polong bervariasi antara 4 sampai 12 butir. Ukuran rata-rata diameter biji bervariasi dari 0,7 sampai 1,5 centimeter dengan berat 0,2 sampai 0,6 gram, dan bentuknya mulai dari bulat sampai dengan menyerupai ginjal, semua itu tergantung pada kultivarnya, kulit biji dapat berwarna putih, kuning kehijauan, pink, merah, ungu, cokelat, atau hitam dan warna tersebut dapat pekat (solid), bergaris atau berbintik.

Demikian pengenalan Tanaman Buncis Sebagai Sayuran, semoga tulisan ini dapat bermanfaat, jangan lupa baca seri panduan terkait Teknik Budidaya Tanaman Buncis.

Salam.

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !