Artikel

TEKANAN OSMOSIS

Osmosis merupakan difusi atau pergerakan molekul air (bukan larutan) dari konsentrasi tinggi kekonsentrasi rendah melalui membran semipermeabel, dapat dilihat sebagai peristiwa difusi yang istimewa. Osmosis terjadi pada dua larutan yang berbeda konsentrasi dan tekanan difusinya yang dipisahkan oleh membran yang semi permeabel terhadap molekul tertentu. Pada organisme hidup air merupakan pelarut yang paling penting yang dapat memindahkan molekul melalui osmosis (Salisbury, 1995).
Menurut Ting (1982), potensial osmosis larutan ditekan oleh potensial jaringan tanaman yang diakibatkan oleh pemasukan garam mineral. Penekanan potensial osmosis dan kehilangan air oleh jaringan akar disebabkan penurunan potensial air. Menurut Sebanek (1992), ketika mengambil air, sel tanaman menjadi lebar. Dinding sel berusaha menahan protoplasma dengan meningkatkan tegangannya. Tekanan terhadap dinding sel disebut turgor. Turgor dapat menurun atau bahkan hilang disebabkan oleh dua hal yaitu :
  1. jika sel atau keseluruhan tanaman kehilangan air melui evapotranspirasi yang menyebabkan tanaman menjadi layu.
  2. jika sel berada pada larutan hipertonik akan menyebabkan plasmolisis sel. Plasmolisis merupakan proses terlepasnya protoplasma dari dinding sel dikarenakan perpindahan air dari sel ke larutan yang hipertonis.
Ketika sel berada pada larutan hipotonik seperti air murni, air akan masuk ke dalam sel dan menurunkan potensial air. Ini menyebabkan kandungan garam mineral vakuola menipis (berhubungan dengan peningkatan potensial osmosis) dan menghasilkan tekanan turgor (Dwidjoseputro, 1980). Perpindahan air ke dalam sel akan berhenti ketika potensial osmosis sel seimbang dengan tekanan turgor dan potensial air juga nol. Ketika sel berada pada larutan hipertonis yang mempunyai potensial osmosis yang lebih negatif daripada sel. Protoplasma akan mengkerut dan kondisi ini disebut plasmolisis. Perpindahan air dari sel ke larutan menurunkan potensial osmosis sel. Tekanan turgor menjadi nol dan potensial air sel ditentukan oleh potensial osmosisnya (Hopkins, 1995). Menurut Lakitan (2001), faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik larutan adalah :
  1. Konsentrasi : peningkatan konsentrasi larutan mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan osmosis.
  2. Ionisasi molekul terlarut : tekanan osmosis. 
  3. Hidrasi molekul terlarut : air yang berikatan dengan molekul terlarut disebut hidrasi air. Hidrasi air dapat meningkatkan tekanan osmosis.
  4. Temperatur : tekanan osmosis meningkat seiring denganpeningkatan temperatur.
Mekanisme mengembang dan mengkerut sel saat sel didedah dalam larutan diakibatkan karena aliran air keluar dari vakuola tengah. Vakuola tengah akan mengkerut dan protoplasma serta dinding sel yang menempel juga akan keluar bersama vakuola itu, jika penurunannya terlalu besar maka protoplasma akan terlepas dari dinding sel waktu mengkerut itulah protoplasma akan mengalami serangkaian bentuk tidak beraturan, akhirnya berbentuk membulat yang dianggap terpengaruh oleh gaya permukaan. Jika telah terlepas dari pengaruh tegangan, dinding sel tidak lagi mengkerut bersama protoplasma sebab dinding sel lebih kaku sifatnya. Ruang yang terbentuk antara dinding sel dan protoplasma yang mengkerut akan terisi oleh larutan yang masuk dengan lebar melalui dinding yang permeabel. Gejala pengerutan tersebut disebut plasmolisis (loveles, 1991).
Potensial osmotik mempunyai pengertian yaitu zat cair dalam vakuola dan bagian-bagian sel lainnya yang mengandung zat-zatterlarut di dalamnya, artinya zat cair tersebut adalah suatu larutan dan potensial airnya (seandainya dikeluarkan dari sel adalah potensial larutan atau potensial osmotik yang nilainya lebih rendah daripada potensial air murni.sedangkan potensial tekanan yaitu keadaan dinding sel yang cukup mengandung air memberikan tekanan pada isi sel yang arahnya ke luar sel. Akibatnya di dalam sel timbul tekanan hidrostatik yang arahnya ke luar sel. Tekanan hidrostatik yang arahya keluar sel disebut turgor. Sementara plasmolisis yaitu peristiwa keluarnya isi sel ke lingkungan akibat meningkatnya konsentrasi zat terlarut di lingkungan (Tjitrosupomo, 1990).
Kesimpulan :
  1. Semakin besar konsentrasi larutan maka akan semakin banyak sel yang mengalami plasmolisis.
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan osmosis anatara lain : konsentrasi, ionisasi molekul, hidrasi, dan temperatur.
Daftar Pustaka :
Dwidjoseputro, D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta
Hopkins, W.G. 1995. Introduction to Plant Physiology. John Willey and Sons Inc., Canada.
Lakitan, B. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury, F. B., dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB. Bandung.
 
Sebanek, J. 1992. Plant Physiology. Elsevier, New York.
Ting, I.P. 1982. Plant Physiology. Addison Wesley Publishing Company Inc., London.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !