Teknik Budidaya Cacing Tanah

Teknik Budidaya Cacing Tanah – Cacing tanah (Lumbricidae) adalah hewan invertebrata, artinya tidak memiliki tulang belakang. Hewan ini memiliki beragam manfaat, dari manfaat kesehatan manusia dan sebagai pakan ikan. Budidaya cacing tanah semakin banyak dilakukan, mengingat manfaat yang  beragam dari cacing tanah ini.

Dibutuhkan teknik khusus untuk membudidayakan cacing tanah.  Jenis-jenis yang biasa dibudidayakan  oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae  dan  Lumbricidae  dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Ada tiga jenis cacing tanah yang paling di gemari, yaitu spesies dari Pheretima, Periony dan Lumbricus. Cacing tanah jenis ini memanfaatkan zat-zat organik sebagai makanannya. Sangat mudah untuk dikembangbiakan, cukup memanfaatkan pupuk kandang atau kompos alami sebagai makanan.

Sebelum kita masuk ke teknik budidaya, mari kita kenal terlebih dahulu ketiga jenis cacing tanah ini.

Teknik Budidaya Cacing Tanah

 

  • Cacing tanah Lumbricus bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Jenis ini memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan, apalagi jika dibudidayakan di tempat dengan kandungan zat organik yang berlimpah. Ini adalah jenis cacing yang paling sering dibudidayakan di banding kedua cacing berikut.
  • Cacing Pheretima memiliki segmen mencapai150 segmen. Tubuhnya gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima  antara lain cacing merah, koot dan cacing kalung.
  • Cacing jenis Perionyx, tubuh gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen mencapai165.

Teknik Budidaya

Persiapan Tempat Budidaya

Ada beberapa sistem budidaya seperti rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar. Membuat kandang untuk ukuran budidaya skala besar berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka).

Persiapan Tempat Budidaya

Pembibitan

Pembibitan tidak perlu dengan membeli bibit cacing, kita cukup menumpuk sampah-sampah organik dalam jangka waktu kurang dari satu bulan di tanah yang lembab dan gembur.atau kita juga bisa mengambil bibitan dari alam. Jika skala usaha kita besar, kita membutuhkan bibit yang banyak. Biarkan cacing berkembang biak terlebih dahulu dalam kandang.

Memasukan Bibit Ke Media Kandang

Bibit cacing tanah yang ada tidak sekaligus dimasukan ke dalam media, namun dicoba sedikit demi sedikit. Caranya dengan meletakan Beberapa bibit cacing tanah di atas media, lalu diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing lain dimasukkan. Setiap 3 jam diamati, apakah ada cacing yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media . Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah, artinya cacing tanah betah dan cocok hidup di media yang kita siapkan. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media wajib diganti dengan media baru, atau dilakukan perbaikan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Perkawinan Cacing Dalam Media Tumbuh

Cacing adalah hewan hemaprodit, memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh yang sama. Ini artinya kita tidak perlu repot-repot memilih mana cacing jantan dan mana cacing betina. Meskipun hemaprodit, pembuahan membutuhkan cacing lain, karena pembuahan tidak dapat dilakukan sendiri.

Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Jika 100 ekor cacing maka dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing akan dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Pemeliharaan

Pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan. Apabila menebar 1 Kg cacing, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Dalam pemberian pakan, akan lebih optimal jika dilakukan penghalusan terlebih dahulu menjadi tepung. Gunakan blander untuk menghaluskan pakan cacing.

Hama Dan Penyakit

Semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu. Hama dan penyakit cacing tanah lebih banyak  oleh  ayam dan itik. Karena lokasi budidaya yang biasanya terbuka dan tidak ada dinding penghalang.

Semut merah (semut gatel) adalah hama yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Pencegahan hama semut merah dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.

Teknik Panen Budidaya Cacing Tanah

Ada dua teknik panen cacing tanah :

Pertama : Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Kedua : Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik  kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !