Belajar Teknik Irigasi Tetes Pada Pertanian

Berbagai jenis emiter (Gambar 9)
Berbagai jenis emiter (Gambar 9)

Irigasi tetes merupakan salah satu teknologi mutakhir dalam bidang irigasi yang telah berkembang hampir di seluruh dunia. Teknologi ini mula pertama diperkenalkan di Israel, dan kemudian menyebar hampir ke seluruh pelosok penjuru dunia. Pada hakekatnya teknologi ini sangat cocok diterapkan padakondisi lahan kering berpasir, air yang sangat terbatas, iklim yang kering dan komoditas yang diusahakan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Irigasi cucuran, juga disebut irigasi tetesan (drip), terdiri dari jalur pipa  yang ekstensif biasanya dengan diameter yang kecil yang memberikan air yang  tersaring langsung ke tanah dekat tanaman. Alat pengeluaran air pada pipa disebut  pemancar (emitter) yang mengeluarkan air hanya beberapa liter per jam. Dari  pemancar, air menyebar secara menyamping dan tegak oleh gaya kapiler tanah  yang diperbesar pada arah gerakan vertikal oleh gravitasi. Daerah yang dibatasi oleh pemancar tergantung kepada besarnya aliran, jenis tanah, kelembaban tanah,  dan permeabilitas tanah vertikal dan horizontal.

Irigasi tetes adalah suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar (emitter). Irigasi tetes menggunakan debit kecil dan konstan serta tekanan rendah. Air akan menyebar di tanah baik ke samping maupun ke bawah karena adanya gaya kapiler dan gravitasi. Bentuk sebarannya tergntung jenis tanah, kelembaban, permeabilitas tanah, dan jenis tanaman.

Sistem irigasi tetes adalah teknik pemberian air dengan kecepatan yang rendah dan bersifat lokal. Arti secara harfiah adalah tetes demi tetes atau irigasi yang diberikan pada suatu titik atau tempat tertentu atau suatu area berbentuk kisi di permukaan tanah. Selama laju pemberian air masih berada di bawah laju infiltrasi air ke bawah tanah, air dapat masuk ke dalam tanah dan kondisi tanah dalam keadaan tak jenuh dan tidak ada air berlebihan atau mengalir di atas permukaan tanah.

Baca juga : Jenis, keuntungan dan kerugian irigasi tetes

Komponen Irigasi Tetes Sistem irigasi tetes di lapangan umumnya terdiri dari jalur utama, pipa pembagi, pipa lateral, alat aplikasi dan sistem pengontrol seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3. Terdapat berbagai variasi tata-letak (layout) irigasi tetes seperti pada Gambar 4.

  1. Unit utama (head unit) Unit utama terdiri dari pompa, tangki injeksi, filter (saringan) utama dan komponen pengendali (pengukur tekanan, pengukur debit dan katup). Gambar 2.3 komponen unit utama dari suatu sistem irigasi tetes.
  2. Pipa utama (main line) Pipa utama umumnya terbuat dari pipa polyvinylchlorida (PVC), galvanized steel atau besi cor dan berdiameter antara 7.5–25 cm. Pipa utama dapat dipasang di atas atau di bawah permukaan tanah.
Teknik Irigasi tetes
Komponen irigasi Tetes ( Gambar 3 )
  1. Pipa pembagi (sub-main, manifold) Pipa pembagi dilengkapi dengan filter kedua yang lebih halus (80-100 μm), katup selenoid, regulator tekanan, pengukur tekanan dan katup pembuang. Pipa sub-utama terbuat dari pipa PVC atau pipa HDPE (high density polyethylene) dan berdiameter antara 50 – 75 mm. Penyambungan pipa pembagi–pipa utama dapat dibuat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.
  2. Pipa Lateral Pipa lateral merupakan pipa tempat dipasangnya alat aplikasi, umumnya dari pipa polyethylene (PE) seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7, berdiameter 8 – 20 mm dan dilengkapi dengan katup pembuang. Penyambungan pipa lateral–pipa pembagi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pada Gambar 8. 5. Alat aplikasi (applicator, emission device) Alat aplikasi terdiri dari penetes (emitter), pipa kecil (small tube, bubbler) dan penyemprot kecil (micro sprinkler) yang dipasang pada pipa lateral, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 9, Gambar 10 dan Gambar 11. Alat aplikasi terbuat dari berbagai bahan seperti PVC, PE, keramik, kuningan dan sebagainya.

 

Berbagai variasi tata letak sistem irigasi tetes
Berbagai variasi tata letak sistem irigasi tetes (Gambar 4 )
Unit Utama irigasi tetes (Gambar 5)
Unit Utama irigasi tetes (Gambar 5)
Penyambungan pipa pembagi-pipa utama
Penyambungan pipa pembagi-pipa utama (gambar 6)
Pipa polyethylene
Pipa polyethylene (Gambar 7)
Berbagai cara penyambungan pipa lateran- pipa pembagi
Berbagai cara penyambungan pipa lateran- pipa pembagi (Gambar 8)
Berbagai jenis emiter (Gambar 9)
Berbagai jenis emiter (Gambar 9)
Irigasi Tetes
Gambar 10 Bubbler
Penyemprot kecil (Gambar 11)
Penyemprot kecil (Gambar 11)

Irigasi tetes dapat diterapkan pada daerah-daerah dimana:

  1. Air tersedia sangat terbatas atau sangat mahal
  2. Tanah berpasir, berbatu atau sukar didatarkan
  3. Tanaman dengan nilai ekonomis tinggi

Pada tanaman cabai

Tanaman cabai merupakan tanaman yang sangat sensitif terhadap kelebihan ataupun kekurangan air. Jika tanah telah menjadi kering dengan kadar air di bawah limit, maka tanaman akan kurang mengabsorpsi air sehingga menjadi layu dan lama kelamaan akan mati. Demikian pula sebaliknya, ternyata pada tanah yang banyak mengandung air akan menyebabkan aerasi tanah menjadi buruk dan tidak menguntungkan bagi pertumbuhan akar, akibatnya pertumbuhan tanaman akan kurus dan kerdil. Di samping itu, kebutuhan air untuk tanaman cabai akan sejalan dengan lainnya pertumbuhan tanaman. Untuk fase vegetatif rata-rata dibutuhkan air pengairan sekitar 200 ml/hari/tanaman, sedangkan untuk fase generatif sekitar 400 ml/hari/tanaman.

Penerapan sistem irigasi tetes di lahan margin kering, dimana faktor lingkungan dianggap merupakan faktor pembatas bagi budidaya cabai, dihasilkan bahwa interval pemberian air selang waktu dua hari merupakan interval pemberian air yang dapat disarankan untuk diterapkan di daerah yang mempunyai sumber air terbatas, akan tetapi masih mempunyai potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk usahatani tanaman cabai.

Kesimpulan

1. Irigasi tetes adalah suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar (emitter). Irigasi tetes menggunakan debit kecil dan konstan serta tekanan rendah. Air akan menyebar di tanah baik ke samping maupun ke bawah karena adanya gaya kapiler dan gravitasi. Bentuk sebarannya tergantung jenis tanah, kelembaban, permeabilitas tanah, dan jenis tanaman

2. Metode pemberian air pada sistem irigasi tetes dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

3. Irigasi tetes (drip irrigation).

4. Metode irigasi bawah permukaan (sub-surface irrigation).

5. Metode bubler irrigation.

6. Metode irigasi percik (spray irrigation).

7. Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat aplikasi yang dapat memberikan air dengan debit yang rendah dan frekuensi yang tinggi (hampir terus menerus) disekitar perakaran tanaman.

Dari berbagai sumber :

Giley, J.R.,-, Bahan Kuliah Irrigation Engineering, Texas A&M University, Texas

About Tohir 829 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*