Teks Pidato Tema Syukur Nikmat

السَلامُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالِميْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُنْيَا وَالدِّيْنِ وَ الصَّلاةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى أَصْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى ألِهِ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِيْنُ. أمَّا بَعْدُ.

Yang kami hormati segenap dewan juri.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Dzat yang telah menciptakan dualisme dunia, yang mana tidak akan bertahan satu jika tidak ada dua. Sehingga terciptalah langit dan bumi, lautan dan daratan, si kaya dan si miskin, si cantik dan si buruk rupa. Hingga sempurnalah kehidupan manusia diatas permukaan bumi.
Selanjutnya sholawat berbingkaikan salam marilah bersama-sama kita sanjungkan kepada “the first and the best man” Nabi Muhammad SAW yang telah memayungi kita dari panasnya mentari-mentari jahiliyah, sehingga kini kita berada dalam kesejukkan dan kedamaian di bawah naungan islam.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah saya menyampaikan sebuah pidato singkat saya yang berjudul “Syukur Nikmat”. Mensyukuri nikmat dari Allah merupakan bagian dari tanda keimanan kita kepada Allah SWT.
Allah akan menambah nikmat kepada hamba-hambaNya selagi mereka mensyukuri nikmat Allah. Hal ini tercermin dari dalil Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 , yang berbunyi :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Itulah dasar mengapa kita harus bersyukur kepada Allah.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Orang-orang yang bersyukur memiliki kemampuan untuk melihat kenikmatan yang diberi Allah SWT. Tetapi anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar. Hal itu merupakan suatu kekeliruan.
Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan suatu apapun oleh Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah merenung sejenak tentang betapa banyaknya rezki yang kita terima dari Allah swt. Dalam hitungan waktu, setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan tak terhenti dari Allah yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup.
Berapa banyak langkah kaki yang kita gunakan untuk berjalan, berapa banyak energi otak yang kita pakai, dan sebagainya. Sungguh banyak sekali nikmat Allah Ta’ala yang kita terima, sehingga saking banyaknya, kita pun tak sanggup untuk bisa menghitungnya.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.
Rasûlullâh SAW telah mengajarkan kita cara untuk mensyukuri nikmat Allah dalam sabdanya,
انْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.”
Kemudian menurut Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin dijelaskan lebih rinci lagi tentang
cara mensyukuri nikmat Allah, yaitu :
Pertama, dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Kedua, dengan melalui hati, yaitu berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Dan yang terakhir dengan melalui anggota badan, yaitu berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh
Marilah kita sejenak meluangkan waktu untuk Bermuhasabah, bagaimana kita memanfaatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat kelapangan waktu yang kita dapatkan selama ini.
Allahumma a’innii ’ala zikrika wa syukrika, wahusni ’ibaadatika Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu. Aamiin ya robbal ‘alamin.
Demikian yang dapat saya sampaikan,
Kalau pedang melukai tubuh
Masih ada harapan sembuh
Namun jikalau lidah melukai hati
Saya mohon maaf dari lubuk hati
Burung irian burung cendrawasih
Cukup sekian dan terimakasih

اَخِيْرُلْكَلَمْ وَبِاللّهِ التَّوْفِيْقَ وَالهِدَايَهْ

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبَرَكَاتُهْ

Tinggalkan komentar