Telaah Kurikulum MTs

TELAAH KURIKULUM AKIDAH AKHLAK

STANDAR KOMPETENSI MEMAHAMI MUKJIZAT DAN KEJADIAN LUAR BIASA LAINNYA ( KAROMAH, MA’UNAH, DAN IRHASH ) KELAS VIII SEMESTER II
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum memegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Karena dengan hanya kurikulum yang baik proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pendidikan dapat tercapai. Kurikulum yang diberlakukan di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dimana setiap satuan pendidikan diberi kewenangan untuk mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing namun harus tetap disesuaikan dengan standar pendidikan nasional yang telah ditetapkan.
MTs Ma’arif NU 1 Cilongok sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam dituntut kontribusinya dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia, terutama dalam menciptakan generasi muda yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, kreatif dan sebagainya sebagaimana telah dijabarkan dalam tujuan pendidikan nasional. Materi PAI atau dalam hal ini mata pelajaran yang ada dalam rumpun PAI sebagai salah satu mata pelajaran yang sangat berperan dalam pengembangan kepribadian peserta didik diharapkan mampu mengarahkan dan membimbing peserta agar mempunyai kepribadian yang Islami, untuk itu perlu adanya pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga diharapkan semua materi dalam tersampaikan, peserta didik mampu memahami, menghayati dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki kepribadian dan pembiasaan yang baik dan Islami.
Pelaksanaan pembelajaran yang baik harus diawali dengan sebuah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik pula. Untuk itu agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan harus ada kurikulum yang baik.
Melihat betapa pentingnya kurikulum dalam menyokong keberhasilan pendidikan maka penulis bermaksud mengadakan telaah kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 khususnya pada bidang studi akidah akhlak kelas VIII semester 2 pada Standar Kompetensi Memahami Mukjizat dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karamah, Ma’unah, dan Irkhash)
B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengembangan Kurikulum Akidah Akhlak Standar Kompetensi Memahami Mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karamah, Ma’unah, Dan Irkhash ) di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan Kurikulum Akidah Akhlak Kelas VIII semester 2 Standar Kompetensi memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karamah, ma’unah, dan irkhash ) di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok.
D. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
1) Untuk mengetahui pengembangan kurikulum yang telah dilaksanakan di M MTs Ma’arif NU 1 Cilongok.
2) Untuk mengetahui kesesuaian antara pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok dengan standar pengembangan kurikulum yang telah ditetapkan oleh BSNP
2. Kegunaan Praktis
1. Agar penulis mampu memahami proses pengembangan kurikulum PAI di MTs. Sehingga peneliti juga mampu mengembangkan kurikulum PAI.
2. Agar penulis memahami kurikulum sehingga mampu menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran
3. Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
E. Telaah Pustaka
Dalam melaksanakan telaah kurikulum ini kami melihat ada penelitian yang relevan dengan telaah kurikulum yaitu skripsi dari Sri Intan Wahyuni, mahasiswi Jurusan Tarbiyah prodi Kependidikan Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga Tahun 2009 dengan judul “Manajemen Kurikulum Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI di MTs Laboratorium UIN Sunan Kalijaga tahun Ajaran 2008/2009” yang membahas bagaimana pengaruh manajemen kurikulum pada keberhasilan kegiatan pembelajaran di MTs Laboratorium UIN Sunan Kalijaga. Untuk telaah kurikulum ini kami lebih menitik beratkan pada proses penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok.
F. Metode Penelitian
1. Observasi 
Obsevasi diartikan sebagai peninjauan secara cermat terhadap apa yang diteliti (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2003: 794). Pengertian yang serupa diungkapkan oleh Sutrisno Hadi (2001: 94), bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.
Observasi adalah salah satu metode penelitian yang kami lakukan, yaitu dengan melihat, mengamati dan meneliti perangkat pembelajaran di di MTs Ma’arif NU Cilongok.
2. Wawancara
Metode wawancara adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian (Sutrisno Hadi 2001: 136)
Wawancara dilakukan untuk mencari informasi yang komprehensif dari pengembangan kurikulum yang dilaksanakan di di MTs Ma’arif NU Cilongok. Sebagai nara sumber kami adalah kepala, guru, karyawan di MTs Ma’arif NU Cilongok.
3. Dokumentasi 
Dokumentasi berarti pemberian atau pengumpulan bukti dan keterangan (seperti gambar, kutipan, guntingan koran dan bahan referensi lain) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2003: 272).
Untuk mendapat informasi yang lengkap kami juga mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU Cilongok. Dokumentasi yang kami kumpulkan antara lain perangkat pembelajaran, profil sekolah.
G. Sistematika Laporan 
Bab I Pendahuluan, berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian baik secara teoritis maupun praktis, telaah pustaka, metode penelitian dan sistematika laporan. 
Bab 2 kerangka teori yang berisi ruang lingkup, pengembangan tujuan, pengembangan materi pembelajaran, pengembangan proses pembelajaran, perumusan evaluasi pembelajaran, pengembangan silabus dan pengembangan RPP.
Bab 3 profil sekolah, berisi visa dan misi, patokan kualitas lulusan MTs, rencana program kerja di bidang agama serta pembelajaran intra dan ekstra kurikuler.
Bab 4 laporan hasil penelitian yang berisi hasil penelitian, telaah kurikulum.
Bab 5 kesimpulan dan penutup, berisi kesimpulan dari penelitian kami di MTs Ma’arif NU Cilongok mengenai pengembangan KTSPnya
Bab 6 daftar pustaka
Dalam sistematika penelitian ini kami sertakan juga pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi.
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Ruang Lingkup
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan pesrta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian.
Pertama, Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP.
Kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
a. Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b. Belajar untuk memahami dan menghayati,
c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d. Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
6. Belajar sepanjang hayat
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
• Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
• Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
• Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
• Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
• Tuntutan dunia kerja
• Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
• Agama
• Dinamika perkembangan global
• Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
• Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
• Kesetaraan Jender
• Karakteristik satuan pendidikan
B. Pengembangan Tujuan Pembelajaran Berupa: Standar Kompetensi KD, Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:
1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 
2. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 
3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
2. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
3. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik,
mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskandalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusunalat penilaian.
C. Pengembangan Materi pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
1. potensi peserta didik.
2. relevansi dengan karakteristik daerah.
3. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik.
4. kebermanfaatan bagi peserta didik.
5. struktur keilmuan.
6. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran.
7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
8. alokasi waktu.
D. Pengembangan proses pembelajaran :
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui
penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan
berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
2. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswadan materi.
Strategi
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Macam-macam strategi belajar antara lain: strategi Exposition-discovery learning, Group-individual learning, Active learning, Collaborative learning, Creative learning.
Metode
Cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Macam-macam metode pembelajaran antara lain : Ceramah, Demonstasi, Simulasi, Sosio drama, Karya wisata. 
Teknik
Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Macam-macam teknik pembelajaran antara lain : Ceramah dengan teknik Tanya-jawab, Demonstrasi satu arah
Taktik
Taktik pembelajaran adalah gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Macam-macam taktik pembelajaran antara lain : Humoris, Logis
Media
Media pembelajaran adalah segala perangsang dan alat yang digunakan guru untuk mendorong siswa dalam belajar. 
Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas adalah cara yang digunakan guru untuk mengatur situasi dan kondisi siswa dalam kelas agar pembelajaran bisa berjalan dan berlangsung dengan tertib, teratur sesuai dengan yang diharapkan sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat tercapai. 
Peran guru siswa
Dalam KTSP pendekatan belajar yang digunakan adalah Student Centered Aproach dimana pembelajaran difokuskan pada peran peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. dimana pembelajaran difokuskan pada peran peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk mempelajari dan memahami materi belajar.
E. Perumusan Evaluasi Pembelajaran
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
• Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
• Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
• Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk
• Mengetahui kesulitan peserta didik.
• Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteriaketuntasan, dan program
• Pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
• Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
F. Pengembangan silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar
a. Prinsip Pengembangan Silabus
1. Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2. Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
3. Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran,p engalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai
Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6. Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
b. Unit Waktu Silabus
1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
3. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum
Pengembangan Silabus
Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. 
o Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
o Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah/madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tersebut.
Langkah-langkah Pengembangan Silabus
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
5. Penentuan Jenis Penilaian
6. Menentukan Alokasi Waktu
7. Menentukan Sumber Belajar
8. Pengembangan Silabus Berkelanjutan
G. Pengembangan RPP
RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar.
Landasan Pengembangan RPP
1. PP No.19/2005 tentang SNP pasal 20 : Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
2. Permendiknas No.41/2007 tentang Standar Proses:
• Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. 
• RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
• Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis 
Prinsip penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 
2. Mendorong partisipasi peserta didik
3. Memberikan Umpan balik dan tindak lanjut
4. Keterkaitan dan keterpaduan
5. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi 
Komponen RPP
 Identitas Mata Pelajaran 
 Alokasi Waktu 
 Standar Kompetensi 
 Kompetensi Dasar 
 Indikator Pencapaian Kompetensi 
 Tujuan Pembelajaran 
 Materi Ajar
 Metode Pembelajaran 
 Kegiatan Pembelajaran 
 Penilaian Hasil Belajar 
 Sumber Belajar 
BAB III
PROFIL SEKOLAH
A. Visi dan Misi MTs
1. VISI :
BERTAQWA, BERILMU AMALIYAH BERAMAL ILAAHIYYAH 
Indikator Visi :
a. Memiliki keunggulan prestasi akademik.
b. Memiliki ketrampilan sebagai bekal hidup.
c. Memiliki budaya keagamaan yang kuat.
d. Mampu berinteraksi dengan Masyarakat.
e. Mampu mengimplementasikan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari
2. MISI :
a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa.
b. Menumbuh kembangkan penghayatan dan pendalaman terhadap agama Islam menurut faham Ahli sunah wal jama’ah.
c. Menciptakan suasana yang kondusif untuk keefektifan seluruh kegiatan madrasah.
d. Menerapkan budaya kompetitif bagi siswa dalam upaya peningkatan prestasi akademik.
e. Mengembangkan kerja sama dalam menyelesaikan tugas kependidikan dan keguaruan.
f. Melestarikan dan mengembangkan olahraga, seni dan budaya.
g. Mengembangkan pribadi yang kreatif, inofatif dan berkecakapan.
B. Patok kualitas Lulusan MTs
Standar Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) MTs Ma’arif NU 1 Cilongok adalah :
1. Mengamalkan ajaran agama Islam sesuai dengan perkembangan remaja.
2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
3. Menunjukka sikap percaya diri.
4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam linkungan yang lebih luas.
5. Menghargai keragaman budaya, agama, suku, ras dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.
6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis dan kreatif.
7. Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif. 
8. Menunjukkan kemampuan belajar secaramandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
9. Menunjukkan kemampuan menganalisa danmemecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
10. Mendeskripsikan gejala alam dan gejala sosial.
11. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
12. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara demi terwujudnya pesatuan dalam NKRI
13. Menghargai karya seni dan buday nasionaldan 
14. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kekarmampuan berkarya.
15. Menerapkan sikap hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.
16. Berkomunikasi dan berinteraksi sacara efektif dan santun.
17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergau lan masyarakat.
18. Menghargai adanya perbedaan pendapat.
19. Menun jukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek.
20. Menunjukkan ketrampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sederhana.
21. Mengetahui pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.
C. Rencana dan Program Kerja dalam Bidang Agama MTs
Rencana yang akan dilaksanakan dalam bidang agama :
 Mewujudkan peserta didik yang mampu membaca al Quran secara tartil
 Mewujudkan peserta didik yang tekun dan trampil dalam melaksanakan ibadah wajib maupun sunah.
 Menumbuh kembangkan penghayatan dan pendalaman terhadap agama Islam menurut faham ahli sunnah wal jamaah.
 Mewujudkan peserta didik yang religius, muttakin dan berakhlakul karimah.
Program kerja dalam bidang agama :
 Mengadakan kegiatan tadarus al Quran
 Mengadakan kegiatan hafalan juz ‘amma
 Mengadakan sholat Dhuha
 Mengadakan sholat Dhuhur berjamaah
 Membiasakan amalan harian
 Mengadakan kegiatan intra dan ekstra kurikuler agama
D. Pembelajaran Agama intrakurikuler dan ekstrankurikuler MTs
 Pembelajaran Agama Intrakurikuler :
 Pembiasaan pengamalan, antara lain : hafalan Juz ‘amma, tahlil, tadarus al Quran, Yasin, dan Asmaul Husna
 Pembiasaan sholat berjamaah, yaitu : sholat Dhuha dan sholat Dhuhur
 Pembelajaran Agama ektrakurikuler :
 Hadroh, tujuannya :
• Memiliki kemampuan memainkan alat musik hadroh
• Menumbuhkan rasa cinta pada seni yang bernafaskan Islam
• Menghayati syair-syair bernafaskan Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 Qiroah, tujuannya :
• Memiliki ketrampilan di bidang seni baca Al Quran.
• Memiliki rasa cinta terhadap seni baca Al Quran.
• Mampu menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang tercantum dalam al Quran.
BAB IV
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian: Pengembangan Kurikulum Akidah Akhlak
1. Standar kompetensi
Standar Kompetensi :5. Memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
2. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar :
5.1 Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
5.2 Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
3. Pengembangan indikator Pencapaian Hasil Belajar
Untuk Kompetensi Dasar : 5.1 Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irkhash) indikator pencapaian hasil belajarnya : 
• Siswa dapat menjelaskan pengertian mukjizat dan contohnya
• Siswa dapat menjelaskan pengertian karomah dan contohnya
• Siswa dapat menjelaskan pengertian maunah dan contohnya
• Siswa dapat menjelaskan pengertian ishash dan contohnya
Untuk Kompetensi Dasar : 5.2 Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) indikator pencapaian hasil belajarnya adalah :
• Siswa dapat menyebutkan hikmah mukjizat dan contohnya
• Siswa dapat menyebutkan hikmah karomah dan contohnya
• Siswa dapat menyebutkan hikmah maunah dan contohnya
• Siswa dapat menyebutkan hikmah ishash dan contohnya
4. Pengembangan materi pelajaran
Untuk Kompetensi Dasar : 5.1 Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irkhash) materi pembelajarannya adalah :
Mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
Untuk Kompetensi Dasar : 5.2 Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) materi pembelajarannya adalah: 
Hikmah adanya Mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) bagi rasul-rasul Allah dan orang-orang pilihan Allah.
5. Pengembangan proses pembalajaran :
Pendekatan : 
Pendekatan yang digunakan adalah student centered, dimana dalam pembelajaran yang memegang peranan penting adalah peserta didik. Peserta didik diharuskan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Strategi :
Pada pembelajaran KD Mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) guru tidak menggunakan strategi khusus. Namun guru tetap mengupayakan agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan aktif, inovatif, kreatif, efisien, menyenangkan.
Metode : 
Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru Akidah Akhlak di adalah Ceramah, diskusi dan penugasan 
Teknik : 
Teknik yang digunakan pada saat menggunakan metode ceramah adalah ceramah dengan tanya jawab, pada saat diskusi siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan maasing-masing kelompok mendapat tugas untuk membahas satu masalah, mukjizat, maunah, karomah dan irkhash. Setelah selesai masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Kelompok yang lain dipersilahkan untuk bertanya atau menanggapi hasil diskusi kelompok yang lain.
Taktik : 
Taktik yang digunakan pada ceramah adalah dengan menyelipkan humor, tanya jawab dan kadang menggunakan LCD agar ceramah lebih menarik.
Pada diskusi kelompok, masing-masing anggota kelompok diberi tugas untuk mencatat hasil diskusi dan dikumpulkan pada akhir kegiatan sehingga setiap angggota kelompok bisa mengikuti diskusi dengan baik.
Media: 
Media yang digunakan adalah buku-buku pelajaran, LKS, LCD
Pengelolaan kelas : 
Guru mengupayakan agar semua siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, baik pada saat menggunkan metode ceramah yaitu untuk ikut bertanya jawab, pada saat penugasan dengan melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab maupun pada saat diskusi semua anak diharapkan ikut berpendapat atau menanggapi pendapat teman yang lain.
Tata letak duduk :
Pada saat pembelajaran tata letak duduk peserta didik dibedakan untuk masing-masing metode, untuk metode ceramah tanya jawab tata letak tempat duduk peserta didik adalah konvensional, didik duduk menghadap guru seperti biasa. Sedangkan ada saat diskusi peserta didik duduk melingkar sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
6. Pengembangan evaluasi pembelajaran:
Untuk evaluasi guru mengadakan dua jenis evaluasi, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
a. Evaluasi Formatif: 
Guru mengadakan evaluasi formatif setiap selesai membahas satu Kompetensi Dasar. Evaluasi menggunakan tes tertulis berbentuk uraian.
b. Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif diadakan per semester untuk mengetahui bagaimana hasil pembelajaran yang telah dilakukan selama satu semester. Tes ini meliputi beberapa KD yang sudah ditetapkan untuk satu semester.
7. Pengembangan silabus
Pengembangan silabus di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok mencakup :
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
3. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
4. Nilai-nilai kewirausahaan
5. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
6. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
7. Penentuan Jenis Penilaian
8. Menentukan Alokasi Waktu
9. Menentukan Sumber Belajar
10. Pengembangan Silabus Berkelanjutan
8. Pengembangan RPP
Pengembangan RPP di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok meliputi :
• Identitas Mata Pelajaran , yang meliputi nama madrasah, mata pelajaran, kelas/semester
• Alokasi Waktu : untuk SK ini alokasi waktunys 8 jam mata pelajaran, yang dibagi 2×2 jam pertemuan untuk membahas 2 KD, 2 jam pelalajaran untuk tes formatif dan 2 jam selanjutnya adalah untuk remidi dan pengayaan. 
• Standar Kompetensi: Memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
• Kompetensi Dasar, untuk SK ini ada dua KD yaitu :
5.1 Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irkhash)
5.2 Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
• Indikator Pencapaian Kompetensi 
Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi sudah sesauai dengan kompetensi dasar yang ada.
• Tujuan Pembelajaran 
Untuk KD : 5. 1. Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irkhash), tujuan pembelajarannya adalah 
1. Dapat menjelaskan pengertian mukjizat dan contohnya
2. Dapat menjelaskan pengertian karomah dan contohnya
3. Dapat menjelaskan pengertian maunah dan contohnya
4. Dapat menjelaskan pengertian ishash dan contohnya
5. Karakter Peserta didik yang diharapkan : cinta ilmu, gemar membaca
6. Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif : percaya diri, mampu mencari sumber belajar sendiri
Untuk KD : 5.2 Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)tujuan pembelajarannya adalah:
1. Dapat menyebutkan hikmah mukjizat dan contohnya
2. Dapat menyebutkan hikmah karomah dan contohnya
3. Dapat menyebutkan hikmah maunah dan contohnya
4. Dapat menyebutkan hikmah ishash dan contohnya
a. Karakter Peserta didik yang diharapkan : disiplin, mandiri
b. Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif : mendiskusikan konsep dengan kata-kata sendiri.
• Materi Ajar
• Metode Pembelajaran 
• Kegiatan Pembelajaran 
• Penilaian Hasil Belajar 
• Sumber Belajar 
B. Telaah Kurikulum Akidah Akhlak SK Memahami Mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’unah, Dan Irhash)
1. Telaah Standar kompetensi
Pengembangan Standar kompetensi untuk MTs sudah ditetapkan oleh kementrian Agama sehingga standar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum Akidah Akhlak di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok sudah sesuai dengan standar isi yang ditetapkan pemerintah. 
2. Telaah Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar yang dibuat dalam menjabarkan standar Kompetensi sudah sesuai dengan acuan pengembangan kurikulum yang ditetapkan oleh BSNP yaitu dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI 
Pada Standar Kompetensi Memahami Mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’unah, Dan Irhash), kompetensi dasar yang pertama adalah Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irkhash) dan pada kompetensi dasar yang kedua peserta didik diharuskan mampu memahami dan Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash). Dari pengembangan KD diatas dapat kita ketahui bahwa pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok sudah memperhatikan urutan KD berdasar hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, dimana peserta didik diharuskan mengetahui terlebih dahulu pengertian Mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) baru diharuskan memahami dan menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash).
2. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada pada kurikulum di Akidah Akhlak Khususnya pada Standar Kompetensi Memahami Mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) sangat berkaitan, karena SK Memahami Mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) kemudian dikembangkan dalam Kompetensi Dasar menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irkhash) dan menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (Karomah, Ma’unah, Dan Irhash).
3. Telaah Pengembangan indikator Pencapaian Hasil Belajar
Menurut acuan yang ditetapkan oleh BSNP, pengembangan indikator Pencapaian Hasil Belajar merupkan pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Pada kurikulum Akidah Akhlak di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok, disebutkan bahwa indikator Pencapaian Hasil Belajar untuk KD satu adalah Siswa dapat menjelaskan pengertian mukjizat Dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’kunah, Dan Irhash), yang berarti antara kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar sudah sesuai. Demikian juga untuk kompetensi dasar yang ke dua juga sudah sesuai antara KD dan IPHB. 
4. Telaah Pengembangan Materi Pelajaran
Materi pelajaran yang ada pada kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok telah sesuai dengan Kompetensi Dasar yang telah ditentukan yaitu berkaitan dengan mukizat dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karomah, Ma’unah, Dan Irhash) 
5. Telaah Pengembangan proses pembalajaran : pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, media, pengelolaan kelas, tata letak duduk
Secara umum guru sudah menggunakan pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik yang sesuai dengan kondisi sekolah, kemampuan peserta didik. Guru juga menempatkan dirinya sebagai fasilitator yang menjembatani kepentingan peserta didik dengan materi ajar dengan cara memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami materi dengan cara mereka. Tidak hanya guru sebagai pihak yang menyampaikan pengetahuan dan peserta didik adalah pihak yang hanya menerima pengetahuan. Peserta didik dituntut untuk mencari pengetahuannya sendiri. 
Guru juga sudah mampu menggunakan media secara tepat sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Pengelolaan kelas dan tempat duduk yang bervariasi menjadikan kelas lebih hidup dan tidak menoton.
6. Telaah Pengembangan evaluasi pembelajaran: evaluasi formatif, evaluasi sumatif. Namun pada penilaian belum ada acuan penilaian sedangkan instrumen yang digunakan adalah bentuk uraian, sehingga penilaian yang diberikan guru tidak mempunyai patokan yang jelas.
7. Telaah Pengembangan silabus
Silabus sudah dikembangkan sesuai dengan mempunyai pedoman pengembangan kurikulum yang ditetapkan oleh BSNP.
8. Telaah Pengembangan RPP 
RPP sudah dikembangkan sesuai dengan pedoman pengembangan kurikulum yang ditetapkan oleh BSNP. 
BAB V
KESIMPULAN / PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian kami terhadap pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 khususnya pada bidang studi akidah akhlak kelas VIII semester 2 pada Standar Kompetensi Memahami Mukjizat dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karamah, Ma’unah, dan Irkhash) kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU 1 sudah sesuai dengan acuan pengembangan kurikulun yang ditetapkan oleh BSNP.
2. Pengembangan Kurikulum melibatkan stakeholder yang ada namun dengan SK dan KD yang telah ditetapkan Kementrian Agama.
3. Revisi kurikulum yang dilakukan tiap tahun menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum tetap dilakukan agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Berdasarkan hal tersebut akhirnya penulis mengambil kesimpulan bahwa pengembangan kurikulum MTs Ma’arif NU 1 khususnya pada bidang studi akidah akhlak kelas VIII semester 2 pada Standar Kompetensi Memahami Mukjizat dan Kejadian Luar Biasa Lainnya ( Karamah, Ma’unah, dan Irkhash) sudah cukup baik, sudah sesuai dengan standar pengembangan yang ditetapkan. Pelaksanaan pembelajaran pun sudah sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. 
B. Saran
1. Perlu adanya penambahan metode pembelajaran agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran lebih aktif, inovatif, kreati, efisien dan menyenangkan lagi.
2. Pada instumen Penilaian yang dilakukan harusnya ada acuan penilaian, karena instrumen yang digunakan adalah bentuk uraian, sehingga penilaian guru lebih objektif
Daftar Pustaka
1. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifistis. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher
2. Nana Syaodih Sukmadinata. 1997. Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT. Remaja Rosydakarya.
3. Sutrisno Hadi. 2001. Metodologi Research Jilid 1. Yogyakarta: Andi Offset.
4. Kamus Besar Bahasa Indonesia
5. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah BSNP 2006, di unduh pada tanggal 15 Maret 2013 Pukul 13.10 WIB
6. Sugiyono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta
7. Sri Anitah. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta : Yuma Pustaka
8. Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Pedoman wawancara
2. Hasil wawancara
3. Perangkat pembelajaran, terdiri atas:
a. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
b. Silabus
c. Program Tahunan
d. Rincian minggu efektif
e. Program Semester
f. RPP
PEDOMAN WAWANCARA
Wawancara kepala Madrasah:
1. Bagaimana proses pengembangan kurikulum dilaksanakan?
2. Siapa sajakah yang berperan dalam pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok?
3. Hambatan-hambatan apa yang ada pada saat pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok? Jika ada seberapa besar hambatan itu mempengaruhi proses pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok?
4. Apakah setiap awal tahun ajaran baru ada upaya untuk merevisi KTSP? Jika ada bagian-bagian mana dari KTSP yang biasa direvisi?
Wawancara kepada Waka Kurikulum
1. Kapan biasanya pengembangan kurikulum dilaksanakan? 
2. Siapa saja yang berperan dalam proses pengembangan kurikulum?
3. Bagaimana proses pengembangan kurikulun yang dilakukan di sini?
4. Apa patok kualitas lulusan MTs, rencana dan program kerja di bidang agama dan kegiatan intra dan ekstra kurikuler agama apa yang dilaksanakan di Mts Ma’arif NU 1 Cilongok ?
Wawancara kepada guru mata pelajaran akidah akhlak
1. Sejauh mana peran bapak/ibu dalam proses pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok?
2. Bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran akidah akhlak SK memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karomah, ma’unah, dan irhash) kelas VIII semester II di MTs Ma’arif NU Cilongok? Apakah sudah bisa disesuaikan dengan kurikulum yang telah dirancang? Jika belum, mengapa?
3. Metode pembelajaran apa yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran akidah akhlak SK memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karomah, ma’unah, dan irhash) kelas VIII semester II?
4. Strategi pembelajaran apa yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran akidah akhlak SK memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karomah, ma’unah, dan irhash) kelas VIII semester II?
5. Pada saat menggunakan metode ceramah, tekhnik dan taktik apa yang digunakan oleh guru agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan?
6. Pada saat menggunakan metode diskusi, tekhnik dan taktik apa yang digunakan oleh guru agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan?
7. Bagaimana pengelolaan kelas yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran?
8. edia apa saja yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran?
9. Bagaimana pengaturan letak duduk pada saat kegiatan pembelajaran?
10. Bagaimana pelaksanaan evaluasi dilaksanakan?
11. Kapan evaluasi formatif dilaksanakan? Jenis penilaian apa yang digunakan dan bagaimana pensekorannya?
12. Kapan evaluasi formatif dilaksanakan? Jenis penilaian apa yang digunakan dan bagaimana pensekorannya?
13. Menurut pendapat bapak/ibu apakah pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU Cilongok sudah sesuai dengan situasi dan kondisi madrasah dan sudah mampu dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tujuan pembelajaran secara umum maupun secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya dan memenuhi harapan dari orang tua para peserta didik?
Hasil Wawancara
Wawancara kepala Madrasah:
1. Bagaimana proses pengembangan kurikulum dilaksanakan?
Jawab : pengembangannya dengan melihat acuan dari BSNP, dalam hal ini karena sudah ada SK dan KD yang ditetapkam oleh kementrian agama maka kami tinggal mengembangkan silabus, Protah, Promes dan RPP
2. Siapa sajakah yang berperan dalam pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok?
Jawab : pengembangan silabus, protah dan promes dilakukan oleh Waka Kurikulum berdasar masukan dari komite dan guru. Guru yang bertugas membuat RPP
3. Hambatan-hambatan apa yang ada pada saat pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok? Jika ada seberapa besar hambatan itu mempengaruhi proses pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok?
Jawab : secara umum tidak ada
4. Apakah setiap awal tahun ajaran baru ada upaya untuk merevisi KTSP? Jika ada bagian-bagian mana dari KTSP yang biasa direvisi?
Jawab : tentu saja ada karena biasanya kaldik untuk tiap tahun kan berubah maka harus ada penyesuaian. 
Wawancara kepada Waka Kurikulum
4. Kapan biasanya pengembangan kurikulum dilaksanakan?
Jawab : di awal tahun pelajaran
5. Siapa saja yang berperan dalam proses pengembangan kurikulum?
Jawab : kepala madrasah, komite, saya selaku Waka Kurikulum dan guru Mapel yang bersangkutan, dimana kepala madrasah, komite, guru Mapel yang bersangkutan memberikan masukan-masukan kepada saya untuk mengembangkan silabus, protah dn promes. Saya kembangkan silabus, protah dan promes sesuai dengan acuan dari BSNP. Kemudian guru membuat RPP . 
6. Bagaimana proses pengembangan kurikulun yang dilakukan di sini?
Jawab : idem
4. Apa patok kualitas lulusan MTs, rencana dan program kerja di bidang agama dan kegiatan intra dan ekstra kurikuler agama apa yang dilaksanakan di Mts Ma’arif NU 1 Cilongok ?
Jawab : silahkan dilihat di profil dan KTSPnya saja.
Wawancara kepada guru mata pelajaran akidah akhlak
1. Sejauh mana peran bapak/ibu dalam proses pengembangan KTSP di MTs Ma’arif NU Cilongok?
Jawab : peran guru dalam pengembangan kurikulum disini sangat besar, guru diharuskan mengembangkan SK dan KD yang telah dirumuskan oleh waka kurikulum berdasar standar isi yang sudah ditetapkan pemerintah untuk menjadi silabus, kemudian membuat protah dan promes dan pada akhirnya dibuat RPP
2. Bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran akidah akhlak SK memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karomah, ma’unah, dan irhash) kelas VIII semester II di MTs Ma’arif NU Cilongok? Apakah sudah bisa disesuaikan dengan kurikulum yang telah dirancang? Jika belum, mengapa? 
Jawab: alhamdulillah kegiatan pembelajaran di sini sudah bisa dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang dibuat
3. Metode pembelajaran apa yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran akidah akhlak SK memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karomah, ma’unah, dan irhash) kelas VIII semester II?
Jawab: metode yang digunakan dalam SK ini adalah ceramah, diskusi dan penugasan
4. Strategi pembelajaran apa yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran akidah akhlak SK memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya ( karomah, ma’unah, dan irhash) kelas VIII semester II?
Jawab : strategi yang kami gunakan dalam pembelajaran adalah strategi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
5. Pada saat menggunakan metode ceramah, tekhnik dan taktik apa yang digunakan oleh guru agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan?
Jawab : biasanya ceramah yang kami lakukan bukan ceramah pasif tapi melibatkan anak untuk tetap aktif bertanya dan berpendapat. Kemudian kadang juga kami menggunakan LCD untuk memberikan suasana baru agar ceramah tidak membosankan.
6. Pada saat menggunakan metode diskusi, tekhnik dan taktik apa yang digunakan oleh guru agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan?
Jawab : untuk diskusi siswa biasanya dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok bertugas mendiskusikan satu materi yang ada dalam SK ini siswa dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok berdiskusi tentang mukjizat, karomah, ma’unah, dan irhash. Mereka mendiskusikan mengenai pengertian, dalil-dalil dan contoh-contoh mukjizat, karomah, ma’unah, dan irhash. Setelah selesai masing-masing kelompok supaya mempresentasikan hasil diskusi mereka dan kelompok yang lain untuk menanggapi atau bertanya tentang hasil diskusi kelompok lain.
7. Bagaimana pengelolaan kelas yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran?
Jawab : untuk pengelolaan kelas kami usahakan agar setiap siswa tetap aktif dalam kegiatan pembelajaran
8. Media apa saja yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran?
Jawab: media yang kami gunakan antara lain LCD, buku-buku penunjang
9. Bagaimana pengaturan letak duduk pada saat kegiatan pembelajaran? 
Jawab : pada saat ceramah letak duduk peserta didik seperti biasa, sedangkan untuk siswa duduk secara berkelompok. 
10. Kapan evaluasi formatif dilaksanakan? Jenis penilaian apa yang digunakan dan bagaimana pensekorannya?
Jawab : evaluasi formatif diadakan per KD diakhir pertemuan, biasanya penilaian
11. Kapan evaluasi formatif dilaksanakan? Jenis penilaian apa yang digunakan dan bagaimana pensekorannya?
12. Menurut pendapat bapak/ibu apakah pengembangan kurikulum di MTs Ma’arif NU Cilongok sudah sesuai dengan situasi dan kondisi madrasah dan sudah mampu dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tujuan pembelajaran secara umum maupun secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya dan memenuhi harapan dari orang tua para peserta didik?

Loading...

Tinggalkan komentar